
" Maaf Nyonya nyonya mau pergi ke mana malam-malam begini?" tanya security kepada Sakinah yang membawa mobilnya menuju keluar mansion.
" Tuanmu sedang sakit perut. Dia memintaku untuk membelikan obat buat dia. Karena obat itu habis di box obat. Aku cuma sebentar saja kok. Sudah aku harus segera pergi. Apa kau tega kalau melihat Tuan Stanley kesakitan?" tanya Sakinah sambil melotot ke arah security yang tidak memiliki kecurigaan sedikitpun kepada Sakinah.
" Baiklah Nyonya. Tolong hati-hatilah. Apa perlu saya memerintahkan kepada Bodyguard untuk mengawal anda?" tanyanya.
" Tidak usah. Aku cuma pergi ke Apotek saja yang dekat dari Mansion! Aku pergi dulu. Selamat malam!" ucap Sakinah yang kemudian langsung tancap gas dan meninggalkan Mansion tanpa melirik ke belakang lagi.
" Alhamdulillah akhirnya aku bisa keluar juga!" ucap sakinah merasa sangat lega sekali.
Malam itu juga Sakinah langsung menuju ke kampung halamannya dengan mengebut. Karena dia takut kalau sampai Stanley menyadari tentang kepergiannya dan akan segera mengejarnya.
Sementara itu Stanley yang merasa kehausan pada tengah malam dia pun terbangun.
" Sayang! Apa kau bisa mengambilkan ku air minum? Aku haus sekali!" ucap Stanley sambil menguap.
Stanley mengalihkan pandangannya ke sekeliling kamar dia mengerutkan keningnya ketika melihat kamar yang begitu sunyi.
" Sayang kau di mana?" tanya Stanley yang mulai panik karena sejak tadi tidak melihat keberadaan Sakinah.
Stanley kemudian pergi keluar kamar untuk melihat apakah istrinya ada di ruangan lainnya. Stanley juga melihat balkon yang menjadi tempat favorit Sakinah untuk mencari angin di tengah malam.
" Kamu di mana sih sayang? Kau jangan membuat aku menjadi pusing begini! Keluarlah sayang. Aku ingin minum. Sayang, kan biasanya kamu yang selalu menyiapkan semua kebutuhanku!" ucap Stanley monolog dengan dirinya sendiri.
Stsnley kemudian membuka laptopnya untuk memeriksa CCTV yang ada di semua ruangan di rumahnya.
Stanley memeriksa satu demi satu rekaman pada saat dirinya pergi tidur dan ketika dia melihat rekaman Sakinah yang berada di kamar tamu, matanya melotot sempurna. Ketika melihat istrinya yang mendorong koper yang begitu besar dan memasukkannya ke dalam mobil miliknya.
" Apa yang kau lakukan dengan koper itu sayang?" tanya Stanley seperti orang yang linglung dan bingung.
Stanley kemudian membuka rekaman yang ada di kamar mandi, mata Stanley melotot saat mendengar semua hal yang di katakan oleh Sakinah.
" Ya Allah jadi ternyata Sakinah saat ini sedang hamil? Dia memilih meninggalkanku daripada harus kehilangan kembali anak kami. Ya Allah, Jadi selama ini Sakinah menyalahkanku atas meninggalnya anak kami?" tanya Stanley dalam kesedihannya.
__ADS_1
" Ya Allah ternyata istriku tidak percaya diriku bisa melindungi dia dan anak kami!" hati Stanley benar-benar sangat sedih sekali dan dia merasa seakan dunianya telah hancur.
Stanley bahkan sampai terus menetap nanar semua rekaman yang menampilkan Sakinah yang sedang berusaha meninggalkan mansionnya.
Stanley pun melihat rekaman yang ada di gerbang mansionnya di mana Sakinah meminta izin kepada sekuriti untuk pergi ke apotek.
" Apakah sebegitunya, Sakinah ingin meninggalkan aku? Dia bahkan sampai rela membohongi security? Padahal selama ini Sakinah sangat membenci kebohongan! Ya Allah ternyata di balik sikap agresifnya yang tiba-tiba tadi malam, itu hanyalah hadiah terakhirnya untukku?" tanya Stanley dengan air mata yang terus berderai di pipinya.
Selama semalaman itu Stanley terus duduk di ruang kerjanya. Dia bahkan tidak jadi mengambil air minum yang dia butuhkan ketika tadi bangun tidur. Matanya masih nyala menatap rekaman istrinya.
Sampai subuh Stanley masih terus melihat semua rekaman tentang Sakinah yang berusaha untuk meninggalkan mansionnya.
" Ternyata di balik ke hebatanku sebagai ketua organisasi dan CEO sebuah perusahaan. Istriku sendiri tidak sanggup untuk mempercayaiku! Aku ternyata seorang laki-laki yang sangat gagal. Pasti Sakinah benar-benar sangat menderita selama ini setelah kehilangan anak kami." ucap Stanley.
Sampai subuh akhirnya Stanley terlihat bisa memejamkan matanya. Dia tertidur di kursi yang ada di ruang kerjanya.
Sementara rekaman CCTV masih terus berputar di laptopnya.
Fic yang pagi itu masuk ke ruang kerja Stanley untuk menaruh berkas club malam, terlihat mengerutkan keningnya karena melihat Stanley yang tertidur di ruang kerja.
" Ya Allah Nyonya Sakinah pergi meninggalkan mansion?" tante Fic seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
Fic kemudian memutar ulang semua rekaman yang ada di CCTV untuk mengetahui kejadian jelasnya. Sehingga dia tidak perlu bertanya kepada Stanley untuk mengetahui gambaran besarnya.
" Ya Allah kejadian itu adalah murni kesalahanku. Bukan karena Tuan Stanley. Kalau aku yang waktu itu tidak membujukkan Stanley untuk membawa Nyonya Sakinah ke Pulau, pasti kejadian buruk itu tidak akan terjadi. Nyonya Sakinah sekarang malah menyerahkan Tuan Stanley dan tidak mempercayainya bisa melindungi istri dan anak nya. Tuan Stanley Pasti sangat sedih melihat kenyataan ini!" ucap Fic begitu prihatin kepada Stanley.
Fic kemudian keluar dari ruangan kerja Stanley. Setelah dia meletakkan laporan klub malam di atas meja.
Fic langsung pergi menuju ruangan Security dan bertanya secara langsung pada petugas yang berjaga tadi malam.
" Siapa yang berjaga tadi malam?" tanya Fic dengan wajah serius dan terlihat begitu horor.
" Saya tuan! Ada apa ya Tuan?" tanya security itu sambil ngantuk dan menguap. Karena semalaman dia tidak tidur menunggu Sakinah yang tak kunjung pulang ke Mansion.
__ADS_1
" Kenapa jam segini kau sudah menguap?" tanya Fic kepada security.
" Saya semalaman menunggu nyonya Sakinah kembali dari Apotek. Akan tetapi sampai pagi ini dia tidak juga datang. Oleh karena itu saya tidak bisa tidur sama sekali tadi malam!" ucap Security kembali menguap lagi.
Fic langsung menampar security untuk menyadarkannya bahwa dia sudah melakukan kesalahan.
" Dasar bodoh dasar tidak punya otak! Seorang perempuan tengah malam membeli obat Apotek? Apa kau bisa berpikir? Apotek mana jam segitu masih buka?" tanya Fic benar-benar sangat marah kepada sekuriti tersebut yang sontak terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Fic.
" Maafkan saya tuan tadi malam Nyonya Sakinah mengatakan kalau Tuhan Stanley sedang sakit dan membutuhkan obat sakit perut. Dia bilang hanya pergi sebentar saja tapi sampai berjam-jam dia tidak juga kembali. Oleh karena itu saya tidak bisa tidur. Karena gelisah memikirkan Nyonya Sakinah yang tidak kunjung pulang!" ucap Security tidak berani menatap Fic yang saat ini sedang marah besar kepadanya.
" Apa kau tidak bisa berpikir? Kenapa kau tidak menelponku untuk melaporkan kejadian ini huh?" tanya Fic melotot sempurna kepada security yang sudah gemetar ketakutan.
" Maafkan saya tuan saat itu saya benar-benar panik dan tidak mengerti kenapa Nyonya Sakinah tidak juga kembali setelah berjam-jam lamanya pergi keluar!" ucapnya gemetar.
" Fic sudah jangan diteruskan lagi. Sekarang kau masuk ke ruang kerjaku. Aku ingin bicara denganmu!" tiba-tiba saja Stanley sudah ada di antara mereka.
Fic kemudian meninggalkan security yang terlihat begitu ketakutan.
" Ya Allah apakah itu artinya nyawaku dalam bahaya?" tanya Security yang langsung memegang lehernya dengan tangan yang gemetar.
Sementara itu Stanley dan Fic sekarang terlihat begitu serius di dalam ruang kerjanya.
" Kita biarkan Sakinah untuk berada di luar sana. Akan tetapi pastikan bahwa pengawal tetap ada di sekitarnya!" ucap Stanley memberikan perintah kepada Fic.
" Memangnya sekarang Nyonya Sakinah ada di mana?" tanya Fic benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Stanley.
Stanley menatap Fic dengan lekat. Terlihat wajahnya begitu sedih.
" Sakinah berada di kampung halamannya. Biarkanlah dia berada di sana. Biarkan Dia menjalani kehamilannya dengan tenang. Tanpa harus merasa ketakutan bahwa anak kami akan meninggal lagi gara-gara musuhku. Aku adalah seorang ayah dan suami yang gagal karena tidak bisa melindungi mereka!" ucap Stanley dengan air mata yang berderai.
Fic benar-benar merasa bersalah dengan semua yang terjadi kepada keluarga Stanley.
" Ternyata di balik senyum dan ketegaran Sakinah. Dia menyalahkanku Fic. Karena aku yang seorang pemimpin organisasi yang memiliki begitu banyak musuh. Dia tidak percaya denganku. Dan dia memilih untuk meninggalkan aku untuk keselamatannya dan juga anak kami!" terlihat Stanley yang memijit pelipisnya yang terasa begitu sakit.
__ADS_1
" Tenanglah Tuan. Saya akan membawa Nyonya Sakinah kembali ke sisi anda dan akan menjelaskan semuanya bahwa itu bukanlah salah anda!" ucap Fic mencoba untuk menghibur Stanley yang sedang sedih.