
Wulan kemudian meninggalkan Raymond di ruang kerjanya.
" Aku harus bicara dengan Mama semuanya tidak bisa terus berlarut-larut begini," Raymond kemudian pergi ke dalam kamar Amanda. Tetapi Raymond bingung karena tidak melihat dia di sana.
" Ke mana Amanda?" Raymond menjelajahi seisi mansion miliknya. Tetapi dia tidak bisa menemukan keberadaan Amanda di manapun juga.
" Ke mana Amanda? Kenapa dia tidak ada di mana-mana? Ah aku harus mencari Wulan! Amanda pasti sedang bermain dengan Wulan!" Raymond kemudian menghubungi bulan untuk mencari Amanda.
Akan tetapi lama sekali panggilan telepon tersebut tidak diangkat oleh Wulan, sehingga membuat Raymond menjadi pusing sendiri.
" Kenapa kamu pergi Wulan? Kamu ke mana? Apakah kau yang membawa pergi Amanda?" tanya Raymond yang seketika lemas tubuhnya karena harus kehilangan Amanda.
Raymond semalam suntuk menunggu kedatangan Wulan di ruang tamunya. Akan tetapi sampai dini hari Wulan tidak juga kembali ke Mansion membuat Raymond menjadikan kalang kabut sendiri.
" Wulan! Apakah kau disuruh oleh ibuku untuk menculik Amanda dariku? Kalau benar itu terjadi Aku tidak akan pernah memaafkan kalian!" Raymond terlihat begitu geram saat memikirkan tentang Amanda yang ada kemungkinan dibawa pergi oleh ibunya.
Raymond tahu kalau sejak dulu ibunya tidak suka kalau dirinya mengasuh Amanda.
Akan tetapi sampai saat ini Raymond belum bisa untuk melepaskan Amanda kepada Fic sebagai ayah kandungnya karena Raymond ingin menjaga amanah terhadap Vivian yang sudah meninggal.
" Seorang lelaki sejati adalah yang memegang janjinya. Apalagi Aku telah berjanji kepada orang yang sudah meninggal dan aku harus memenuhi janji itu. Setidaknya hanya sampai Amanda berusia 17 tahun dan dia bisa memutuskan sendiri masa depannya. Baru aku akan mempertemukan mereka berdua," Raymond bermonolog dengan dirinya sendiri.
" Setidaknya sampai saat itu aku ingin merawat Amanda dengan tanganku sendiri dan memenuhi janjiku kepada Vivian di saat dia hendak meninggal." Raymond kemudian menghubungi ibunya, ingin mengetahui apakah benar Wulan yang sudah menculik Amanda dari tangannya.
Cukup lama untuk Raymond mendapatkan jawaban dari sang ibu.
" Ada apa?" tanya Tiara yang sampai saat ini masih kecewa kepada putranya.
__ADS_1
" Apakah mama yang sudah mengambil Amanda dariku?" Raymond to the point dengan maksud teleponnya kepada Tiara.
" Apa maksud pertanyaanmu itu Mama tidak mengerti," tanya Tiara yang terlihat sedang mengantuk.
" Bukankah mamah yang sudah mengirimkan Wulan ke mansionku? Dan sekarang Amanda dan Wulan telah menghilang dari Mansionku. Siapa lagi kalau bukan mama yang sudah memerintahkannya?" tanya Raymond yang masih berusaha untuk mendapatkan kejujuran dari ibunya.
Tiara menghela nafas dalam begitu berat mendapatkan tuduhan semacam itu dari putranya.
" Mama memang yang menyuruh Wulan untuk mengawasimu. Tetapi Mama tidak pernah menyuruhnya untuk menculik Amanda dari tanganmu. Wulan tadi pagi memang sudah kembali ke Indonesia mama yang membelikan tiketnya tetapi tidak ada dia membawa Amanda bersamanya." ucap Tiara menyampaikan kebenaran kepada Raymond.
Raymond merasa terkejut mendengar pengakuan dari ibunya yang dia yakini adalah suatu kebenaran.
" Kalau bulan tidak membawa Amanda. Lalu ke mana dia dia tidak ada di mana-mana?" tanya Raymond benar-benar merasa cemas sekali dengan kondisi Amanda yang tiba-tiba menghilang dari mansion miliknya.
" Baiklah mah Raymond akan mencari di tempat lain." Raymond kemudian menutup panggilan telepon tersebut.
" Siapa yang sudah menculik Amanda dari tanganku? Apakah aku harus memeriksa semua CCTV yang ada di Mansion?" tanya Raymond merasa kebingungan.
Akan tetapi Raymond langsung pergi menuju ke area Security untuk melihat CCTV yang ada di rumahnya.
" Tunjukkan aku CCTV selama 1 hari full!" Raymond nantikan perintah kepada security-nya untuk menunjukkan rekaman CCTV yang ada di rumahnya.
Raymond mengurutkan keningnya karena tidak ada petunjuk apapun di dalam CCTV.
" Kenapa rekamannya semuanya sama?" Raymond benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi sekarang.
Security kemudian menjelaskan bahwa kemarin CCTV yang ada di rumahnya tiba-tiba saja rusak dan tidak berfungsi.
__ADS_1
" Kenapa kalian tidak memperbaikinya? Apa kalian tahu kalau putriku menghilang dari mansion ini?" Remon terlihat begitu marah ketika dia tidak mendapatkan petunjuk apapun dari CCTV yang ternyata tidak berfungsi pada malam Amanda menghilang dari rumahnya.
" Sungguh aneh sekali! Siapa yang sudah menculik Amanda dari Mansion?" tanya Raymond kepada dirinya sendiri ketika dia masuk kembali ke dalam kamarnya.
Raymond benar-benar mengkhawatirkan gadis kecil itu entah apa yang sedang dilakukannya saat ini.
" Ya Tuhan di manapun putriku sedang berada saat ini. Aku harap engkau selalu menjaga dan menolongnya dari setiap kesulitan! Aku berjanji ketika aku menemukan kembali Amanda aku akan mengikuti semua yang diinginkan oleh ibuku. Ini nadzarku ya Allah!" doa Raymond sambil menengadahkan tangannya ke atas.
Raymond benar-benar menyayangi Amanda seperti putrinya sendiri. Oleh karena itu Remon paling tidak tahan kalau berpisah dengan putrinya yang sangat dia sayangi.
Raymond kemudian mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Amanda di seluruh kota.
CCTV di sekitar Mansion berjalan maupun tempat-tempat yang kemungkinan akan dikunjungi Amanda semuanya diperiksa tetapi tidak ada jejak sama sekali.
Raymond benar-benar putus asa. Selama satu minggu dia tidak bisa menemukan keberadaan Amanda.
" Ya Allah di manakah gadis kecilku? Ampunilah dosaku kalau misalkan gara-gara Amanda aku telah melupakan kewajibanku sebagai seorang anak terhadap kedua orang tuaku. Aku mohon padamu ya Allah pertemukanlah aku kembali dengan Amanda. Dan aku berjanji aku akan mengikuti semua yang diinginkan ibuku," Raymond terlihat menangis di taman kota ketika mengingat kembali apa saja yang sudah dilalui bersama Amanda di taman itu.
Amanda sangat suka bermain di taman kota dan sering memaksa Raymond untuk berkunjung kesana.
" Amanda kamu di mana sayang? Papa sangat rindu denganmu. Kembalilah sama papa!" Raymond menangis terseduh di taman kota sambil meraup wajahnya dengan kedua tangannya.
Orang-orang yang berada di taman kota tampak kebingungan melihat Raymond yang sedang menangis sendirian di sana.
Akan tetapi mereka lebih disibukkan dengan urusan mereka masing-masing. Mereka tidak memperdulikan Raymond yang sampai sore masih berada di sana menunggu kehadiran Amanda untuk kembali kepadanya.
" Baiklah sebaiknya aku pulang sekarang. Mungkin saja Amanda sekarang sudah berada di mansion. Setelah dia bermain di luar rumah. Aku yakin Amanda tidak akan mungkin meninggalkanku berlama-lama." dengan keyakinan seperti itu Raymond pun kemudian pulang ke rumahnya dan berharap aman dah sudah kembali dari luar.
__ADS_1
Akan tetapi Raymond menemukan kenyataan dirinya kecewa karena di rumahnya tidak ada siapapun kecuali para pembantu dan juga security yang bekerja di sana.