
Stanley mendengarkan semua alibi yang diberikan oleh Markus.
" Bagaimana kalau kalian serahkan saja seluruh perusahaan kalian yang ada di Indonesia kepadaku dan minggatlah kalian semua dari Indonesia!" ucap Stanley memberikan toleransi.
" Apa? Bukankah itu sangat keterlaluan?" tanya Markus merasa tidak terima dengan apa yang diinginkan oleh Stanley.
" Itu sama saja dengan kalian merampok ku!" protes Markus.
" Saya rasa itu adalah harga yang pantas untuk kekurang ajaran putrimu dan juga keponakan kamu!" ucap Stanley dengan geram.
" Pergilah dari Indonesia dan jangan pernah kembali lagi kemari. Bubarkan organisasi-mu dan serahkan semua asetmu yang ada di Indonesia atas namaku. Maka kau boleh membawa pergi keponakan dan juga putrimu dari sini dengan selamat dan aku akan menganggap masalah di antara kita selesai!" ucap Stanley dengan damai Sentosa.
Seakan hal itu bukanlah masalah yang berat baginya. Padahal bagi Markus hal itu sama saja dengan kiamat.
Bagaimana mungkin Markus bisa merelakan bisnisnya yang ada di Indonesia yang bernilai triliunan hanya untuk menyelamatkan putri dan juga keponakannya yang bengal?
" Papa lepaskan saja! Apakah Papa tidak sayang denganku?" tanya Sabrina sambil menatap tajam ke arah ayahnya.
" Diam kau! Gara-gara kau aku harus mengalami nasib buruk seperti ini! Dasar anak kurang ajar!" maki Markus yang kesal luar biasa kepada Sabrina.
Sabrina langsung menundukkan kepalanya karena dia merasa takut kepada ayahnya.
Seumur-umur Sabrina baru dibentak kali ini oleh sang ayah tercinta. selama ini Sabrina adalah anak kesayangan Markus dan dia selalu berperilaku Arogan dan sombong karena merasa memiliki dukungan ayahnya yang seorang mafia dari Meksiko yang sangat terkenal dan kejam.
Tetapi Sabrina baru melihat bahwa sekarang ayahnya mati kutu dan mati gaya berada di hadapan Stanley yang gagah perkasa dengan aura mematikan yang terpancar dari wajahnya yang keras dan tegas.
Aura dingin yang terpancar dari mata Stanley benar-benar sanggup membekukan siapapun yang menetapnya.
__ADS_1
Kehangatan mata Stanley hanya dia tujukan kepada Sakinah dan Fic. Orang terdekat nya.
" Setidaknya kau harus membayar aku bukan kalau kau menginginkan aku memberikan semua asetku di Indonesua? Apalagi uang cash yang aku bawa hari ini lumayan besar jumlahnya. Tidak mungkin kan itu hanya bernilai sampah untukmu?" tanya Markus mencoba untuk bernegosiasi dengan Stanley.
Stanley tertawa terbahak mendengarkan semua penuturan Markus yang terkesan begitu melawak baginya.
" Kau Lihatlah layar yang ada di hadapanmu itu!" Tunjukkan Stanley kepada Markus yang langsung melotot sempurna ketika melihat anak dan istrinya yang lain serta kedua orang tua Matteo sekarang tengah berada di dalam kekuasaan Stanley.
" Kau penjahat!" ucap Markus marah kepada Stanley.
Stanley tertawa terbahak-bahak mendengarkan Makian dari Markus.
" Aku hanya belajar dari kelicikan yang pernah kau lakukan sekitar 20 tahun yang lalu. Ketika kau merampas bisnis keluargaku dari ayahku. Apa kau lupa Markus Alberto?" tanya Stanley yang seketika menatap tajam Markus yang begitu terkejut mendengarnya.
" Apa maksudnya? Siapa kamu?" tanya Markus yang mulai panik karena rahasianya dibongkar satu persatu oleh Stanley.
" Sewaktu aku masih berusia 5 tahun. Bukankah kau menculikku? Kau menyandera seluruh keluarga kami hanya untuk menekan Ayahku agar memberikan semua asetnya kepadamu! Apa kau ingat sekarang?" tanya Stanley yang kemudian bangkit dan mendekati Markus yang sekarang sudah semakin pucat wajahnya.
" Aku hanya mengambil apa yang menjadi milik keluargaku darimu Markus. Bukankah itu sesuatu yang adil?" tanya Stanley yang menodongkan basokanya ke kepala Markus.
Sabrina dan Mateo benar-benar sangat terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Stanley bawa ternyata ada sejarah kelam di balik keluarga mereka berdua di masa lalu.
Dan bodohnya mereka telah dijadikan alat untuk Stanley membalaskan dendamnya tanpa harus banyak mengeluarkan usaha.
' Dasar kau Sabrina otak udang! Gara-gara kau sekarang keluarga Alberto harus kehilangan segalanya!' rutuk Sabrina di dalam hatinya.
Markus yang sudah gemetar ketakutan melihat Basoka yang siap-siap untuk ditarik pelatuknya oleh Sherly. Dia bahkan sudah terkencing-kencing di celana karena takut kalau Stanley sampai kepleset jari tangannya dan meletuskan Basokanya di kepala dia.
__ADS_1
" Baiklah, baiklah! Aku akan menyerahkan semua aset milik keluargamu yang dulu aku rampas. Sekarang lepaskanlah Kami semua!" ucap Markus dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya karena sangking ketakutan yang luar biasa.
Ratusan anak buah Stanley sudah mengepung mereka dan dia sudah tidak bisa berkutik sama sekali. Bahkan anak buahnya di luar mansion Stanley sudah bertekuk lutut dan tidak mampu bergerak apapun.
Dengan perasaan lunglai dan juga tidak rela. Markus kemudian menandatangani surat kuasa pelimpahan aset-asetnya yang ada di seluruh Indonesia kepada Stanley.
Dengan dihadiri oleh pengacara dan juga Notaris yang sudah dipersiapkan oleh Stanley.
Setelah semuanya beres. Stanley kemudian membiarkan Markus, Sabrina dan Matteo, beserta semua anak buah yang tadi dibawa olehnya untuk meninggalkan Mansion miliknya dengan aman.
" Akhirnya semuanya selesai dan aku telah mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milikku!" ucap Stanley merasa lega Setelah semua anak buah Markus meninggalkan mansionnya.
Setelah dipastikan semuanya telah aman, Stanley pun kemudian menyusul Sakinah dan Fic yang telah diungsikan ke pulau pribadi milik Stanley yang berada di tempat yang paling rahasia yang hanya diketahui oleh Fic dan Stanley.
" Akhirnya semuanya selesai sayang! Aku datang!" ucap Stanley merasa sangat bahagia sekali bahwa misinya telah selesai dan tanpa ada pertumpahan darah sedikitpun di pihak mereka.
Sementara itu sakinah dan Fic yang sekarang sudah berada di Pulau pribadi milik Stanley mereka terkejut saat tiba-tiba saja mereka telah di sergap oleh pasukan elit yang di kepalai oleh Robert.
" Apa kabarnya Fic? Lama kita tidak bertemu!" ucap Robert dengan senyum menyebalkan yang membuat Fic kesal setengah mati.
" Sedang apa kau di sini Robert?" tanya Fic tetap berusaha untuk tenang karena dia tahu bahwa menghadapi orang seperti Robert tidak harus panik.
Kalau dia bisa mengendalikan situasi dia bisa membujuk anak buah yang dibawa oleh Robert untuk menjadi anak buahnya.
" Aku sudah menunggu kedatangan kalian sejak kemarin. Tentu saja untuk merebut organisasi dari tangan Stanley yang sombong itu!" ucap Robert yang benar-benar membuat Sakinah sangat kesal.
" Aku tidak tahu apa yang kau inginkan dari suamiku. Tapi, cepat katakan padaku! Kenapa kau melakukan ini?" tanya Sakinah yang sampai saat ini masih mempertahankan sikap coolnya dan tetap tenang setenang air lautan yang dalam.
__ADS_1