
" Baiklah masukkan anak itu ke panti asuhan dan pastikan semua kebutuhannya terpenuhi. Jangan sampai dia merasa kekurangan apapun!" perintah Fic kepada anak buahnya yang dia perintahkan untuk menculik Amanda dari kediaman Raymond.
Fic saat ini sedang menunggu hasil pemeriksaan tes DNA yang sudah dilakukan setelah dirinya terbang ke Swiss untuk bertemu dengan Amanda yang dia curigai memiliki hubungan darah dengannya.
" Baiklah aku tutup dulu!" Fic kemudian pergi ke ruangan Stanley untuk melaporkan segalanya kepada sang bos besar.
Fic tidak jadi mengundurkan diri karena Stanley yang tidak mengizinkan dia untuk meninggalkannya. Bagaimanapun sangat sulit untuk bisa bekerja dengan orang dan merasa nyaman dengannya.
Stanley sudah masuk ke fase tidak bisa berpindah hati selain Fic sebagai asisten pribadi kesayangannya.
Stanley sudah mempercayakan hidupnya kepada Fic yang selama ini mengetahui semua rahasia hidupnya, perusahaan dan organisasi yang dia Pimpin.
" Bos anak buahku sudah berhasil menculik anak itu. Aku sudah menyuruhnya untuk membawa dia ke panti asuhan. Nanti setiap bulan sekali aku akan mengunjungi dia kalau dia memang adalah putriku." Fic melaporkan kepada standing yang hanya bisa menghela nafas berat.
Stanley sebenarnya merasa kalau sudah berurusan tentang masa lalu Fic yang buruk yang dulu hampir saja membuat dirinya kehilangan anak dan istrinya.
" Kenapa kau tidak bisa melepaskan anak itu? Biarkanlah Dia hidup bersama dengan Raymond dia mencintai dan menyayanginya. Aku hanya khawatir kalau sampai dunia Raymond hancur setelah kehilangan Amanda. Fic, Apa kau bisa memikirkan perasaan orang lain sekali saja? Aku hanya khawatir sekali denganmu. Bagaimana perasaan Agnes setelah mengetahui semua yang kau lakukan ini? Dia pasti sangat hancur setelah mengetahuinya." Stanley terlihat begitu prihatin kepada Fic yang sampai saat ini belum bisa melepaskan masa lalunya bersama Vivian.
Kejadian satu malam itu yang benar-benar telah menghantui kehidupan Fic yang selama ini selalu damai tentram bersama Agnes.
Kedamaian itu kembali terusik setelah kehadiran Amanda bersama dengan Raymond di hadapan Fic dan Stanley.
__ADS_1
Bahkan sampai saat ini Fic benar-benar tidak mengerti dengan semua kejadian yang terjadi dalam hidupnya selama ini.
" Bagaimana mungkin aku bisa menelantarkan anak kandungku sendiri Bos?" tanya Fic kepada Stanley yang hanya bisa menatapnya dengan tajam.
Stanley bangkit dari kursinya dan kemudian mendekati Fic yang terlihat begitu frustasi memikirkan tentang Amanda yang kemungkinan adalah anaknya sendiri.
" Lalu apakah demi Amanda kau akan menghancurkan hati Agnes dan juga Mark?" tanya Stanley dengan tegas.
" Kau ingat Fic! Kau harus menentukan pilihanmu. Kau tidak bisa memiliki semuanya di dalam hidup ini. Kalau kau menginginkan Amanda, maka kemungkinan besar kau harus bersiap untuk kehilangan Agnes dan juga Mark dalam hidupmu. Aku yakin Agnes pasti tidak akan mau menerima kau merawat Amanda hasil dari hubungan terlarangmu bersama Vivian!" Stanley berusaha untuk menasehati asistennya untuk berpikir jernih.
Fic meraup wajahnya dengan kasar. Sungguh dirinya tidak senang untuk kehilangan orang-orang yang dia sayang tetapi dia pun tidak mau melepaskan tanggung jawabnya terhadap Amanda.
Apalagi berdasarkan laporan dari anak buah yang sudah dikirimkan oleh Stanley bahwa Vivian sekarang sudah meninggal.
" Amanda tidak sendiri dia memiliki Raymond yang sangat menyayanginya. Kau telah menyakiti hati mereka berdua dengan begitu tega memisahkannya. Fic! Aku mohon sadarlah kalau semua yang kau lakukan ini telah melukai banyak hati orang lain!" Stanley berusaha untuk menasehati Fic.
" Aku bisa melihat bahwa Raymond sangat mencintai dan juga menyayanginya. Percaya padaku Fic! Amanda tidak kekurangan apapun di samping Raymond." Stanley menatap kepada Fic yang tampaknya begitu galau dan sedih.
" Aku mohon Fic! Pikirkanlah istri dan juga anakmu mereka masih membutuhkanmu. Aku yakin Raymond tidak akan keberatan untukmu bertemu dengan Amanda sesekali. Tapi tolong jangan kau merampas kebahagiaan Raymond dengan mengambil Amanda dari tangannya!" Fic menatap kepada Stanley yang terus tidak mau menyerah untuk membujuk Fic agar berubah pikiran.
" Menaruh Amanda di Panti Asuhan itu benar-benar bukan solusi yang terbaik untuk dia. Kasihan anak itu Fic. Dia pasti akan merasa tersisih dan juga merasa kesepian karena tidak ada orang yang dia sayangi dan menyayanginya seperti Raymond yang telah menghabiskan hidupnya untuk dapat selalu membahagiakan anak kecil itu." Fic sedikit tersentuh dengan apa yang dikatakan oleh Stanley yang sebenarnya memiliki kebenaran yang hakiki.
__ADS_1
Fic sendiri merasa ngeri-ngeri sedap ketika membayangkan Agnes yang mengetahui tentang keberadaan Amanda di dalam kehidupannya sekarang.
" Percayalah padaku Fic! Amanda bersama dengan Raymond adalah yang terbaik. Semua orang bisa berbahagia dengan keputusan itu!" Stanley masih terus belum Mama nyerah untuk bisa menggoyangkan hati Fic agar mengurungkan niatnya untuk menaruh Amanda di Panti Asuhan yang ada di Swiss.
" Fic perintahkan kepada anak buahmu untuk mengembalikan Amanda kepada Raymond. Aku berjanji kalau sampai Agnes mengetahui masalah ini aku akan berusaha untuk membujuknya dan menolongmu." Fic sangat tahu bahwa Stanley selalu memikirkan yang terbaik untuk kehidupannya.
" Baiklah Bos aku akan pulang dulu dan memikirkan semua yang kau katakan!" Stanley mengangguk dan kemudian mengizinkan Fic untuk pulang cepat.
Stanley sangat mengerti. Bagaimana perasaan Fic saat ini yang pasti sedang benar-benar sangat tersiksa karena mengetahui ada anak kandungnya yang lain di luar sana. Walaupun belum mendapatkan kepastian dari hasil tes DNA tetapi fix sudah bisa memastikan bahwa Amanda adalah anaknya bersama Vivian.
Kejadian malam itu telah membuat Vivian memberikan seorang putri untuknya tanpa sepengetahuan dirinya.
Akan tetapi Fic benar-benar merasa bersalah karena ternyata Vivian sudah meninggal setelah melahirkan Amanda.
" Ya Tuhan bimbinglah aku untuk mengambil keputusan yang terbaik dan aku mohon selamatkanlah keluargaku dari sebuah kehancuran!" doa Fic dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Agnes yang melihat suaminya pulang dengan bercucuran air mata merasa keheranan.
" Ada apa Sayang? Kenapa kau menangis seperti itu? Apakah ada masalah?" tanya Agnes yang mengkhawatirkan kondisi suaminya yang terlihat begitu kacau.
Fic sampai saat ini masih belum bisa menceritakan kepada Agnes tentang keberadaan Amanda diatas dunia. Setidaknya dia ingin mendapatkan hasil tes DNA dan meyakinkan dirinya bahwa Amanda adalah Putri kandungnya bersama Vivian dari kejadian malam itu.
__ADS_1
Fic memeluk Agnes dengan begitu erat seakan tidak ingin kehilangan wanita itu. Agnes hanya bisa terdiam dan mengelus punggung suaminya sekedar untuk menghibur suaminya yang sedang galau.
" Istirahatlah di dalam kamar sayang. Aku akan menyiapkan air mandi mu dan juga makan malam untuk kita," ucap Agnes yang menyambut kedatangan suaminya.