
Keesokan harinya Meteo dan Sabrina membuat sebuah rencana untuk bisa memisahkan Stanley dan Sakinah.
" Kau yakinkan, rencana ini akan berhasil?" tanya Sabrina sambil menatap Matteo yang saat ini sedang mengawasi kediaman Stanley yang dijaga ketat oleh para pengawal dan juga para pekerja yang bekerja di mansion milik Stanley yang sangat besar luar biasa.
" Wah gila mansionnya luar biasa. Apa kita bisa menembus pertahanan mansion ini? Kau bisa melihatnya bukan? Penjagaan di mansion ini benar-benar sangat luar biasa. Hampir di setiap sudutnya ada penjaga dan kamera CCTV di mana-mana akan sulit untuk kita bisa masuk ke dalam sana!" ucap Matteo yang langsung lemas seketika melihat semua penjagaan di kediaman Stanley yang luar biasa ketat dan nyaris tanpa bisa di tembus.
" Ah cemen lo! Laki-laki juga takut dengan yang kek ginian!" ucap Sabrina sambil menjebikkan bibirnya mengejek Matteo.
" Bukan masalah seperti itu! Masalahnya kita tetap harus realistis. Jangan sampai kita nanti malahan mati konyol di dalam sana!" ucap Matteo membela diri karena bagaimanapun dia tidak terima kalau dibilang pengecut oleh Sabrina.
Sabrina dan Matteo adalah pasangan bengal yang selalu memberikan kepusingan kepada kedua orang tuanya dengan semua kelakuan absurd mereka.
" Kita harus menggunakan akal bukan dengan tenaga. Bagaimanapun akan sulit untuk menembusnya. Tetapi pasti ada suatu jalan untuk kita bisa masuk ke sana tanpa harus membuat kecurigaan!" ucap Matteo yang terus berpikir ekstra agar mereka bisa segera masuk ke mansion milik Stanley dan bisa melaksanakan rencananya untuk menjebak Sakinah di mansionnya sendiri.
Pada saat Matteo sedang berpikir keras untuk bisa menembus pertahanan mansion milik Stanley, tiba-tiba Mereka melihat mobil masuk ke dalam Mansion dan berhenti tepat di pos penjagaan.
" Ayo kita masuk ke dalam mobil itu!" ucap Sabrina yang langsung menarik tangan Matteo untuk mengikutinya dan masuk ke dalam mobil pick up yang membawa bahan-bahan makanan untuk keperluan mansion.
Kediaman Stanley bisa dikatakan hampir sama dengan satu buah RT. Pengawal bayangan yang ada di dalam mansion itu saja lebih dari 100 orang. Belum Lagi para pekerja mansion dan pengawal biasa. Jadi setiap hari bahan makanan selalu masuk ke dalam mansion itu dengan jumlah yang luar biasa banyaknya.
Bisnis Stanley memang luar biasa banyak yang legal maupun ilegal dan setiap bulannya perputaran uang hampir miliaran dalam rekening pribadinya. Jadi dia tidak masalah kalau harus mengeluarkan begitu banyak uang untuk memelihara para anak buahnya yang setia kepada dirinya dan juga organisasinya.
Bagi Stanley nyawa lebih berharga daripada uang dan dia bisa mengorbankan apa saja demi keselamatan keluarganya.
Karena kekuatan pertahanan di dalam Mansion miliknya yang begitu kuat dan ketat. Hal itu yang menjadi sebab para musuhnya tidak ada yang berani untuk melawan Stanley apalagi mencari masalah dengannya.
Harga yang sangat mahal yang harus dibayar oleh Stanley untuk nilai sebuah ketakutan dan sebuah kewaspadaan dari musuh-musuhnya yang selalu mencari masalah dan perkara kepada stainless sebagai ketua organisasi bawah tanah yang memiliki banyak bisnis terlarang yang tidak terdaftar.
Bahkan pihak aparat pun tidak ada yang berani menyentuh Stanley karena takut dengan kekuatan yang dia miliki.
Begitu Mereka melihat mobil mulai berhenti. Sabrina dan Matteo langsung meloncat dari mobil karena mereka takut kalau sampai mereka diketahui oleh para penjaga yang menjaga mansion itu.
" Gila ya ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa!" ucap Matteo yang sejak tadi terus mengelus dadanya yang berdebar sangat kencang sekali.
" Benar sangat menguras energi dan Adrenalin!" ucap Sabrina yang tidak kalah berdebar seperti Matteo.
Mereka berdua pun kemudian mulai masuk ke bagian dalam Mansion dan berusaha untuk menghindari CCTV yang menyorot wajah mereka.
Sementara itu Stanley yang sekarang sedang ada di ruang kerjanya. Stanley sudah melihat kehadiran mereka berdua sejak tadi. Tetapi dia tetap membiarkan mereka melakukan aksinya. Dia pun memerintahkan kepada anak buahnya untuk tetap beraktivitas seperti biasa. Agar kedua tamu tak diundang itu tidak merasa kalau mereka sudah tertangkap oleh pemilik rumah.
Penjagaan dan juga pengawasan mansion milik Stanley sudah canggih dan tidak bisa dianggap remeh oleh siapapun. Oleh karena itu mansion milik Stanley adalah tempat paling aman bagi pemiliknya.
" Mau apa dua cucunguk itu menyelinap masuk ke dalam mansion ku? Apa mereka sudah bosan hidup?" tanya Stanley yang terus memperhatikan gerak-gerik mereka melalui CCTV yang bergerak 360° mengikuti gerakan manusia yang di rekamnya.
__ADS_1
Stanley mengerutkan keningnya ketika melihat Matteo yang sekarang sedang mengendap-ngendap dan mendekati Sakinah.
" Aku pikir itu adalah istri dari Stanley. AKu akan membuat dia pingsan dengan membius dia dan kemudian akan kubuat dia tidur denganku. Pasti akan mengundang salah paham bagi Stanley. Kok diam di sini saja dan beritahu aku kalau ada apa-apa. Ok?" ucap Matteo memberikan instruksi kepada Sabrina yang langsung memberikan dua jempolnya.
" Aku akan mau mengabulkan semua permintaanmu kalau sampai Stanley dan istrinya bercerai dan dia menikah dengan aku!" ucap Sabrina dengan penuh kebanggaan kepada Matteo.
Stanley sudah mengepalkan dua telapak tangannya ketika dia mendengarkan pembicaraan dari Matteo dan Sabrina.
" Dua cecunguk brengsek itu, mereka pikir mereka adalah orang-orang pintar yang bisa menghindariku. Kita lihat seberapa pintar kalian. Sehingga berani menantang kekuasaan seorang Stanley yang hebat!" Stanley benar-benar geram dengan apa yang dilakukan oleh Matteo dan Sabrina yang saat ini sedang mengincar Sakinah yang sedang membaca buku di ruang tengah.
Stanley memang melarang anak buahnya untuk mengganggu kegiatan istrinya ataupun menampakan wajah di hadapan Sakinah. Karena Sakinah merasa tidak nyaman ketika selalu merasa diawasi oleh anak buah Stanley akan tetapi CCTV 24 jam selalu memantau kegiatan istrinya.
Terlihat Matteo yang membekap wajah Sakinah dengan sapu tangan yang sudah di berikan obat bius sampai Sakinah pingsan dan kemudian dia mengangkat tubuh Sakinah yang sudah buncit dengan bantuan Sabrina untuk masuk ke dalam sebuah kamar yang seakan-akan Sakinah dan Mateo melakukan hubungan badan.
Sungguh konyol apa yang sedang mereka lakukan dan benar-benar membuat Stanley sangat marah di buatnya.
Fic yang saat ini sudah waspada terus memperhatikan semua yang dilakukan oleh dua orang bodoh itu. Mereka merasa sudah berhasil dengan rencana mereka. Karena sejak tadi tidak ada yang menghalangi ataupun mencegah perbuatan mereka.
Ketika Matteo hendak membuka pakaian Sakinah. Seketika pintu kamar itu langsung didobrak oleh Stanley yang merasa tidak terima tubuh istrinya disentuh oleh laki-laki lain. Sakinah yang saat ini masih pingsan akibat pengaruh obat bius. Dia tidak tahu apa yang terjadi di dalam ruangan itu. Di mana saat ini suaminya sedang mengamuk besar kepada Sabrina dan Matteo yang sudah berani mati mengusik ketenangan seorang Stanley yang sedalam lautan.
" Kyrung dua manusia lancang ini di penjara bawah tanah dan pukul kedua tangan pria lancang itu yang sudah berani menyentuh tubuh istriku sampai hancur! Jangan memberikan ampun kepada mereka berdua siksa mereka sampai mati!" ucap Stanley memberikan perintah kepada pengawalnya yang tadi sudah diajak untuk menangkap mereka berdua.
Mendengarkan perintah dari standing Matteo dan Sabrina sudah pucat pasti dan sudah ketakutan.
Seketika Matteo merasa menyesal karena dia sudah mengikuti apa yang diinginkan oleh Sabrina yaitu menjebak Sakinah untuk memisahkan Stanley dan istrinya.
" Pastikan kalian mengebiri laki-laki itu dan berikan kepada anjing!" perintah Standley benar-benar sangat menakutkan dan Matteo sampai terkencing-kencing dibuatnya.
Matteo sampai merangkak menuju ke arah Stanley dan bersujud di bawah kakinya. Dia meminta pengampunan dan pembebasan dari suami yang sedang dimakan api cemburu dan kemarahan karena istrinya yang sudah dipegang-pegang oleh Matteo dengan mata kepalanya sendiri.
Ketika Mattteo makin mendekat kepadanya, Stanley dengan tanpa perasaan dan dia langsung menendangnya hingga terpental jauh. Membuat Mateo meringis kesakitan bahkan kepalanya sampai membentur tembok.
Sabrina yang merasa tidak tega melihat sahabatnya diperlakukan tidak manusiawi oleh Stanley dia pun langsung berdiri dan menantang pria tampan itu.
" Berani-beraninya kau mengurung anak seorang Marcus Alberto! Apa kau sudah bosan hidup Stanley?" tanya Sabrina sambil berkacak pinggang di hadapan standing yang mulai melotot kepadanya.
Walaupun Sabrina terlihat begitu gagah dan begitu meyakinkan. Tapi sesungguhnya hatinya saat ini benar-benar sedang galau dan kalang kabut. Dia ketakutan kalau sampai Stanley tidak menganggap penting nama Markus Alberto sang ayah tercinta.
Namun reaksi Stanley benar-benar di luar dugaan Sabrina karena Stanley malah tertawa terbahak-bahak mendengarkan perkataannya.
" Walaupun kau membawa 100 Markus Alberto ke kediamanku aku tidak takut sama sekali!" ucap Stanley sambil menghempaskan tubuh Sabrina ke lantai.
" Kurung mereka berdua di ruang bawah tanah dan hubungi Marcus Alberto minta tebusan untuk kepala mereka berdua masing-masong senilai 200 miliar. Kalau besok tidak dikirimkan uangnya, langsung kirimkan saja kepala mereka berdua kepadanya!" perintah Stanley kepada anak buahnya yang langsung menyeret mereka berdua ke ruangan bawah tanah.
__ADS_1
Mendengarkan perintah dari Stanley hati Matteo makin menciut tidak mungkin ayahnya memiliki uang 200 miliar. Apalagi Matteo tahu kalau ayahnya adalah orang yang sangat pelit kalaupun memiliki uang itu lebih baik dia membiarkan dirinya mati daripada harus kehilangan uang sebanyak itu untuk Stanley.
Tubuh Matteo sejak tadi sudah gemetar ketakutan mendengarkan perintah dari Stanley kepada anak buahnya.
Sabrina yang melihat sahabatnya sudah mati kutu dan mati gaya karena bisa mendengus kesal karena rencana yang gagal total.
" Lihatlah rencana bodohmu malah membuat kita harus kehilangan banyak uang!" sungut Sabrina benar-benar merasa kesal kepada Matteo yang telah memberikan ide bodoh dan goblok kepada dirinya.
Sejujurnya Sabrina juga merasa ragu-ragu. Apakah ayahnya mau bersedia mengeluarkan uang 200 miliar hanya untuk menyelamatkan dirinya yang terkenal sebagai anak bengal yang selalu melawan ayahnya.
Tanpa terasa air mata mulai mengalir di kelopak mata Sabrina. Saat dia mulai membayangkan bahwa ayahnya tidak peduli dengannya dan membiarkan dia mati mengenaskan di tangan Stanley.
" Ayahku pasti tidak akan mau mengeluarkan uang 200 Miliar untuk membebaskan gadis bengal seperti aku. pasti dia lebih memilih untuk bersenang-senang dengan kapal pesiar bersama para pelacurnya! Hiks hiks! betapa malangnya nasibku!" ucap Sabrina sambil menangis tersedu-sedu membuat Matteo menjadi sedih juga.
Tanpa terasa Matteo yang mengulurkan telapak tangannya dan memeluk bahu Sabrina yang sejak tadi terus saja menangis sesegukan karena sedih.
" Bukan cuma kamu yang tidak akan ditebus oleh ayahmu. Kau tahu sendiri bukan? Ayahku adalah orang yang sangat pelit.Lebih baik aku mati daripada dia harus kehilangan uang sebanyak itu!" ucap Matteo tidak kalah sedih dengan Sabrina.
Sementara itu Fic sudah mulai menghubungi Markus Alberto dan juga Ayah Matteo. Fic minta tebusan untuk nyawa mereka sebesar 200 miliar per kepala.
" Besok kalian harus mengantarkan sendiri uangnya ke mansion milik Tuan Stanley! ingat kalau kalian sampai membawa kekuatan lain ataupun bala bantuan. Maka kami akan langsung menembak kepala mereka tampa ampun!" ucap Fic ketika dia menghubungi Markus Alberto yang kebetulan sudah sampai ke Indonesia.
Setelah menyampaikan apa yang dipesankan oleh Stanley Fic langsung menutup telepon. Setelahnya Fic kemudian mengirimkan foto dan juga video kedua orang tersebut yang sekarang menjadi sandra mereka.
" Kurang ajar berani sekali Stanley menyandra putriku!" ucap Marcus Alberto dengan menggeram penuh dengan amarah.
Markus kemudian tampak berpikir keras. Bagaimana caranya untuk bisa membebaskan putrinya tanpa harus kehilangan begitu banyak uang. Dia juga segera menghubungi orang tua Matteo untuk mengabarkan tentang berita itu kepada mereka yang sudah mendapatkan telepon yang sama dari Fic.
" Ya ampun ini benar-benar gila! Mereka benar-benar seorang penjahat yang tidak punya perasaan!" umpat ibunya Matteo sambil terus mengurut dadanya yang sesak.
" Bagaimana mereka bisa terdampar di sana? Padahal kemarin Matteo mengatakan kalau dia akan datang ke mari untuk menemui Sabrina untuk bermain-main dengannya. Kenapa sekarang tiba-tiba saja Putraku sudah berada di tangan Stanley penjahat itu?" tanya ayahnya Matteo sambil geleng-geleng kepala.
Dia benar-benar tidak mengerti. Bagaimana mungkin putranya yang selama ini dia kenal sebagai anak yang bengal dan nakal. Akan tetapi tidak sampai kelewatan begitu. Kenapa sampai berani melawan seorang Stanley?
" Mereka sungguh benar-benar mencari mati! kenapa berani sekali menyinggung Stanley yang begitu kejam dan jahat? sekarang Apa yang akan kita lakukan untuk memenuhi tuntutan gila itu?" tanya ayahnya Matteo sampai menatap ayahnya Sabrina yang sedang memijit pelipisnya yang terasa begitu sakit karena mendengarkan ocehan dari ayahnya Matteo sejak tadi.
" Apa kalian bisa diam? Kalau hanya untuk membuat kepala saya pusing lebih baik kalian pulang saja!" usir Markus yang benar-benar sudah frustasi melihat kelakuan dua orang yang ada di hadapannya yang malah membuat kepalanya semakin berdenyut dengan kelakuan mereka.
" Bukannya memikirkan cara bagaimana untuk membebaskan mereka. Kalian malah sibuk untuk menggerutu benar-benar manusia tidak berguna!" umpat Markus benar-benar sangat marah kepada keduanya.
Kedua orang tua Matteo pun kemudian saling menatap satu sama lain dan tidak berani untuk mengatakan apa-apa lagi. Takut melihat amarah Marcus yang melebihi setan dari neraka. Setidaknya itu yang ada di dalam kepala kedua orang tuanya Matteo yang saat ini sedang gemetar ketakutan menatap mata Mateo yang merah padam karena amarah yang begitu besar di hatinya kepada mereka berdua.
" Maafkan kami berdua kakak. Kau tahu sendiri bahwa kami bukanlah orang sekaya dirimu yang bisa memberikan 200 miliar dengan tanpa pikir panjang bahkan tanpa berkedip sama sekali!" ucap ibunya Matteo sampai gemetar ketakutan.
__ADS_1
" Tidak berkedip kepalamu! Sembarangan saja kau bicara!" hardik Markus Alberto dengan geram luar biasa mendengarkan semua perkataan dari adiknya yang absurd.