Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
18. Usaha


__ADS_3

Sejauh mata memandang. Sakinah hanya melihat kemewahan yang ada di hadapannya. Sampai tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan seorang pria tampak berbody gold keluar dari sana dan mengakibatkan Sakinah menjadi terkejut sekali dibuatnya.


" Tuan Stanley?" tanya Sakinah kaget luar biasa.


Sakinah langsung mengalihkan pandangannya Setelah dia melihat Stanley yang keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuknya saja.


Stanley tersenyum melihat Sakinah yang sudah berada di dalam kamarnya dan sekarang memalingkan wajahnya seperti biasa setiap mereka bertemu selalu begitu.


Stanley benar-benar gemas dibuatnya oleh Sakinah yang selalu membuat dia merasa tidak diinginkan.


' Hanya dia wanita yang tidak pernah mau melihat ke arahku. Padahal di luar sana, banyak sekali wanita yang menginginkan tubuhku ini. Dia benar-benar wanita yang sangat membuat frustasi!' bathin Stanley yang akhirnya memilih untuk pergi ke Walk in closed miliknya untuk mengambil pakaian.


Sakinah yang sudah melihat Stanley yang pergi dari hadapannya. Akhirnya Sakinah pun mengelus dadanya karena merasa sangat frustasi berada di dalam ruangan itu bersama Stanley yang terkenal sebagai sang casanova yang suka memaksakan kehendaknya kepada siapapun.


Sakinah yang saat ini tangan dan kakinya sudah tidak terikat lagi. Kini dia berniat untuk meninggalkan kamar itu. Tetapi Sakinah kecewa sekali karena ternyata kamar tersebut terkunci dan Sakinah tidak melihat anak kuncinya berada di pintunya.


" Tuan Stanley! Apakah kau bisa membuka pintu kamar ini? Aku harus segera kembali ke kampung halamanku. Nenekku sekarang pasti sedang kebingungan mencariku!" ucap Sakinah berusaha untuk membujuk Stanley agar mau membuka pintu kamar itu.


Stanley yang sudah selesai dengan pakaiannya dan tampak rapi. Sekarang dia berhadapan dengan Sakinah yang kembali menundukkan kepalanya.


" Apakah aku benar-benar harus menikahimu baru bisa membuatmu menatapku?" Stanley benar-benar frustasi kalau sudah berhadapan dengan Sakinah. Dia seakan tidak ada artinya apa-apa di hadapan janda itu.


Sakinah sudah sangat bosan sekali untuk mendengarkan pertanyaan yang sama selalu saja diucapkan oleh Stanley setiap kali bertemu dengannya.

__ADS_1


" Kau tidak bosan kah selalu menanyakan hal yang sama padaku? Ya Allah! Aku yang mendengar saja hampir mual dibuatnya!" ucap Sakinah sambil membuang mukanya ke arah jendela dan tidak mau melihat Stanley yang terus menatapnya dengan tajam.


Kalau mau jujur, saat ini Sakinah benar-benar merasa kalang kabut. Bagaimana tidak? Saat ini dirinya hanya berduaan saja dengan Stanley di dalam kamar tertutup.


" Cepatlah Buka pintu kamarnya aku harus segera kembali ke kampung halamanku!" Sakinah masih belum mau menyerah untuk membujuk Stanley agar mau melepaskannya.


Stanley tertawa kemudian dia duduk di sofa sambil melipat kedua kakinya yang jenjang dan panjang juga tentu saja.


" Kau pikir aku akan dengan mudah mau untuk melepaskanmu huh? Apa kau lupa bagaimana caramu datang ke kamar ini?" tanya Stanley sambil mempermainkan jari jemarinya dan terus melihat sekilas kepada Sakinah yang mulai gugup.


" Memangnya ada apa dengan caraku datang kemari huh? Bukankah kau yang menculikku dengan mengirimkan 4 orang Bodyguard kurang ajar itu ke apartemenku?" tanya sakinah dengan sengit jujur dia sangat marah sekali kepada Stanley dan juga anak buahnya yang sudah menculiknya dan membuat dia menjadi terlambat untuk kembali ke kampung halamannya.


Sakinah benar-benar sudah mantap akan menetap tinggal di kampung halaman neneknya. Sakinah ingin memulai kehidupan baru di sana tetapi gara-gara Stanley yang mengirimkan anak buahnya untuk menculik dia semuanya menjadi buyar dan berantakan.


" Bila perlu aku akan mematahkan kedua kakimu, agar kau tidak pernah keluar dari kamar ini!" ancaman Stanley benar-benar membuat Sakinah kesulitan bernafas.


" Jangan Gila kau! Kenapa kau suka sekali memaksakan dirimu hah? Kau pikir semua orang harus menurut denganmu? Kau pikir dunia ini harus berputar di sekelilingmu?" Sakinah benar-benar tidak mengerti dengan dirinya sendiri tidak tahu kenapa setiap kali dia bertemu dengan Stanley kata-kata buruk meluncur begitu saja dari mulutnya.


Padahal selama ini Sakinah selalu berusaha untuk menjaga marwahnya sebagai seorang perempuan dan selalu berusaha untuk menjaga lisannya dari perkataan buruk.


Akan tetapi berdekatan dengan Stanley benar-benar telab mengguncangkan imannya dan menguji tingkat kesabarannya dengan sangat luar biasa.


Entah kenapa setiap kali bertemu dengan Stanley emosi Sakinah selalu saja naik turun dan sangat sulit untuk mengendalikan dirinya dari mencaci maki pria itu.

__ADS_1


" Ayolah! Memangnya kenapa? Bukankah setiap orang mempunyai hak untuk dapat memperjuangkan cinta di dalam hidupnya? Aku juga ingin berjuang mendapatkan cinta kamu! Apa aku salah?" tanya Stanley dengan senyum menyebalkannya membuat Sakinah ingin sekali menghajarnya seketika itu.


Sakinah kesulitan menelan salivanya sendiri mendengarkan pertanyaan Stanley yang seperti menohok hatinya.


" Kau tidak salah untuk memperjuangkan cintamu. Hanya saja caramu yang sangat keterlaluan! Kenapa kau harus memaksa seseorang sampai sejauh ini huh? Kau bahkan sampai menculikku!" protes Sakinah kesal sekali.


Sakinah marah dan dia berniat untuk keluar dari kamar itu. Sakinah tampak masih berusaha untuk membujuk Stanley.


Sakinah mengalihkan pandangannya ke kuar jendela. Karena sejujurnya pesona seorang Stanley memang benar-benar sulit untuk dipatahkan dan terlalu menyilaukan matanya.


Setiap kali Sakinah hampir terjatuh dalam pesona Stanley. Ingatan tentang gaya hidup Stanley yang selalu mempermainkan hati wanita. Sontak menguatkan Sakinah dan merubah pandangannya kembali tentang sosok seorang Stanley yang brengsek.


" Aku sudah melamarmu dengan baik-baik. Tetapi kau langsung menolakku tanpa berpikir sama sekali. Jangan salahkan aku kalau sampai aku melakukan kekasaran seperti ini!" elak Stanley tidak terima dengan protes Sakinah yang seakan-akan dirinya tidak memperhatikan perasaannya.


Sakinah hanya melirik sinis kepada Stanley yang sama sekali tidak sukses untuk dapat menggugah perasaannya hingga saat ini.


" Katakan padaku! Apa yang harus kulakukan untuk membuat kamu menerima lamaranku dan berhenti berpikir negatif tentang aku?" tanya Stanley berusaha untuk mendekati Sakinah tetapi syakinah langsung menghindar dan menjauh darinya.


" Tidak usah mendekat! Aku tidak budeg kok. Kau tetap di situ!" ucapan Sakinah benar-benar sukses membuat Stanley tertawa terbahak apalagi melihat ekspresi Sakinah yang sangat lucu benar-benar sebuah hiburan baru untuk Stanley.


Sakinah sampai merona pp-nya melihat Stanley yang sedang tertawa " Benar-benar sangat tampan!' batin Sakinah saat itu.


Sakinah langsung menggoyangkan kepalanya dan mengerjapkan matanya berkali-kali. Karena tanpa sadar hatinya telah memuji dan mengagumi ketampanan Stanley.

__ADS_1


__ADS_2