
Fic saat ini sedang berada di rumah sakit untuk menanti kelahiran Putra pertama mereka. Fic sangat deg-degan rasanya menantikan kelahiran putranya bersama Agnes.
Fic merasa bersyukur. Karena sekarang dia tidak pernah lagi mendapatkan gangguan dari Vivian. Nomor telpon, semua akun media sosial Fic sudah di ganti semua. Fic memastikan bahwa semuanya sudah aman dan Vivian tidak akan pernah bisa menemukannya di manapun.
Fic sudah memutuskan bahwa dia akan tinggal bersama dengan Agnes di kampung halamannya. Mengembangkan pabrik yang sudah dirintis oleh sang istri sebelum bertemu dengannya lagi.
Semua bisnis maupun harta kekayaan milik Fic dipercayakan kepada Stanley untuk mengelolanya. Fic hanya tinggal mendapat keuntungan yang akan selalu ditransfer setiap bulannya oleh sang Bos.
" Selamat Tuan atas kelahiran putra Anda!" dokter mengabarkan tentang kelahiran Putra Fic yang baru lahir.
Fic terlalu bahagia dengan kabar Itu. Dia sampai memeluk Mirah dengan begitu erat untuk mengungkapkan kebahagiaan tersebut.
" Akhirnya aku menjadi seorang daddy!" Fic sangat bahagia sekali dengan kelahiran putranya yang sangat sehat dan sangat tampan.
Tidak jauh dari mereka berdua terlihat Vivian yang sedang memperhatikan kegembiraan Fic menerima kabar tentang kelahiran putra pertamanya.
" Aku tidak akan pernah memberitahukan kepadamu bahwa di sini kau pun memiliki seorang putri. Fic, itu adalah hukumanmu karena kau sudah mencampakkanku!" monolog Vivian dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Mulai hari itu Vivian mulai memutuskan untuk kembali ke negaranya dan melupakan Indonesia.
Vivian berjanji akan memperbaiki kehidupannya. Demi anak yang ada di dalam kandungannya.
Vivian sangat bahagia sekali mengetahui kenyataan itu bahwa sekarang ada kehidupan di dalam kandungannya.
Vivian bercerai dengan suami pertamanya karena dikira dia sebagai seorang wanita mandul dan suaminya menikahi sugar baby yang ia pelihara karena sudah memberikan Dia seorang Putra.
Sekarang Vivian sudah yakin bahwa dirinya tidaklah mandul. Dia hanya melakukan hal itu satu kali dengan Fic dan berhasil hamil.
Itu artinya ada masalah dengan mantan suaminya. Entahlah!! Vivian saya tidak mau memperdulikan lagi tentang mantan suaminya yang sekarang sudah hidup bahagia bersama dengan istri mudanya.
Hari itu juga Vivian terbang ke Swiss dan memutuskan untuk melupakan Fic untuk selamanya.
Fic merasakan bahwa ada seseorang yang memperhatikannya sejak tadi tetapi ketika dia menolehkan pandangannya ternyata orang itu sudah pergi meninggalkan tempat itu.
' Apakah itu hanya perasaanku saja atau memang benar-benar ada orang yang sudah memperhatikanku?' bathin Fic yang entah kenapa tiba-tiba hatinya merasa pilu.
__ADS_1
Fic kemudian langsung menepis semua perasaan yang ada di dalam hatinya.
Fic menemui Agnes yang saat ini masih terlihat lemah setelah melahirkan secara normal.
" Terimakasih sayang!" Fic mencium kening Agnes dengan penuh rasa syukur.
Fic sudah memutuskan bahwa dia tidak akan pernah mengingat lagi perkara Vivian di dalam hidupnya.
Manusia pernah mengalami sebuah kesalahan. Baginga yang penting sekarang dia sudah berusaha untuk memperbaiki kesalahan itu.
Agnes sebenarnya mengetahui perselingkuhan suaminya. Akan tetapi dia memilih untuk diam dan melihat apa yang akan dilakukan oleh suaminya.
Pada hari pertama Fic pulang dari acara pelayarannya dia menemukan bekas lipstik di kemeja suaminya yang kotor. Akan tetapi Agnes tetap diam dan tidak bertanya apa-apa kepada suaminya.
Agnes hanya terus memperhatikan tingkah laku dan gelagat suaminya.
Bahkan Agnes tidak keberatan ketika suaminya mengajak dia untuk menetap di kediaman ibunya.
" Sama-sama! Terima kasih karena kau sudah memilih untuk menetap bersama kami!" Agnes bahkan sampai meneteskan air matanya merasa terharu bahwa suaminya lebih memilih keluarganya daripada Vivian.
Karena Fic selalu mengabarkan segala hal yang dia lakukan kepada Agnes sejak hari itu.
Agnes juga sudah memasak GPS di dalam ponsel sama suami yang bisa selalu memantau apapun yang dilakukan oleh Fic.
Agnes akan terus berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya bersama dengan suaminya yang sudah berusaha keras untuk mempertahankan dirinya sebagai istrinya yang sah.
' Setiap manusia pernah melakukan kesalahan aku melihat suamiku mau berubah dan mau memperbaiki kesalahannya aku akan memberikan kesempatan kedua demi rumah tangga kami dan juga demi Putraku!' bathin Agnes yang benar-benar merasa terharu melihat perjuangan Fic yang mau berubah.
" Maafkan aku sayang kalau selama ini aku memiliki banyak kesalahan selama menjadi suamimu," Fic benar-benar tidak tahu harus melakukan apalagi tetapi yang jelas dia benar-benar menyesali semuanya.
Agnes terus menatap suaminya, " Sudahlah sayang. Setiap manusia pasti memiliki masa lalu. Aku pun bukanlah manusia yang sempurna! kita berdua akan sama-sama memperbaiki rumah tangga kita untuk menjadi rumah tangga yang sehat bagi kehidupan anak-anak kita ke depannya." Agnes memeluk Fic dengan erat.
Walaupun ada darah yang begitu deras mengalir di hatinya. Akan tetapi demi masa depan anaknya yang baru lahir, Agnes terus berusaha untuk menekan semua lukanya.
' Manusia di atas dunia itu tidak ada yang sempurna!' Kata-kata itu terus di jadikan semacam mantra untuk Agnes bisa berdamai dengan masa lalu Fic yang pernah berhubungan dengan wanita lain di belakangnya.
__ADS_1
Setelah dinyatakan sehat oleh dokter. Agnes pun kemudian kembali ke rumah dan melakukan acara yang cukup meriah untuk merayakan kelahiran Putra mereka.
Stanley dan Sakinah pun menghadiri acara untuk anaknya Fic dan Agnes.
" Alhamdulillah Mark lahir dengan selamat!" ucap Stanley bahagia sekali.
" Mark??" tanya Fic menatap kepada bos besarnya.
" Yah aku memberi nama anakmu Mark Lorez. Bukankah itu sangat bagus?" tanya Stanley dengan senyumnya yang begitu menawan.
Sakinah cubit pinggang suaminya yang Seenaknya saja memberikan nama untuk anak Fic dan Agnes.
" Sifatmu yang suka mengatur segala sesuatu itu harus sedikit kau kurangi!" Sakinah melotot kepada suaminya yang auto meringis karena mendapatkan hadiah spesial dari istrinya.
" Tidak apa-apa aku suka kok nama yang diberikan oleh Bos Besarku. Mark Lorez. Itu di ambil dari nama belakang keluargaku juga!!" Agnes baru mengetahui kalau ternyata suaminya masih termasuk keluarga bangsawan dari Finlandia.
Di Finlandia keluarga Lorez adalah keluarga yang sangat terkenal dan memiliki banyak sekali usaha dan juga anak buah yang sangat banyak sekali.
" Ayolah Fic!! Apakah benar kalau kau setuju dengan nama yang diberikan oleh suamiku?" Sakinah seperti tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Fic.
Bisa saja kan Kalau Fic melakukan itu hanya karena merasa takut ataupun tidak enak kepada Stanley sebagai bosnya sehingga menerima begitu saja nama yang diberikan oleh suaminya.
" Sungguh Nyonya! Saya benar-benar sangat menyukai nama itu!" Fic mengulas senyum kepada Sakinah.
Agnes sebenarnya masih merasa marah kepada Stanley yang malah membantu suaminya untuk menutupi kebobrokan tingkah lakunya di luar sana. Akan tetapi Agnes kemudian menyadari bahwa semua itu adalah usaha mereka untuk melindungi rumah tangganya bersama dengan Fic.
" Terima kasih atas kehadiran kalian berdua yang jauh-jauh mau datang kemari demi menghadiri acara Mark." Agnes tersenyum kepada syakinah yang selama beberapa tahun pernah menjadi atasannya.
Sakinah merasa senang rumah tangga Agnes dan Fic baik-baik saja. Walaupun Agnes juga pasti merasakan kesedihan apabila rumah tangganya bermasalah dengan Fic.
Hampir saja rumah tangga Sakinah dan Stanley bermasalah ketika Stanley berusaha untuk menyelamatkan keluarga Agnes dan Fic yang hampir karam dan tenggelam karena perbuatan Vivian yang terus mengganggu dan menteror mereka.
Fic sudah mendapatkan laporan dari Stanley bawa sekarang Vivian sudah kembali ke Swiss dan menetap di sana. Bahkan Stanley pun melaporkan bahwa sekarang Vivian sudah menikah dengan laki-laki lain di sana.
Stanley dan sakinah bertemu dengan Vivian ketika mereka melakukan perjalanan ke Swiss untuk menengok Andin dan juga suaminya dalam rangka bulan madunya.
__ADS_1