Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
25. Bertemu teman


__ADS_3

Setelah mendapatkan izin dari Stanley. Sakinah terlihat langsung masuk ke dalam mobil bersama dengan Bodyguard yang dikirimkan suaminya untuk menjaga dirinya.


" Antarkan aku ke cafe Rosemary!" perintah Sakinah kepada sopir yang langsung menuruti perintahnya tanpa banyak bicara.


Sakinah tahu bahwa dirinya saat ini tidak punya pilihan lain. Selain pasrah menerima nasibnya menjadi istri seorang Stanley yang memiliki banyak anak buah dan juga bisnis haram yang berada di bawah tanggung jawabnya.


Sakinah memutuskan untuk menunggu janji Stanley di wujudkan dengan sebuah aksi yang mengatakan akan sedikit demi sedikit berusaha mewujudkan permintaannya.


" Kalian sudah lama kerja dengan Tuan kalian?" tanya Sakinah kepada para Bodyguard yang sejak tadi hanya diam saja tanpa percakapan apapun di antara mereka. Benar-benar seperti boneka hidup yang dipajang di dalam mobil sungguh membuat Sakinah sangat frustasi.


Sakinah hanya menelan salivanya dengan kasar karena pertanyaannya tidak mendapatkan tanggapan apapun dari mereka.


" Kalian benar-benar membuatku kesal! Aku akan mengatakan kepada suamiku untuk memecat kalian menjadi Bodyguard ku kan aku tidak suka dengan cara kerja kalian!" ucap Sakinah dengan kesal sekali karena dia sejak tadi berbicara tetapi tidak ada yang menanggapi satu orang pun.


" Maafkan kami Nyonya. Bukannya kami tidak sopan kepada anda. Tetapi Tuan Stanley sudah berpesan kepada kami untuk tidak terlalu dekat dengan anda karena dia sangat tidak menyukai hal itu!" ucapnya sambil menunduk dan tidak berani menatap Sakinah.


" Memangnya dia tahu kalau kalian berbicara dan dekat denganku?" tanya sakinah merasa kesal setengah mati.


" Tidak ada yang tidak diketahui oleh Tuan Stanley Nyonya. Tuan Besar Stanley telah meletakkan alat perekam dan juga CCTV di mobil ini. Dan juga perekam di tubuh kami!" ucap kepala pengawal dengan suara lirih. Karena bagaimanapun dia tidak mau kalau sampai Stanley mendengarkan perkataannya kepada Sakinah.


" Ya Tuhan. Apakah suamiku segila itu? Sehingga dia mempunyai sifat tidak percaya kepada siapapun?" tanya Sakinah benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia dengarkan.


Sakinah kemudian melihat ke sekeliling mobil yang dia tempati saat ini.


Saat matanya menatap sebuah kerlip lampu di atas dashboard mobil. Seketika hati Sakinah kesal setengah mati.


" Apakah kau segila itu sampai harus mengawasi semua orang yang ada di dekatmu? Kau benar-benar menyebalkan!" ucap Sakinah sambil melihat ke arah kamera yang saat ini sedang berkedip-kedip ke arahnya.


Sakinah hanya bisa untuk menarik nafasnya dalam-dalam ketika dia mendengar apa yang di katakan oleh Stanley melalui intercom yang tersambung ke dalam ruangan Stanley.


" Kau jangan marah seperti itu sayang. Aku melakukan ini adalah demi menjaga keselamatanmu dan juga keamananmu. Aku tidak mau kalau sampai terjadi apa-apa denganmu dan aku tidak tahu apapun!" ucap Stanley menjelaskan segalanya kepada sang istri yang mulai mengelus dadanya karena harus menahan kesabaran yang ekstra luar biasa mempunyai suami seorang pimpinan mafia seperti Stanley.


Sekarang Sakinah mengerti bahwa semua gerak-geriknya di dalam mobil itu diperhatikan oleh suaminya.


" Pak kita ke kantor suamiku saja!" ucap Sakinah memutuskan untuk membatalkan pertemuannya dengan sahabatnya.


' Percuma juga aku bertemu dengan dia. Paling nanti semua percakapanku pasti akan langsung sampai kepadanya dan itu akan berbahaya untuk sahabatku dan juga diriku sendiri!' bathin Sakinah yang merasa tidak nyaman dengan sifat posesif Stanley yang luar biasa mencekiknya.


" Kenapa kau membatalkan pertemuanmu dengan teman kamu sayang? Lakukanlah apa yang kau inginkan aku tidak akan membatasi kegiatan harianmu!" ucap Stanley tampak tersenyum melihat istrinya yang saat ini sedang mengamuk.


" Aku tidak akan bertemu dengan temanku itu. Aku khawatirnya malah nanti kau akan melihat wajahnya di sana. Kemudian tertarik untuk menjadikannya sebagai istri keduamu!" ucap Sakinah asal berbunyi hanya untuk melampiaskan emosinya saja.


Terdengar Stanley yang tertawa terbahak. Ketika dia mendengarkan ucapan istrinya yang terdengar seperti sedang cemburu sungguh Stanley merasa sangat bahagia sekali di buatnya.


" Apakah kau sedang cemburu padaku sayang?" tanya Stanley dengan senyum tengilnya yang membuat Sakinah merasa gemas dibuatnya.


" Cemburu kepalamu? Rasanya kalau kau ada di depanku sekarang, aku pasti akan membuatmu mati kesal!" ucap Sakinah sangking gemasnya dengan kelakuan suaminya yang super absurd.


" Heh jangan bilang kalau kau juga menaruh CCTV di badanku?" tanya Sakinah curiga.

__ADS_1


" Wah tampaknya Itu ide yang bagus. Mungkin aku akan mempertimbangkannya sayang! Hahahaha!" ucap Stanley Sambil tertawa senang sekali.


" Dasar maniak gila!" umpat sakinah benar-benar hilang akal. Stanley benar-benar telah membuatnya menjadi pribadi yang lain dan dia tidak mengenali dirinya sendiri saat ini gara-gara mahluk satu itu.


" Hah Kenapa kau diam sayang?" tanya Stanley merasa khawatir dengan Sakinah yang tiba-tiba saja lebih memilih bungkam dan tidak mau berbicara lagi dengannya.


" Aku lelah dan aku mau tidur. Heh, apa kau tidak bekerja? Apa kau senggang itu huh? Kau sampai selalu mengawasi istrimu ke manapun juga aku pergi. Kau udah hampir sama dengan kuman yang tidak mau pergi meninggalkanku!" ucap Sakinah dengan Ketus karena jujur dia mulai merasa jengkel karena tidak memiliki privasi sama sekali di hadapan suaminya.


" Terima saja nasib Anda nyonya. Dengan menjadi nyonya besar di kediaman Stanley! Tuan Stanley melakukan ini semua adalah demi menjaga keselamatan anda karena dia sangat mencintai anda!" ucap sopir yang saat ini terlihat begitu fokus dengan jalanan.


" Percayalah pada saya Nyonya. Suatu saat anda akan berterima kasih kepada Tuan Stanley yang memberikan penjagaan ekstra untuk keselamatan anda!" ucapan Sopir itu membuat Sakinah benar-benar merinding. Hak itu seperti sedang di ancam ataukah diberikan suatu peringatan tentang sesuatu yang tidak baik.


" Terserahlah aku mau tidur! Dan kalian semua. Mulai besok kalian gunakan mobil sendiri kalau mau mengikuti aku! Jangan bersama denganku karena aku merasa terganggu dengan kehadiran kalian yang udah sama seperti mummy hidup itu yang tanpa ekspresi sama sekali!" ucap Sakinah sambil memejamkan matanya.


Seandainya Sakinah mengetahui derita seorang bodyguard yang memiliki bos besar seperti Stanley, dia tidak akan pernah mungkin mengatakan kata-kata buruk seperti itu kepada mereka.


Kehidupan mereka pun tidak mudah karena seharian mereka harus mengunci mulut mereka. Ketika berada di dekat orang yang diberikan tugas untuk dijaga oleh mereka.


Mereka juga harus selalu berdiri untuk menjaga orang yang menjadi tugas mereka.


Mereka juga harus pasang badan dan mempertaruhkan nyawa mereka ketika orang yang dia jaga berada dalam bahaya.


Nyawa setiap orang yang menjadi seorang bodyguard benar-benar selalu dalam bahaya setiap waktunya.


" Maafkan kami Nyonya, kalau dalam masa pelayanan kami anda tidak puas dengan hasil kerja kami. Kami hanya mencoba melaksanakan tugas kami sebaik mungkin!" ucap kepala pengawal terasa tidak enak hati.


Sakinah jadi merasa bersalah setelah mengatakan kata-kata buruk untuk para pekerja suaminya yang ditugaskan untuk menjaga dirinya.


" Kami mengerti maksud Anda nyonya. Hanya saja kami benar-benar harus memastikan keselamatan anda. Hanya dengan menjaga anda dalam radius terdekat membuat kami bisa maksimal menjaga!" Sakinah akhirnya menyerah karena memang percuma juga berbicara dengan mereka yang pasti memiliki tugas dan juga kewajiban sendiri dari Stanley yang sudah mempekerjakan mereka untuk menjaganya.


Setelah sampai di kantor Sakinah langsung menuju kamu ruangan suaminya.


Stanley yang sudah menunggu sejak tadi kedatangan istrinya, dia tampak menyambut kedatangan istrinya dengan perasaan bahagia yang jelas tergambar di wajahnya yang tampan.


" Apa kau bisa membiarkan ku pergi sendiri saja? Minimal cukuplah 1 atau 2 orang bodyguard yang bersamaku. Aku tidak nyaman kalau harus pergi dengan 6 orang bodyguard, kau kira aku ini seorang presiden? Lawakan mu sungguh tidak lucu!" ucap Sakinah sambil menatap tajam kepada Stanley yang hanya tersenyum.


Sakinah sebenarnya merasa risih ketika tadi dia datang ke kantor suaminya. Melihat rekan-rekan kerjanya dulu yang menatapnya seakan tidak percaya. Bahwa sekarang dia adalah nyonya Stanley pemilik dari perusahaan yang mereka tempati unt bekerja mencari nafkah untuk keluarga mereka.


Bahkan Sakinah melihat tadi teman-temannya menundukkan kepalanya dengan begitu takjim seakan begitu menghormatinya.


Sakinah ingin dihargai oleh mereka sebagai dirinya sendiri bukan karena Stanley ataupun kebesaran nama suaminya.


" Duduklah dulu di sofa sayang. Aku akan menyelesaikan pekerjaanku sebentar. Setelah itu kita berdua bisa keluar untuk makan malam bersama!" ucap Stanley seakan tidak memperdulikan protes dari istrinya yang sejak tadi misuh-misuh dan terus cemberut.


" Apa Kau tidak mendengarkan perkataanku?" tanya Sakinah mulai kesal sekali.


" Aku mendengar semua percakapanmu di mobil dan aku juga mendengar semua keluhanmu di sini. Tenanglah sayang. Aku juga akan memikirkan yang terbaik agar bisa tetap menjaga keselamatanmu dan juga menjaga kenyamananmu!" ucap Stanley sambil mencium bibir Sakinah yang auto diam setelah di bungkam oleh Stanley dengan ciuman membara dan penuh hasrat.


Sakinah langsung mendorong tubuh Stanley agar menjauh darinya. Karena dia yang paling mengenal suaminya selama ini.

__ADS_1


Stanley kalau sudah di bangun kan maka akan sulit untuk menidurkan dia. Sungguh Sakinah tidak mau bermain api.


" Lanjutkanlah pekerjaanmu. Aku akan menunggumu di sini!" ucap Sakinah sambil duduk manis di sofa.


Stanley tampak tersenyum melihat Sakinah yang sekarang mulai jinak dan bisa diajak bicara baik-baik olehnya.


" Sayang kalau kita olah raga sebentar kayaknya ga masalah bukan?" bisik Stanley di telinga Sakinah.


Sakinah auto merinding mendengarkan bisikan tersebut di telinga nya. Rasanya seperti ada setan lewat yang tiba-tiba saja menyentuh dirinya.


" Kerjaklah! Atau Aku tidak akan pernah mengunjungimu di kantor lagi!" ancam Sakinah dengan raut wajah memerah karena malu. Bagaimana tidak? Stanley menawarkan hal paling gila dalan hidupnya.


Kantor Stanley terbuat dari kaca transparan. Jadi apapun yang dilakukan di dalam ruangan itu bisa terlihat dengan jelas oleh anak buahnya yang lainnya yang berada di luar.


Tampaknya Stanley mengerti dengan arti tatapan sang istri.


" Besok aku akan merombak semua ruangan ini, sehingga kita berdua bisa berolah raga tanpa di lihat oleh siapapun!" ucap Stanley.


" Oh biar kau bebas menggoda para karyawanmu yang seksi itu? Hmmm?" tanya Sakinah dengan tatapan membunuh yang membuat Stanley benar-benar tidak bisa berkutik.


" Tidak mungkin aku melakukan itu! Sejak aku menikah dengan kamu, aku sudah bertobat dari perbuatan seperti itu! Percaya padaku Sayang!" ucap Stanley lagi dan berusaha mendekati sang istri.


Tangan Stanley mengaktifkan tirai yang auto menutup ruangannya menjadi gelap kacanya dan tidak akan ada yang bisa melihat aktifitas mereka di dalam sana.


Sakinah auto melotot melihat apa yang Stanley lakukan sekarang. Akan tetapi terlambat baginya karena Stanley sudah berhasil mendapatkan apa yang dia mau.


Stanley hanya menatap istrinya dengan senyum penuh kemenangan.


" Dasar mesum!" ucap Sakinah sambil membereskan pakaiannya yang tadi berantakan gara-gara Stanley yang barbar.


Stanley hanya tersenyum bahagia. Kemudian dia pun kembali ke bangku kebesarannya dan melanjutkan pekerjaannya yang tadi hanya tinggal sedikit saja. Akan tetapi terpaksa dia tinggalkan setelah kedatangan Sakinah ke dalam ruangannya.


Sakinah yang merasa kelelahan setelah berolah raga kilat dengan suaminya. Akhirnya tanpa disadari dia malah tertidur di sofa karena terlalu lama menunggu sang suami.


Stanley hanya tersenyum melihat Sakinah yang begitu damai dan terlelap dalam tidurnya.


" Sepertinya aku benar-benar harus segera merombak ruangan ini. Agar istriku bisa beristirahat dengan nyaman ketika dia datang kemari. Aku akan membeli sebuah ranjang dan juga kasar yang akan ditempatkan di ruangan istimewa tempat kami bercinta nanti!" baru membayangkannya saja Stanley sudah senyum-senyum sendiri apalagi kalau ruangan itu sudah benar-benar ada.


Tanpa disadari waktu pulang kantor pun akhirnya tiba dan Stanley kemudian langsung menggendong istrinya yang masih terlelap dalam tidur menuju mobilnya.


Semua karyawan yang berada di kantor Itu tampak begitu terkesiap. Ketika mereka semua melihat Stanley yang dengan begitu gagah perkasa menggendong sang istri tercinta sampai menuju mobil mereka.


" Wah Aku tidak menyangka kalau Tuan Stanley ternyata begitu mencintai Sakinah teman kerja kita. Aku dulu berbuat salah tidak ya kepada Sakinah? Aku takutnya kalau nanti dia mengadu-adu kepada Tuan Stanley dan memecatku!" ucap salah satu rekan kerja Sakinah yang dulu satu divisi dengannya.


" Ya ampun kau itu seperti tidak kenal dengan Sakinah saja. Dia itu seorang perempuan yang baik dan tidak mungkin mengadu- adukan kita kepada Tuan Stanley!" ucap yang lainnya yang langsung disetujui oleh teman yang lain.


" Sudah ayo kita pulang jangan sampai nanti percakapan kita ini sampai ke telinga Tuan Stanley kalian tahu kan Tuan Stanley itu memiliki mata-mata di mana-mana!?" ucap Kepala Divisi di tempat Sakinah dulu bekerja di kantor milik Stanley.


Mereka pun kemudian bubar jalan dan kembali ke rumah mereka masing-masing.

__ADS_1


Sementara Stanley memerintahkan kepada Bodyguard dan juga sopirnya untuk pulang sendiri. Karena dia akan menyupir sendiri mobilnya dan menikmati waktu romantis bersama sang istri tercinta hanya berdua saja.


__ADS_2