
Keesokan harinya Sakinah dengan menggunakan mobil pribadi miliknya. Pagi-pagi sekali dia sudah berangkat ke Jakarta dengan disertai oleh Bi Warsih yang akan menjadi walinya. Ketika nanti dia berbicara dengan kedua mertuanya untuk membayar hutang-hutang ayahnya dan juga meminta perceraian kepada Renaldi yang selama ini tidak pernah menganggapnya sebagai istrinya selama pernikahan mereka lima tahun lamanya.
" Ingat Non Sakinah! Nanti ketika berhadapan dengan mereka, selalu bersikap tenang! Jangan terpancing emosi dengan apapun yang dikatakan oleh mereka!" nasehat Bi Warsih kepada Sakinah yang saat ini sedang fokus menyetir.
Sakinah tersenyum mendengarkan perkataan Bi Warsih yang sangat dihormati dan sudah dianggap sebagai neneknya sendiri.
" Tenanglah! Aku tahu kok apa yang akan aku lakukan ketika kita sampai di sana nanti. Bagaimana pun juga aku mengenal karakter mereka dan aku bisa menghadapi mereka!" ucap Sakinah dengan penuh keyakinan sambil tersenyum kepada Bi Warsih yang merasa senang karena Sakinah sudah bersikap dewasa dalam menghadapi masalah rumah tangganya bersama Renaldi.
Mereka pun kemudian fokus untuk melakukan perjalanan Bi Warsih sampai tertidur di jalan. Karena sangking lelah dan mengantuknya karena telah melakukan perjalanan yang begitu jauh.
Maklum saja selama ini lebih bersih hanya tinggal di desa dan tidak pernah pergi kemanapun dalam perjalanan jarak jauh.
Selama ini tugas-tugas kantor mau pun perusahaan selalu Bi Warsih wakilkan kepada asistennya yang sangat dia percaya untuk mengelola perusahaan milik neneknya Sakinah yang menjadi tanggung jawabnya.
Bi Warsih walaupun terlihat lemah. Tetapi dia adalah seorang pemimpin yang layak dihormati oleh anak buahnya.
Karena selama dia bertugas untuk mengelola perusahaan milik neneknya Sakinah, dia selalu berusaha untuk menerapkan sistem kekeluargaan dan merasa memiliki perusahaan tempat mereka bekerja.
Selama bertahun-tahun lamanya Bi Warsih mengurus perusahaan neneknya Sakinah dengan tangan dingin dan mempercayakan managemen perusahaan kepada orang-orang pintar dan berbakat di bidangnya sehingga perusahaan sekarang berkembang sangat pesat dan maju di segala aspek.
Begitu sampai di kediaman mertuanya, Sakinah pun membangunkan Bi Warsih dan bersiap untuk bertemu dengan orang-orang yang selama ini tidak pernah menghargainya sebagaimana menantu mereka.
__ADS_1
Kedua orang tua Renaldi berperilaku 11 12 dengan Putra mereka yang selama ini selalu menganggap remeh Sakinah karena hutang kedua orang tuanya terhadap mereka.
" Bi ayo bangun kita sudah sampai di kediaman mertuaku!" ucap Sakinah sambil menggoncangkan tubuh Bi Warsih yang tampak begitu lelap dalam tidurnya.
Sakinah juga sudah menelpon seorang pengacara terkenal untuk membantu dia me mediasi pembicaraannya dengan keluarga mertuanya agar membantu dia mendapatkan status janda yang dia inginkan dari Renaldi.
Begitu sampai di kediaman mertuanya, Sakinah sudah disambut oleh pengacaranya yang sudah berbicara duluan dengan kedua mertuanya mewakili Sakinah.
" Selamat datang Non Sakinah, Saya sudah lama menunggu kedatangan Anda!" ucap pengacara Sakinah sambil mengulas senyum kepada wanita cantik itu yang saat ini tengah berpenampilan begitu elegan dan menarik siapa pun yang melihatnya.
Sakinah tersenyum kepada pengacaranya kemudian dia pun mengajak Bi Warsih untuk masuk ke dalam rumah kedua mertuanya yang saat ini sedang menatapnya dengan tajam dan penuh dengan amarah.
" Heh Kau pikir kau siapa berani-beraninya kau meminta bercerai dari Putraku?" tanya ibunya Renaldi dengan suara Ketus ketika bertemu dengan Sakinah yang selama ini selalu dia remehkan dan tak dianggap sama sekali keberadaannya di dalam keluarga itu.
Sakinah meletakkan sebuah koper di depan kedua mertuanya. Kemudian membukanya lalu menyerahkan kepada mereka.
" Isi koper ini akan menjadi milik kalian, kalau kalian berhasil membujuk Putra kalian untuk menyetujui perceraian denganku. Ini adalah uang yang akan saya gunakan untuk membayar hutang Ayahku kepada kalian!" ucap Sakinah dengan suara datar dan tanpa ekspresi apapun di hadapan kedua mertuanya.
Sakinah tahu, berdiri di hadapan mertuanya dengan sikap lemah, hanya akan membuat mereka merendahkannya dan tidak akan pernah memandangnya. Oleh karena itu, Sakinah memilih untuk bersikap arogan di hadapan mereka. Sehingga mereka akan berpikir dua kali untuk merendahkannya.
Ayahnya Renaldi tampak terkejut ketika dia melihat semua uang merah yang ada di dalam koper yang ada di hadapannya saat ini. Bisa diperkirakan ada hampir dari 500 juta.
__ADS_1
" Dari mana kau mendapatkan uang sebanyak itu?" tanya Hutomo dengan nada sombong.
Sakinah menatap sinis kepada ayah mertuanya yang sejak dulu selalu merendahkan dan menghina ayahnya karena memiliki hutang kepadanya.
" Saya rasa bukan masalah anda, untuk tahu dari mana uang ini berasal. Karena sekarang, masalahnya adalah.... bagaimana Anda bisa mendapatkan uang ini untuk menjadi milik anda!" ucap sakinah dengan senyum merendahkan yang dia pelajari dari kedua mertuanya jangan selama ini tidak pernah menghargai dia dan ayahnya.
Hutomo tanpa kesulitan menelan syarifahnya sendiri melihat Sakinah yang telah berubah sangat banyak sekali sejak terakhir kali mereka bertemu sekitar dua bulan yang lalu di kediaman Renaldi.
" Cepat putuskan! Apakah kalian akan membantuku untuk membujuk Renaldi agar menceraikanku atau tidak?" tanya Sakinah.
Tiba-tiba saja Renaldi keluar dari kamarnya dan langsung mengambil koper yang ada di hadapan kedua orang tuanya.
" Mulai hari ini juga, aku Renaldi menceraikan Sakinah bin Revan dengan talak 3. Mulai hari ini kau dan aku tidak memiliki ikatan apapun lagi di dunia ini maupun di akhirat nanti!" ucap Renaldi tanpa memiliki perasaan sama sekali dan langsung membawa pergi koper yang berisi uang itu.
Akan tetapi pengacara Sakinah langsung menghentikan langkah Renaldi.
" Tunggu dulu Tuan Renaldi. Kita harus menyelesaikan perceraian ini ke pengadilan baru anda bisa membawa koper itu dan membawanya sebagai pembayaran hutang ayah Non Sakinah!" Renaldi terkejut mendengarkan pengacara itu memanggil non kepada Sakinah yang selama ini dia anggap sebagai orang miskin yang tak berarti apa-apa di matanya maupun kedua orang tuanya.
Renaldi kemudian menarik nafasnya dalam-dalam. Kemudian dia langsung mengajak Sakinah untuk pergi ke pengadilan untuk mendaftarkan perceraian mereka berdua.
Kedua orang tua Renaldi hanya bisa melihat semua yang dilakukan oleh putranya dengan mata nyalang Karena bagaimanapun, mereka juga sedang pusing dengan permintaan Renaldi yang meminta uang ratusan juta kepada mereka untuk membayar hutang judinya ke kasino.
__ADS_1
Mereka sudah sangat frustasi sekali, ketika mendengar Renaldi mengatakan bahwa organ tubuhnya terancam diambil oleh para mafia itu. Kalau sampai dia tidak bisa melunasi hutangnya kepada mereka.
Oleh karena itu, tadi mereka sangat senang sekali. Ketika melihat Sakinah menyodorkan uang di hadapan mereka yang begitu banyak kepada mereka dan mereka rasa juga tidak keberatan untuk menceraikan Sakinah yang selama ini mereka anggap sebagai orang yang tidak penting bagi hidup anak mereka.