
" Maafkan Aku karena aku tidak bisa menjaga anak kita," ucap Sakinah sambil menangis dalam pelukan Stanley yang sama-sama tidak kuasa melihat air mata istrinya yang berderai begitu sedih. Fic juga merasa benar-benar bersalah karena tidak mampu melindungi Sakinah dan juga bayi di dalam kandungan Sakinah.
" Ini salah Saya nyonya. Saya yang sudah teledor karena tidak waspada dengan serangan musuh," Fic yang selama ini tidak pernah menangis, hari ini bersedih sekali hatinya karena Sakinah yang telah keguguran.
Mark yang sejak tadi terus memperhatikan semua orang yang ada di dalam ruangan. Dia pun tak kuasa untuk tidak menangis. Sungguh! Mark pun sebagai bagian dari organisasi benar-benar merasa kehilangan sekali, karena pewaris mereka yang kini telah meninggal di dalam perut Sakinah.
' Aku harus benar-benar memberikan pelajaran kepada Robert. Agar dia tidak bisa bebas begitu saja! Dia harus mendapatkan pelajaran dari kekurangan ajarannya hari ini!' ucap Mark dalam hatinya.
Setelah Sakinah tidur. Terlihat Stanley yang mengumpulkan beberapa anak buahnya. Di ruangan khusus yang telah dia sewa untuk dirinya dan juga anak buahnya menjaga Sakinah di rumah sakit.
" Kirimlah orang terbaik kita untuk membunuh Robert dan Starla di dalam penjara. Pastikan tidak ada jejak sama sekali. Kedua manusia itu harus diberikan pelajaran atas kekurang ajaran mereka telah membunuh anakku dan juga menyakiti istriku!" ucap Stanley dengan mata berapi-api.
Hati Stanley benar-benar sangat marah ketika melihat air mata Sakinah yang sudah selama beberapa hari terus saja berderai karena sedih kehilangan anak mereka yang bahkan belum di lahirkan ke dunia.
" Aku tidak mau kedua orang itu masih bernafas hingga besok pagi, apa kalian paham?" tanya Stanley dengan emosi.
Mark sangat tahu bahwa Stanley memang sedang bersedih. kehilangan anak adalah sesuatu yang paling menyedihkan di atas dunia begitulah yang saat ini sedang dirasakan oleh Stanley dan Sakinah.
Satu minggu kemudian, Sakinah sudah bisa kembali ke kediaman Stanley. Mereka masih di liputi awan mendung. Hati Sakinah masih belum merelakan bayinya yang telah hilang.
" Sudahlah sayang. Kau jangan sedih lagi. Aku sudah memberikan pelajaran kepada para penjahat yang sudah menyiksamu dan juga menyakitimu. Mereka sekarang sudah mati di dalam penjara dengan mengenaskan." ucap Stanley dengan sendu.
Bagi Stanley kebahagiaan Sakinah adalah segalanya.
__ADS_1
" Kenapa harus membunuh mereka sayang? Kehilangan calon anak kita adalah takdir Allah. Aku sedih karena aku tidak bisa menjaga anak kita. Tetapi aku tidak pernah berharap untuk kematian mereka. Kalau kita juga membunuh mereka, lalu, apa bedanya kita dengan mereka?" tanya Sakinah sedih.
Stanley terkejut mendengarkan perkataan istrinya. Stanley tidak menyangka sama sekali, Sakinah akan memiliki pemikiran seperti itu. Memaafkan penjahat yang sudah menyakiti hati dan fisik istrinya dan juga membunuh anaknya?? Hal itu tidak akan pernah ada di dalam kamus hidup Stanley!
" Sudahlah sayang. Kau tidak usah lagi memikirkan tentang ini semua. Sekarang lebih baik kau fokus dengan kesehatanmu saja. Karena itulah yang jauh lebih baik bagiku saat ini." ucap Stanley merasa malas untuk membahas tentang mereka. Karena dia takut kalau nanti pada akhirnya malah jadi berdebat dengan Sakinah.
" Baiklah aku akan tidur. Kau juga jangan lupa untuk beristirahat!" ucap Sakinah yang malas berdebat dengan suaminya.
Sakinah hanya ingin menjalani hidupnya dengan baik. Tanpa adanya perdebatan dengan Stanley yang pasti hanya akan mengundang kericuhan dan ketidaknyamanan dalam rumah tangga mereka berdua.
Sakinah yang sudah mulai bisa memahami karakter dan sifat Stanley yang memang cenderung keras dan tidak bisa memaafkan sesuatu yang menyakiti orang terkasihnya.
Sakinah Saya berusaha untuk berpikir positif tentang apapun yang dilakukan oleh suami tercintanya. Setelah Stanley keluar dari kamar, terlihat Sakinah yang menatap langit sambil membuka jendela kamarnya. Sakinah belum bisa berjalan terlalu jauh. Karena fisiknya yang masih lemah sekali.
" Ya Allah semoga kelak kami akan dipertemukan salam SurgaMu dan semoga kelak dialah yang akan menarik kami ke Surgamu. Iklaskanlah kami ya Allah untuk menerima cobaan ini!" doa Sakinah.
Sementara itu Stanley yang sekarang sedang berada di ruang kerjanya. Dia terus memperhatikan Sakinah yang ada di dalam kamar mereka.
Stanley sampai menitikan air matanya mendengarkan doa Sakinah yang begitu lirih dan menyayat hati.
" Aku tahu orang yang paling sedih dalam kejadian ini pastilah Sakinah karena dia telah terluka lahir dan batin dan juga harus kena mental akibat kehilangan anak kami," ucap Stanley tidak berhenti terus menatap istrinya.
***
__ADS_1
Sementara itu, Manajer Starla yang sampai saat ini masih belum merelakan kematian artis terkenal yang dia pegang. Dia tampak sedang menyusun strategi untuk pembalasan dendam kepada Stanley dan anak buahnya yang sudah membuat Starla dan Robert meninggal begitu mengenaskan.
" Aku akan buat Stanley menyesal karena sudah membuat Starla mati dengan begitu menyedihkan. Aku akan buat dia tidak akan lupa tentang perbuatannya terhadap Starla." ucap Jenny yang sebenarnya mencintai Starla.
Saat Starla masih hidup, Jenny pernah beberapa kali membujuk Starla untuk menjadi kekasihnya.
Akan tetapi Starla yang memiliki orientasi seksualitas yang normal, dia menolak untuk diperlakukan seperti itu oleh Jenny yang ternyata seorang lesbian.
" Aku akan membuatmu menyesal kalau sudah membunuh wanita yang aku cintai?" jeneh terus menetap foto Starla yang ada di dalam ponselnya.
Jenny sebenarnya sudah tahu. Bahwa alasan dari Stanley begitu menginginkannya nyawa artisnya karena Starla yang sudah membuat masalah dengan Stanley.
Akan tetapi hati yang sudah kadung sakit hati dan juga marah. Tidak pernah bisa melihat kesalahan orang lain. Dia hanya butuh untuk pelampiasan untuk melepas amarahnya karena kematian Starla.
" Aku harus segera membuat strategi untuk membuat hidup Stanley berada di neraka mulai hari ini." ucap Melly dengan penuh dendam dan kebencian.
" Tampaknya kalau aku bisa merayu dan juga membuat istri Stanley berpaling dari Dia, hal itu pasti adalah pembalasan yang paling cantik! Aku akan membuat Sakinah mencintai aku. Aku yakin aku bisa menyimpangkan orientasi seksual dia?!" terlihat Melly yang begitu licik tersenyum sangat menakutkan.
" Aku juga akan menggoda Stanley akan aku buat rumah tangga mereka hancur berantakan sampai tanpa sisa!" ucap Melly yang begitu marah sekali.
Setelah mengatur banyak sekali strategi jitu yang dia nilai akan sanggup membuat Stanley maupun Sakinah terluka.
" Pasti kalau aku sudah membuat mereka berpisah. Perasaan bahagiaku akan 100 kali lipat dari sekarang!" monolog Melly kesal.
__ADS_1