
Bi Warsih dan para pelayan kemudian meninggalkan Stanley dan Sakinah yang saat ini sedang mengurus anak mereka.
" Sayang sepertinya aku harus segera kembali ke Jakarta. Aku tidak bisa terus berlama-lama di sini. Perusahaan di Jakarta benar-benar sangat membutuhkanku sekarang. Apalagi saat ini Fic yang juga sedang berada di kediaman Agnes. Perusahaan tidak bisa tanpa pemimpin!" Stanley kemudian beranjak dari atas ranjang di mana saat ini Sakinah sedang memberikan ASI untuk putranya.
Sakinah terlihat diam memikirkan apa yang dikatakan oleh suaminya yang sepertinya memang benar-benar harus meninggalkan dia bersama putranya dan kembali ke Jakarta.
" Pergilah! Kalau kau ingin mengurus perusahaanmu. Aku tahu, di sana para karyawan, klien dan juga para anggotamu, mereka juga pasti membutuhkanmu melebihi aku dan anak kita. Percayalah! Kami di sini akan baik-baik saja. Di sini ada Bi Warsih dan juga para pengawal bayangan milikmu yang akan selalu menjaga kami!" Sakinah berusaha untuk menguatkan hatinya karena bagaimana pun dia juga tidak bisa menahan Stanley untuk tetap berada di sampingnya.
Status dan posisi Stanley di dalam perusahaan keluarga nya dan juga organisasi yang dia pimpin. Benar-benar tidak bisa diganggu gugat olehnya.
" Percayalah sayang! Bagiku kau dan anak kita adalah yang terpenting dalam hidupku. Aku akan segera kembali ke mari. Setelah urusanku di Jakarta selesai. Aku janji padamu sayang!" Stanley pun mengecup bibir Sakinah dengan lembut.
Sakinah bisa merasakan kesedihan dan betapa beratnya hati Stanley untuk meninggalkan mereka.
" Pergilah sayang! Gak apa-apa. Kami berdua akan tetap disini menunggumu. Kerjakanlah apa yang memang harus kau kerjakan tidak usah merasa terbebani dengan kami berdua!" Sakinah berusaha untuk tersenyum kepada Stanley yang saat ini benar-benar sedang merasakan kesedihan karena perpisahan mereka bertiga.
Sebenarnya Stanley ingin mengajak Sakinah untuk kembali ke mansion miliknya yang ada di Jakarta. Akan tetapi Stanley tahu bahwa hal itu pasti akan ditolak mentah-mentah oleh Sakinah. Karena mengingat Putra mereka yang baru berumur beberapa hari dan belum bisa melakukan perjalanan jauh.
" Baiklah sayang! Aku berangkat sekarang juga. Kau hati-hatilah sayang. Aku nanti akan selalu menelponmu. Ingatlah! Selalu taruh ponselmu di sampingmu dan berikan nada dering. Supaya kau bisa selalu menjawab panggilanku. Kalau tidak kau jawab, aku akan cemas dan gugup. Lakukan itu sayang, supaya aku tidak khawatir denganmu!" pinta Stanley kepada Sakinah.
__ADS_1
Sakinah menganggukkan kepalanya dan kemudian mencium telapak tangan suaminya yang sudah siap untuk berangkat ke Jakarta.
Helikopter yang akan membawa Stanley menuju Jakarta sudah siap dari tadi. Stanley ingin perjalanan yang aman dan tidak terlalu mencolok bagi musuh-musuhnya.
Apalagi halaman kediaman milik Sakinah yang tidak memiliki landasan pribadi untuk pesawat miliknya. Sehingga membuat Stanley kesulitan untuk mendaratkan jet pribadi miliknya. Sehingga dia akhirnya memilih untuk menggunakan helikopter untuk kembali ke Jakarta.
Saat ini Stanley tidak bisa menggunakan pesawat komersial. Selain karena di buru oleh waktu. Stanley pun tidak mau mengambil resiko kalau sampai keberadaan Sakinah diketahui oleh musuh-musuhnya.
Sakinah tidak bisa mengantarkan sampai di depan pintu kediamannya. Karena kesehatannya yang belum terlalu mendukung setelah dirinya selesai melakukan persalinan untuk putra mereka.
Hati Stanley benar-benar merasakan kepedihan yang luar biasa. Karena saat ini dia harus meninggalkan wanita yang dia cintai.
" Aku akan segera kembali dan menjemput kamu, sayang!" monolog Stanley saat dirinya sudah berada di dalam helikopter dan siap untuk meninggalkan kampung halaman Sakinah yang begitu asri dan juga sangat tenang lingkungannya.
Dia bisa melupakan semua masalah yang dihadapinya selama ini. Perusahaan dan organisasi yang dia pimpin, setelah benar-benar menguras tenaga dan pikirannya. Tetapi berada di kampung halaman Sakinah selama beberapa hari, benar-benar seperti sebuah healing yang sangat baik untuk kesehatan mental dan bathinnya.
Begitu sampai di mansion pribadinya. Stanley langsung menuju ke ruang kerja dan meminta kepada sekretarisnya untuk melakukan rapat virtual dengan para dewan direksi yang sekarang sedang menunggunya.
Stanley sebenarnya bisa saja untuk pergi ke perusahaannya tetapi saat ini dia benar-benar merasa lelah dan tidak sanggup untuk melakukan semua ramah tamah kepada mereka semua yang bertemu dengannya di perusahaan miliknya.
__ADS_1
Sekitar 3 jam lamanya. Stanley berada di ruang kerjanya dan sibuk melakukan rapat virtual. Saat mereka sudah selesai, tiba-tiba saja seorang wanita cantik masuk ke dalam ruangan Stanley dan mendekatinya.
Stanley terlihat mengerutkan keningnya saat melihat wanita itu.
" Apa yang kau lakukan di sini Vivian?" wanita yang dipanggil Vivian oleh Stanley pun mendekat dan berusaha untuk duduk di pangkuan Stanley. Akan tetapi Stanley langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan wanita itu di ruang kerjanya.
Bagaimanapun Stanley tidak mau mengambil resiko dengan berdekatan bersama Vivian. Di ruangan kerjanya memiliki CCTV. Bagaimana kalau sampai Sakinah suatu saat memeriksa CCTV tersebut? Aih!! Bisa habis rumah tangganya bersama sang istri tercinta.
" Stanley kau tidak sopan sekali! Aku adalah tamu yang datang ke mansion-mu, dari jauh aku datang. Kenapa kau malah melakukan ini padaku?" tanya Vivian terlihat cemberut dan merasa tidak senang karena Stanley telah memperlakukannya seperti itu.
Stanley berhenti dari henak membuka knop pintu, lalu menatap sinis kepada Vivian. Kemudian Stanley meninggalkan wanita itu sendirian di ruang kerjanya.
Stanley yang sebenarnya masih sangat lelah setelah perjalanan panjang dari kampung halaman Sakinah dan dia langsung melakukan rapat virtual dengan dewan direksi saat ini dirinya benar-benar membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Tetapi kehadiran Vivian di mansion miliknya benar-benar tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kalau tidak, maka akan terjadi salah paham yang akan membuat tidak nyaman bagi hati Sakinah yang saat ini sedang tidak ada bersamanya.
" Stanley! Kamu ini kenapa sih? Apa tidak bisa menyambut kedatanganku sebentar saja?" tanya Vivian sangat murka dengan kelakuan Stanley yang benar-benar membuat dia geram luar biasa.
Bagaimana tidak? Dia sudah jauh-jauh datang dari Swiss hanya untuk bertemu dengan Stanley. Akan tetapi Stanley langsung menghindarinya pada detik pertama kemunculan dirinya di hadapan Stanley.
__ADS_1
" Maumu apa datang kemari? Aku tidak pernah merasa mengundangmu untuk datang ke mansionku. Sebaiknya kau kembali ke hotel yang sudah kau sewa. Kau tidak usah bermimpi untuk bisa tinggal di tempat ini!" ucap Stanley dengan ucapan yang begitu menohok hati Vivian.
Vivian mendekati Stanley dan berusaha untuk menyentuhnya tetapi Stanley terus saja menghindari dan tidak mau disentuh oleh wanita yang pernah menjadi masa lalunya.