Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
46. Amarah


__ADS_3

Sakinah yang membuka ponselnya tiba-tiba matanya melotot ketika mendapatkan sebuah notifikasi tentang postingan seseorang.


" Apa maksud dari foto ini?" Sakinah ketika melihat foto suaminya yang sedang bersama dengan seorang perempuan lain yang tidak dikenal olehnya.


Wajah Sakinah langsung merah padam karena merasa marah dan juga cemburu.


" Dia mengatakan akan pergi ke kantor untuk bekerja. Tetapi kenapa ada seseorang yang memposting tentang dia bersama dengan wanita lain. Apakah ini sebuah lelucon?" tanya Sakinah sambil terus menata foto itu dan kemudian dia pun menghubungi Stanley yang saat ini sudah berada di dalam perjalanan menuju rumahnya.


Stanley yang mendapatkan telepon dari Sakinah auto gugup karena dia merasa takut istrinya sudah melihat postingan orang lain tentang dirinya.


Walaupun Fic sudah meyakinkan bahwa semuanya steril tetapi tetap saja Stanley merasa ketakutan kalau sampai istrinya mengamuk karena cemburu.


" Fic kau yakinkan kalau semuanya sudah steril?" tanya Stanley sambil melirik ke arah asisten pribadinya yang langsung mengangguk dengan penuh keyakinan.


" Aku akan mengirimkanmu ke Afrika kalau sampai istriku mengamuk gara-gara masalah ini! Gara-gara kecerobohan mu Sabrina sampai berhasil mendekatiku dan memberikan masalah sebesar ini kepadaku!" ucap Stanley masih belum berani untuk mengangkat telepon dari istrinya.


Kemudian Stanley pun mengangkat telepon dari Sakinah setelah mengumpulkan berjuta keberanian yang dia miliki.


Stanley sadar setelah kehamilannya Sakinah berubah menjadi seorang wanita yang begitu perasa dan juga sensitif.


Itu yang disebut dengan bawaan orok yang mengakibatkan hormon menjadi tidak seimbang dan selalu membuat wanita selalu merasa sensitif dengan segala sesuatu yang tidak membuatnya senang ataupun bahagia.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" jawab Stanley dengan berusaha untuk senormal mungkin.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" ucap Sakinah menjawab salam dari suaminya ketika Stanley mengangkat teleponnya.


" Kenapa lama sekali mengangkat telepon nya?" tanya sakinah dengan nada tidak bersahabat membuat karena khawatir kalau Sakinah mendapatkan laporan tentang kejadian di ruang meeting antara dirinya dengan Sabrina.


" Maaf Sayang. Tadi saya sedang bersama dengan Fic dan membahas pekerjaan jadi tidak mendengarkan suara ponsel berdering!" ucap Stanley yang auto menepuk keningnya sendiri karena merasa jijik dengan alibinya sendiri.


" Sekarang kau ada di mana?" tanya Sakinah kepada Stanley yang langsung mengatakan kalau dia dalam perjalanan menuju rumah mereka.


Fic hanya tersenyum simpul melihat majikannya melihat atasannya tanpa gugup dan juga ketakutan kepada Sakinah.


Sejak tadi Fic hanya menahan tawa yang ingin terlepas dari mulutnya tapi dia takut dan juga masih sayang dengan nyawanya.


Fic paling tahu Stanley kalau sudah marah tidak akan pernah berpikir panjang untuk melepaskan pistolnya ke kepala orang yang membuat dia jengkel.


Setelah pembicaraan yang cukup singkat antara Stanley dan Sakinah. Telepon pun ditutup oleh Stanley. Terlihat Stanley yang langsung melotot ke arah Fic yang sejak tadi terus menahan tawanya melihat dirinya yang berhadapan dengan Sakinah.


" Senang kau melihat aku berada dalam masalah gara-gara kecerobohan kamu?" ucap Stanley sambil memukul lengan Fic yang kemudian memasang kembali mode serius di wajahnya.


Bagaimanapun Pic sadar kalau dia telah memberikan masalah besar kepada majikannya yang sekaligus sebagai sahabatnya ketika mereka berada di luar jam kerja.


" Maafkan saya tuan Stanley. Saya yakin Nyonya Sakinah pasti bisa mengerti situasi dan kondisi yang terjadi di dalam ruangan Meeting itu. Percayalah Saya pasti akan membantu untuk menjelaskan. Kalau sampai ada masalah tentang kejadian itu!" ucap Fic memberikan jaminan kepada Stanley bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Stanley menatap tajam kepada asistennya yang sejak tadi sudah mulai merasakan Aura tidak nyaman dengan tatapannya.


" Percayalah Fic kalau sampai Sakinah merasa terganggu dengan insiden itu, aku benar-benar akan mengirimkanmu ke Afrika untuk membiarkan introspeksi dan tidak melakukan kesalahan bodoh lagi semacam ini!" ucap Stanley dengan menatap tajam kepada Fic yang langsung menganggukkan kepala menyetujui hukuman yang akan diberikan oleh Stanley kepadanya.


' Nona Sabrina di mana-mana kau selalu saja membuat kepusingan di kepalaku Kau baru pertama kali menginjakkan kakimu di Indonesia dan kau sudah memberikan masalah sebesar ini kepadaku!' batin Fic menyesali apa yang sudah dilakukan oleh Sabrina yang benar-benar sangat ceroboh dan tidak pakai otak.


Fix hanya bisa berdoa semoga semua berita viral yang menceritakan tentang kejadian di ruang meeting itu akan segera clear dan tidak meninggalkan jejak apapun sehingga tidak akan memberikan masalah untuk Stanley di hadapan Sakinah.

__ADS_1


Fic sangat tahu betapa takutnya Stanley kepada Sakinah. Apalagi kalau sampai istrinya itu sampai mengamuk gara-gara kejadian itu.


" Tenanglah Tuhan semuanya sudah berada di dalam kontrol saya Saya pasti bisa meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja!" ucap Fic memberikan jaminan untuk Stanley agar Bosnya itu merasa tenang dan tidak merasa terancam saat dia berhadapan dengan Sakinah.


Begitu sampai di mansion Stanley langsung turun dan segera mencari istrinya yang sudah menunggu dia di ruang tamu.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Stanley memberikan salam ketika dia bertemu dengan Sakinah yang sudah menunggunya di ruang tamu.


Sakinah kemudian bangkit dan menyambut suaminya ketika melihat Stanley yang sudah ada di ruang tamu.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" ucap Sakinah sambil mencium telapak tangan suaminya dengan begitu takjim.


Hati Stanley merasa menghangat karena melihat sikap baik Sakinah terhadapnya itu artinya bahwa dia aman dan tidak dalam ancaman.


" Sayang apakah Kau sudah makan?" tanya Sakinah kepada Stanley yang auto menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan sang istri tercinta.


Melihat semua sudah berada dalam kendali, Fic pun kemudian masuk ke dalam kamarnya. Karena dia juga butuh istirahat setelah seharian berada dalam tekanan Stanley yang luar biasa.


" Apakah kau sudah menyiapkan makan siang untukku sayang?" tanya Stanley dengan wajah sumringah yang kemudian diikuti oleh Sakinah menuju kamar mereka.


" Mandilah dulu dan ganti pakaianmu. Aku akan menunggumu di meja makan!" ucap Sakinah yang kemudian memberikan pakaian ganti untuk suaminya setelah itu dia pun meninggalkan Stanley di kamar mandi untuk bersih-bersih.


Hati Stanley merasa lega melihat wajah istrinya yang begitu adem.


Stanley kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan menyelesaikan acara bersih-bersih tubuhnya setelah seharian berada di kantor.


Sementara itu Sakinah saat ini mendatangi kamar Fic. Dia ingin mendengarkan penjelasan dari asisten pribadi suaminya mengenai insiden suaminya yang di cium ole seorang wanita di ruang meeting yang tadi dia lihat dari media sosial.


Tok tok tok


Fic yang baru saja selesai mandi dia pun bergegas untuk menggunakan pakaiannya kemudian membuka pintu untuk Sakinah yang sudah menunggunya sejak tadi.


" Kita bicara di ruang tamu saja karena ada hal yang sangat penting yang ingin saya tanyakan kepadamu!" ucap Sakinah yang kemudian melangkahkan kakinya ke arah ruang tamu.


Bagaimanapun Sakinah ingin menjaga dirinya agar terbebas dari fitnah. Oleh karena itu Sakinah tidak pernah melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar Fic, walaupun mereka sudah bertahun-tahun tinggal bersama dalam satu atap.


Pekerjaan Fic sebagai asisten dan juga sekretaris Stanley benar-benar mewajibkannya untuk stand by berada di samping suaminya. Oleh karena itu Sakinah tidak masalah pemuda tampan itu tinggal bersama dengan mereka.


Apalagi selama ini Sakinah memperhatikan bahwa Fic adalah seorang pemuda yang baik dan juga sangat bertanggung jawab dengan pekerjaannya.


" Ada apa Nyonya? Kenapa Anda ingin bertemu dengan saya?" tanya fix ketika mereka sudah berada di ruang tamu.


Sakinah kemudian menunjukkan ponselnya kepada teks dan menanyakan apa yang menjadi bahan pertanyaan di dalam hatinya sejak tadi siang.


Jantung Fic auto berdebar kencang melihat foto yang tadi diambil oleh seseorang yang berada di ruang meeting perusahaan Stanley.


' Astaga! alamat diriku benar-benar dikirim ke Afrika oleh Tuan Stanley!' rintih hati Fic.


Tubuh fix sontak merasa lemas memikirkan Afrika yang sekarang ada di depan matanya.


Sakinah mengurutkan keningnya melihat wajah Fic yang mulai pucat membuat dia menjadi penasaran.


" Kenapa kau bukannya menjawab pertanyaanku, malah bengong seperti orang bego seperti itu?" tanya Sakinah menatap aneh wajah Fic.

__ADS_1


" Nyonya kejadian di dalam ruang meeting itu adalah murni kecelakaan yang tidak disengaja oleh Tuan Stanley. Kalau sampai Anda mempermasalahkan kejadian Itu, maka Tuan Stanley pasti akan mengirimkan saya ke Afrika!" demi mendengarkan jawaban dari Fic, Sakinah hanya bisa mengerutkan keningnya tidak mengerti kenapa harus ada kejadian seperti itu.


" Siapa wanita yang ada di dalam potret itu Kenapa dia bisa melakukan itu terhadap suamiku?" tanya Sakinah berusaha untuk tetap tenang walaupun sebenarnya di dalam hatinya sudah bergemuruh dan siap untuk meledak kapan saja.


" Dia adalah Nona Sabrina salah satu klien penting di perusahaan kita!" ucap Fic menjelaskan kepada Sakinah tentang Sabrina yang selalu saja memberikan masalah kepada Stanley setiap kali mereka bertemu.


Sakinah mendengarkan semua cerita dari Fic dengan khusuk dan tenang.


" Jadi dengan kata lain, perempuan itu mencintai suamiku?" tanya Sakinah menyimpulkan semua cerita yang disampaikan oleh Fic kepadanya.


" Benar Nyonya. Tetapi Tuan Stanley tidak pernah menanggapi cinta dari nona Sabrina. Sejak dulu Tuan Stanley selalu berusaha menghindari wanita itu tetapi dia selalu saja seperti hantu yang berkeliaran di sekitar tuan!" demi mendengarkan jawaban dari Fic Sakinah merasa legah tidaknya tidak ada masalah besar yang harus dia khawatir kan mengenai hubungan Sabrina dengan Stanley.


Terlihat Sakinah yang menarik nafasnya lega sehingga membuat Fic pun merasa tenang bahwa tidak akan ada lagi masalah yang terjadi kepada atasannya gara-gara insiden itu.


Sakinah pun kemudian menyuruh Fic untuk kembali ke kamarnya karena dia tahu pasti asisten suaminya itu sudah lelah setelah bekerja seharian mengikuti suaminya.


Sakinah yang paling tahu jam kerja Fic yang sungguh di luar nalar. Stanley yang tidak pernah bisa melakukan apa-apa tanpa Fic seperti tergantung sekali kepada asistennya handalnya.


Bisa dikatakan 24 jam Fic selalu berada di lingkungan cycle kehidupan Stanley. 7 hari dalam satu minggu dan 30 hari dalam 1 bulan Fic tidak pernah meninggalkan Stanley dalam radius lebih dari 10 meter.


Itulah yang mengakibatkan Fic tidak memiliki kehidupan pribadi sama sekali karena hidupnya hanyalah diabdikan untuk Stanley.


Bagi Fic Stanley adalah dunianya dan kehidupan. Stanley adalah segalanya. Oleh karena itu Fic melepaskan segalanya hanya untuk bekerja dengan baik untuk Stanley.


Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan Sakinah pun kemudian menemui suaminya di dalam kamar mereka.


" Kamu lama sekali sayang, dari mana?" tanya Stanley sambil tersenyum ketika melihat istrinya masuk ke dalam kamar.


" Berbincang sebentar dengan Fic!" ucap sakinah jujur kepada suaminya yang langsung mengerutkan keningnya.


" Apa yang perlu kau perbincangkan dengan Fic? Kalau kau memiliki rasa penasaran langsunglah bertanya padaku!" ucap Stanley merasa tidak nyaman melihat istrinya berbicara dengan asisten pribadinya di belakangnya.


Sakinah kemudian mengajak Stanley untuk makan malam bersama. Dia tidak mau menggubris apa yang dikatakan oleh Stanley karena dia malas untuk mengajak ribut suaminya yang pasti sedang kumat penyakit positif nya.


" Ayo kita makan malam dulu Aku sudah lapar sekali sejak tadi aku menunggumu!" ucap Sakinah yang langsung menarik tangan Stanley untuk mengikutinya ke meja makan.


" Jawablah! Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?" tanya Stanley merasa tidak nyaman melihat istrinya yang sejak tadi diam terus tidak menanggapi pertanyaannya.


" Tidak apa-apa kok. Aku hanya bertanya tentang insiden seorang laki-laki tampan yang dicium oleh seorang wanita cantik di kantornya!" ucap Sakinah sambil tersenyum kepada Stanley yang auto pucat wajahnya.


" Sayang jadi kau tahu tentang berita itu?" tanya Stanley yang langsung menarik tangan Sakinah untuk mendekat kepadanya.


" Sudahlah sayang kita lupakan saja masalah itu. Fic tadi sudah menjelaskan semuanya padaku. Dan aku mengerti bahwa itu bukanlah kesalahanmu!" ucap Sakinah sambil tersenyum kepada Stanley yang seperti tidak percaya bahwa masalah itu selesai dengan begitu mudah.


Kegelisahannya sepanjang jalan menuju mansion seakan menjadi sebuah ketakutan semu karena ternyata Sakinah tidak terlalu mempermasalahkan itu.


Dengan penuh bahagia Stanley pun kemudian memeluk istrinya dan mengucapkan terima kasih kepada Fic yang sudah membuat istrinya tidak marah kepadanya. Itu sangat menyenangkan bagi Stanley ketika melihat senyum istrinya yang begitu mendamaikan hatinya.


Hilang sudah semua ketakutan dan juga rasa cemas Stanley gara-gara Sabrina yang selama ini selalu memberikan masalah untuknya.


" Ingatlah ketika kau bertemu dengan Sabrina kau harus mengajak aku kalau tidak aku pasti akan marah padamu!" ucap Sakinah memberikan ultimatum kepada Stanley.


" Baiklah sayang! Aku janji aku akan selalu membawamu ketika kami akan bertemu dengan Sabrina!" janji Stanley dengan senyumnya yang paling tampan untuk sang istri tercinta.

__ADS_1


Sakinah hanya tersenyum melihat wajah bodoh Stanley yang sangat menggemaskan baginya.


Sakinah sendiri heran. Stanley ketika berada di antara anak buahnya dan rekan kerjanya, dia begitu sangat seram dan menakutkan. Akan tetapi kenapa ketika Stanley bersama dengannya, suaminya itu berubah menjadi seorang laki-laki yang begitu manis dan lucu baginya? Sakinah hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya yang kini malah menciumi perut buncitnya dengan sangat bahagia tanpa melihat situasi dan kondisi sekitar mereka.


__ADS_2