
Stanley mulai menyalakan mobilnya dan menuju ke Mansion yang selama ini ditempati oleh dirinya dan Sakinah.
Hati Stanley sangat bahagia sekali karena akhirnya waktu seperti ini hadir di dalam kehidupannya bersama Sakinah.
Dengan perasaan penuh bahagia Stanley kemudian mengarahkan mobilnya menuju ke Mansion miliknya. Akan tetapi di tengah perjalanan. Dia merasa bahwa akan sangat indah kalau malam ini mereka menghabiskan waktu di hotel miliknya yang berbintang 5.
Stanley kemudian mengarahkan mobilnya menuju hotel miliknya. Menuju Penthouse yang berada di lantai paling atas hotel tersebut yang selalu dia gunakan kalau sedang merasa malas untuk pulang ke Mansion miliknya yang letaknya agak jauh dari kantor tempat dia biasa bekerja.
Dengan sangat hati-hati Stanley mengangkat tubuh Sakinah yang masih terlelap dalam tidur mungkin karena terlalu lelah seharian berada di luar sehingga membuat Sakinah bahkan tidak merasakan kalau sejak tadi tubuhnya telah berpindah tempat.
Stanley mencium bibir Sakinah yang selalu membuat dia merasa candu dan juga bahagia. Ya, bagi stainless sekarang tidak ada yang lebih membahagiakan dirinya selain menghabiskan waktu bersama dengan Sakinah.
Setelah sampai di penthouse miliknya Stanley kemudian membaringkan tubuh Sakinag di atas ranjang besar miliknya yang ketika dulu dia masih menjabat sebagai Cassanova kelas kakap, tempat itu selalu menjadi tempat paling favorit bagi para artis dan model yang menghabiskan malam bersama Stanley.
Akan tetapi setelah Stanley menikah dengan Sakinah, dia mulai bertobat dan tidak pernah melakukan hal seperti itu lagi.
Nomor ponsel para gadis-gadis cantik, para artis dan para model seksi, sudah diblokir semuanya oleh Stanley sehingga tidak akan mengganggu kehidupannya lagi bahkan nomor itu pun sudah dibuang oleh Stanley. Karena dia tidak mau mengundang masalah ke dalam hidupnya bersama dengan Sakinah.
Setelah membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang. Stanley kemudian menuju ke dapur melihat ada bahan makanan apakah di sana yang bisa dia olah untuk menjadi makan malam bersama istri tercinta nya.
Ternyata Stanley hanya menemukan dua bungkus ramyeon di dalam sana. Maklumlah sudah lama dia tidak pernah mendatangi penthouse itu sehingga dia tidak mengisi kulkasnya sejak lama.
Stanley melihat kepada istrinya yang sejak tadi siang belum makan apapun. Dia kemudian memutuskan untuk memesan makanan hotel yang ada di gedung itu.
Meminta layanan kamar kepada manajer yang selalu setiap sedia untuk melayani semua kebutuhan Stanley selama berada di penthouse miliknya.
Setelah ramyeon yang dia masak sendiri dengan tangannya selesai. Stanley kemudian membangunkan Sakinah yang mulai menggeliat karena mencium bau ramyeon yang sangat enak.
" Selamat malam Sayang. Ayo kita makan dulu. Kau pasti lapar kan?" tanya Stanley sambil mengulas senyum kepada istrinya yang terlihat terkejut melihat dirinya sekarang berada di tempat asing yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
__ADS_1
" Di mana ini?" tanya Sakinah sambil mengucek matanya yang terasa begitu mengantuk.
" Sekarang kita berada di penthouseku yang ada di atas gedung Hotel Alaska. Sayang, kau dulu pernah datang ke hotel ini bukan? Saat menghadiri seminar dan peresmian gedung ini bersama dengan team kamu?" tanya Stanley menyegarkan ingatan Sakinah ketika dulu dia masih bekerja di kantornya sebagai karyawan Stanley.
Sakinah hanya mengangguk saja menanggapi perkataan suaminya yang sekarang sedang memeluk tubuhnya di atas ranjang.
Sakinah kemudian mengambil ponselnya dan melihat jam yang ada di sana.
" Ya ampun! Berapa jam kah aku tertidur? Kenapa kau tidak membangunkan aku?" tanya Sakinah merasa frustasi sekali melihat jam yang ada di ponsel nya yang ternyata sudah malam sekali.
Sakinah kemudian menuju kamar mandi untuk mandi dan bersih-bersih tubuhnya yang terasa lengket setelah aktifitas bercinta dengan Stanley sewaktu di kantor suaminya. Akan tetapi dia lupa kalau dia tidak memiliki pakaian ganti untuk dia gunakan di tempat itu sekarang. Sakinah tampak berpikir keras.
" Apakah kau bisa membantuku untuk membelikan pakaian ganti dan juga beberapa kebutuhan wanita lainnya sayang?" tanya Sakinah sambil memasang puppy eyes di hadapan suaminya sehingga membuat Stanley merasa gemas sekali kepada sang istri tercinta dan langsung menghasilkan ciuman mesra di hidung bangir sang istri
Sakinah pun tidak mengerti. Kenapa sejak dia menikah dengan Stanley, tiba-tiba dia berubah menjadi pribadi yang baru. Sakinah yang sekarang tidak pernah malu lagi untuk mengekspresikan dirinya di hadapan sang suami tercinta.
Perasaan dicintai oleh Stanley benar-benar telah meningkatkan kepercayaan diri Sakinah menjadi lebih tinggi dan dia tidak pernah merasa malu lagi untuk menunjukkan kemanjaan dan juga sifat dirinya yang asli.
" Ya sayangku. Sebentar ya, aku akan segera menghubungi sekretarisku agar dia segera membawakan pakaian untukmu dan semua kebutuhanmu yang lain. Selama kita berada di penthouse ini!" ucap Stanley yang kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi sekretarisnya.
" Kau mandilah dulu sayang. Nanti ketika kau sudah selesai mandi, pakaianmu sudah ada di sini untuk kamu!" ucap Stanley sambil tersenyum kepada syakinah yang langsung mengangguk dan menurut kepadanya.
Sakinah benar-benar mengagumi interior maupun penataan ruangan di penthouse Milik Stanley. kamar mandi yang begitu besar dan bisa memanjakannya dengan sangat bahagia.
Bahkan kaca bening yang berada di atapnya membuatnya seakan sedang menggapai langit yang sedang bulan purnama saat ini.
Sakinah berendam di dalam bathtub dengan air hangat dan aromatheraphi sambil menikmati bintang-bintang yang terlihat di atap sana yang terbuat dari kaca bening.
Penthouse itu terletak di lantai 40 dan sekarang Sakinah sedang melihat bintang-bintang yang terasa begitu dekat dengan dirinya dan dia merasa sangat bahagia sekali.
__ADS_1
Sehingga tanpa sadar Sakinah tampak mulai mengantuk lagi. Sambil menikmati air hangat dan juga lilin aromaterapi yang begitu menenangkan jiwa dan raganya.
Stanley terlihat masuk ke dalam kamar mandi berniat untuk memberitahukan kepada istrinya. Bahwa makan malam sudah siap dan pakaian ganti pun sudah datang dibawakan oleh sekretarisnya tadi.
Akan tetapi Stanley terjemahan ketika melihat Sakinah yang tampak terlelap di bathtub.
Stanley hanya tersenyum melihat istrinya yang selama seharian ini terus saja tertidur dan tampak begitu mengantuk bawaannya.
Stanley merasa heran. Ada apa dengan istrinya yang sepertinya sangat senang sekali dengan tidur akhir-akhir ini.
" Sayang, bangunlah! Itu pakaian kamu udah datang dan makanan untuk makan malam kita pun sudah datang. Ayo cepatlah sayang. Nanti kau masuk angin kalau tidur di sini!" ucap Stanley sambil mencium kening Sakinah yang masih terlelap dan begitu menikmati waktu yang begitu romantis.
Terlihat Sakinah mengerjapkan matanya dan mengedarkannya ke sekeliling.
" Ya Tuhan! Aku tidak tahu kenapa akhir-akhir ini rasanya aku sering sekali mengantuk!" ucap Sakinah yang memiliki pikiran yang sama seperti Stanley merasa aneh dengan kebiasaan barunya.
" Maafkan aku tampaknya Aku tertidur lagi di sini!" ucap Sakinah yang tertipu malu kepada Stanley yang sejak tadi terus memperhatikan dirinya.
" Baiklah kau keluarlah dulu sayang. Aku akan membersihkan diriku dulu!" pinta Sakinah kepada suaminya.
Akan tetapi Stanley malah menggelengkan kepalanya dan menolak untuk keluar dari sana. Sakinah mengerutkan kening.
" Kenapa?" tanyanya.
" Aku akan memandikanmu sayang. Aku hanya takut kalau kau nanti tertidur lagi di sini. Entah kenapa kau sekarang sangat suka sekali tidur di manapun kau berada!" ucap Stanley sambil mulai mengangkat tubuh Sakinah untuk keluar dari Bathtub.
Sakinah sebenarnya protes dengan kelakuan suaminya itu. Akan tetapi dia juga berpikir hal yang sama jangan-jangan nanti dia tidur lagi seperti yang sudah-sudah.
Akhirnya Sakinah pun menuruti keinginan suaminya dan tidak banyak protes lagi. Karena dia tahu bahwa hal itu adalah sesuatu yang sangat sia-sia.
__ADS_1
Tidak ada yang berani untuk membantah seorang Stanley yang selamanya perintahnya adalah sebuah titah yang harus dilaksanakan oleh siapapun yang mendengarkannya tidak terkecuali Sakinah saat ini.