Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
24. Kesadaran bersama


__ADS_3

Stanley sadar bahwa cintanya untuk Sakinah teramat besar. Dia tidak rela kalau harus kehilangan wanita yang dia cintai hanya karena bisnis yang sebenernya juga tidak terlalu dia sukai.


' Untuk benar-benar menutup bisnis-bisnis haram itu satu persatu. Maka aku harus menyingkirkan orang-orang yang sekarang bertanggung jawab dengan bisnis itu. Sehingga secara perlahan aku bisa menutup bisnis haram itu secara permanen!' bathin Stanley saat dirinya mandi bersama dengan Sakinah. Hati Stanley bahagia sekali.


Kebahagiaan benar-benar di rasakan oleh kedua insan yang sebenarnya saling mencintai satu sama lain. Akan tetapi Sakinah sampai saat ini masih merasa gengsi untuk mengakui perasaan cintanya kepada Stanley.


" Bagaimana kalau kita pergi untuk berbulan madu sayang? Bukankah sejak pernikahan kita, kita belum pergi bulan madu?" tanya Stanley yang senang sekali memainkan rambut panjang Sakinah yang menjadi daya tarik sang istri di matanya.


Stanley benar-benar terpesona dengan sang istri tercinta dan Stanley berjanji akan selalu menjaga Sakinah dengan baik. Sehingga istrinya tidak akan pernah berpikir untuk meninggalkan dia lagi.


" Apakah pekerjaanmu nantinya tidak akan terbengkalai? Kalau seandainya kita pergi untuk berbulan madu?" tanya Sakinah pada Stanley yang langsung menggelengkan kepalanya.


" Selama hampir 30 tahun usiaku dan 10 tahun menjadi pimpinan dari organisasi serta grup keluargaku. Aku selama ini tidak pernah mengajukan cuti ataupun libur. Jadi kalau sekarang aku mau memanjakan istriku dan pergi berlibur denganmu. Aku rasa tidak akan ada yang protes padaku!" ucap Stanley sambil mengecup kening Sakinah.


Sakinah langsung tersipu dibuatnya dengan semua kemesraan dan keromantisan yang diberikan oleh suaminya kepada dirinya.


Hal-hal seperti itu yang dulu sangat dirindukan oleh Sakinah ketika dirinya menikah dengan Renaldi.


Pada masa pernikahannya dengan Renaldi. Sakinah hanya merasakan kebencian dan penolakan dari suaminya sendiri. Oleh karena itu saat ini ketika Stanley menghujaninya dengan banyak cinta membuat Sakinah menghangat hatinya secara perlahan.


Setelah mereka berdua selesai mandi bersama. Sakinah kemudian melayani semua kebutuhan Stanley untuk berangkat ke kantor.


Hati Stanley benar-benar bahagia melihat istrinya yang sekarang sudah bisa menerima pernikahan mereka berdua.

__ADS_1


' Aku janji sayang. Aku pasti akan segera mengabulkan keinginanmu untuk menutup semua bisnis haram organisasiku secara perlahan-lahan!' bathin Stanley saat memeluk Sakinah ketika dirinya hendak keluar dari kamar dan meninggalkan kediamannya untuk berangkat ke kantornya.


Sakinah meminta izin kepada Stanley untuk pergi ke makam kedua orang tuanya.


" Apakah kau ingin aku menemanimu sayang?" tanya Stanley yang merasa khawatir dengan Keamanan istrinya ketika pergi sendiri.


" Bukankah tadi kau bilang kalau hari ini ada rapat penting dengan klien kamu yang dari Meksiko?" tanya Sakinah sambil menatap Stanley dengan lembut.


Terlihat Stanley yang menepuk kepalanya dengan pelan. Karena dia lupa dengan janji temannya bersama kliennya hari ini.


Bagaimanapun Stanley sadar bahwa dirinya adalah ketua organisasi yang pasti banyak musuh yang selalu ingin menyakitinya.


" Aku akan meminta beberapa orang bodyguard untuk pergi bersamamu sayang. Tolong jangan pergi sendirian sayang. Karena aku tidak akan tega untuk melepaskanmu sendiri." ucap Stanley sambil memeluk Sakinah dengan erat.


Setelah memerintahkan enam orang bodyguard yang akan mengikuti Sakinah ke makam ke dua orang tuanya. Stanley pun kemudian meninggalkan istrinya untuk menuju ke kantor dan melaksanakan tugasnya sebagai seorang CEO perusahaan besar untuk bertemu klien dari Meksiko yang akan membangun klub malam yang baru di negara itu.


Sakinah pun kemudian masuk ke dalam kamar kembali untuk mengambil dompet dan juga ponselnya. Setelah itu dengan di antarkan oleh sopir dan dikawal oleh 6 orang Bodyguard yang sudah diperintah oleh Stanley untuk mengawal istrinya. Mereka pun pergi menuju area pemakaman kedua orang tua Sakinah yang berjarak hampir 2 jam dari mansion Stanley.


Sesuai perintah yang diberikan oleh Stanley. Ke 6 Bodyguard itu tidak ada yang pergi meninggalkan Sakinah barang 1 detik pun. Dengan setia mereka berdiri di samping dan belakang Sakinah dalam radius 1 meter.


Mereka berenam adalah paraboliga terlatih yang sangat diandalkan oleh Stanley untuk menjaga keselamatan istrinya.


Oleh karena itu para penjahat yang sudah disewa oleh Robert untuk mencelakai Sakinah secara perlahan mundur teratur. Karena mereka tidak berani untuk melawan para Bodyguard itu yang terlihat begitu garang dan menakutkan.

__ADS_1


" Baiklah sekarang kita pergi dari sini. Aku ingin mengunjungi temanku!" ucap Sakinah berbicara kepada Bodyguard yang sejaj tadi terus mengawalnya dengan setia.


" Maafkan kami Nyonya. Tapi perintah dari Tuan Stanley, bahwa kita hanya pergi ke pemakaman saja." ucap Kepala bodyguard sambil menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap langsung Sakinah.


Mereka yang bekerja di bawah Stanley selama bertahun-tahun. Mereka sangat tahu tabiat tuan besar mereka yang seorang posesif tingkat akut. Oleh karena itu mereka benar-benar sangat berhati-hati dalam memperlakukan Sakinah agar tidak membuat majikan mereka mengamuk.


Kalau sampai Stanley mengamuk. Makanya mereka dan keluarga mereka pasti akan dalam bahaya. Karena begitulah kejadian nya yang sudah-sudah.


Bekerja di bawah komando Stanley secara langsung ada baik dan buruknya.


Berita baiknya mereka secara status akan meningkat berkali-kali lipat. Karena anak buah yang lain pasti akan ketakutan terhadap mereka begitu juga dengan gaji yang mereka dapatkan akan naik berlipat-lipat banyaknya.


Tetapi berita buruknya, mereka harus selalu ekstra hati-hati dengan tingkah dan perbuatan mereka terhadap orang-orang spesial di hati Stanley. Kalau tidak, makanya nyawa mereka yang akan menjadi taruhannya.


" Aku akan menghubungi suamiku dulu untuk mengizinkan diriku pergi untuk menemui kawanku!" ucap Sakinah dengan perasaan jengkel kepada pengawal itu.


Kepala pengawal hanya mempersilahkan kepada Sakinah untuk melakukan apa yang dia katakan tadi.


Sakinah sengaja melot speaker panggilan telepon tersebut agar keenam Bodyguard itu percaya dengan apa yang dia sampaikan.


" Maafkan aku sayang. Aku memiliki janjimu mendadak dengan kawanku. Akan tetapi kepala Bodyguard mengatakan kalau aku tidak bisa pergi tanpa izin darimu! Apakah kau mengijinkan aku untuk pergi sayang?" Sakinah sengaja memanggil Stanley dengan sebutan sayang agar niatnya untuk bertemu dengan temannya diizinkan oleh Stanley.


" Baiklah sayang. Kau bisa menemui temanmu itu. Tapi ingat! Tidak boleh terlalu lama. Pas jam makan siang, Kau harus sudah berada di kantorku karena aku ingin bertemu denganmu!" ucap Stanley memberikan izin kepada Sakinah untuk menemui temannya!" Sakinah merasa senang karena dipercaya oleh suaminya untuk pergi keluar.

__ADS_1


" Baiklah Aku janji. Kalau aku tidak akan lama dan segera pergi ke kantormu setelah selesai!" janji Sakinah pada Stanley yang merasa sangat bahagia karena sekarang hubungannya sudah mulai membaik dengan sang istri tercinta.


__ADS_2