
Pada malam itu, Sakinah merasakan bayinya terus saja aktif dan tidak juga mau tenang.
Sakinah yang sudah merasa lelah dan juga putus asa akhirnya menelpon Stanley untuk datang ke rumahnya.
" James! Apakah kau bisa datang kemari aku tidak tahu kenapa anakku dari tadi terus saja bergerak dan tidak mau diam aku sampai tidak bisa tidur! Tolonglah James datanglah kemari!" ucap Sakinah merasa kesakitan.
Stanley yang merasa khawatir dengan keadaan Sakinah dia pun langsung mematikan ponselnya dan berlari menuju mobilnya untuk segera sampai ke rumah yang ditempati oleh Sakinah.
Stanley tidak peduli walaupun Sekarang sudah pukul 02.00 pagi Tetapi dia tetap menggeber mobilnya untuk segera sampai ke kediaman Sakinah.
" Tunggulah sayang papa akan segera datang! Apakah kau merindukan Papa sampai kau terus saja mengganggu mamamu, sehingga mamamu tidak bisa tidur?" sepanjang jalan Stanley terus bermonolog dengan dirinya sendiri seakan sedang berbicara dengan anak yang ada di dalam kandungan Sakinah.
Begitu sampai di kediaman Sakinah. Stanley langsung disambut oleh pegawai yang kerja di rumah itu.
" Sakinah, apa yang terjadi denganmu apa kau akan melahirkan?" tanya Stanley yang seakan lupa dengan dirinya sebagai James.
Ya saat ini Stanley memang hanya menggunakan wig dan juga kacamatanya. Tetapi dia lupa untuk menempelkan tompel di pipinya. Hal itu terjadi karena Stanley yang buru-buru dan sangat khawatir dengan kondisi Sakinah.
Sakinah tampak melihat wajah Stanley yang tanpa tompel. Dengan repleks, Sakinah terlihat membuka wig dan juga kaca mata yang digunakan oleh Stanley.
" Kau itu sayang? Ya ampun! Pantas saja anak yang ada di dalam kandunganku terus saja berulah sejak kedatangan kamu kemari. Rupanya dia bisa merasakan kehadiran ayahnya di sisi kami. Sayang, kenapa aku harus menyamar seperti ini untuk bertemu dengan kami?" tanya Sakinah dengan air mata yang menetes di kelopak matanya.
Stanley terkejut mendengarkan ucapan Sakinah yang mensyaratkan bahwa dia sudah tahu tentang identitasnya.
__ADS_1
" Maafkan aku! Aku berpikir kalau kamu tidak ingin bertemu denganku. Oleh karena itu aku menyamar seperti ini hanya untuk bisa dekat denganmu!" ucap Stanley mengungkapkan perasaannya kepada Sakinah.
Sakinah tampak terkesiap mendengarkan perkataan dari Stanley yah dia tahu bahwa dia telah melakukan kesalahan di dalam rumah tangganya bersama dengan sang suami.
" Maafkan Aku sayang. Karena aku sudah membuat kita berdua seperti ini. Aku hanya ingin keselamatan untuk anak yang ada di dalam kandunganku. Kau tahu kan begitu banyak musuh yang kau miliki. Dan aku tidak mampu untuk mengatasi itu semua. Aku hanya ingin memberikan keturunan untukmu dengan selamat. Aku tidak sanggup lagi kalau harus kehilangan anak kita!" ucap Sakinah dengan air mata yang terus berderai di kelopak matanya yang sayu.
" Aku mengerti semuanya sayang. Jangan khawatir sayang. Aku tidak ada masalah dengan apapun yang kau lakukan. Aku mengerti semuanya sayang. Percaya lah padaku." Ucap Stanley yang kemudian memeluk dan mencium sakinah dengan lembut.
Ajaib! Setelah kedatangan Stanley anak yang sejak tadi terus saja bergerak-gerak dan membuat Sakinah merasa tersiksa dan kesakitan. Sekarang tampak anteng dan diam.
" Lihatlah! Bahkan walaupun kau menyamar anak kita tetap bisa mengenalimu! Tetapi aku begitu bodoh. karena tidak bisa mengenalimu sejak pertama kali kita bertemu!" dusta Sakinah hanya untuk memberi muka kepada Stanley agar suaminya tidak merasa gagal dalam usahanya untuk menyamar Sakinah tahu pasti tidak mudah untuk melakukan itu semua dan pasti membutuhkan perjuangan yang sangat besar untuk suaminya bisa sampai ke tempat itu hanya untuk menemuinya dan juga anaknya yang masih di dalam kandungannya.
Stanley hanya tersenyum menanggapi ucapan Sakinah.
Stanley kemudian membaringkan tubuh Sakinah agar istrinya itu beristirahat sekarang anak mereka sudah tenang sehingga membuat Sakinah bisa tertidur dengan lelap.
" Tinggallah di sini untuk apa kau kembali ke apartemenmu? Anak kita tidak mau jauh dari ayahnya!" ucap Sakinah yang kemudian membuka matanya kembali. Seakan Sakinah bisa merasakan bahwa Stanley hendak pergi meninggalkannya.
Stanley hanya tersenyum menanggapi ucapan dari istrinya.
" Kalau aku dekat denganmu. Aku takut kalau aku tidak bisa menahan diri. Sayang, kau tahuka? Kalau kita berpisah sangat lama. Aku takut nanti kalau ingin mengengok dedek bayi kita. Aku takut tidak bisa berhenti untuk melakukannya ketika sudah memulainya. Kau butuh istrahat sayang!" ucap Stanley dengan senyum tulus yang hanya dia berikan kepada Sakinah. Wanita yang sangat dia cintai.
Sakinah tersenyum kepada Stanley dan memeluk suaminya yang amat dia rindukan dengan sepenuh jiwa dan raganya.
__ADS_1
" Percayalah apapun yang akan kau lakukan padaku, aku tidak keberatan sama sekali. Sayang, tampaknya anak kita merindukan kamu juga. Lihatlah, dia bergerak lagi! Aww.." teriak Sakinah saat anaknya kembali menendang dengan kuat.
Stanley mendekat ke arah Sakinah dan melihat perut Sakinah yang bergelombang mengikuti pergerakan kaki dan tangan anaknya.
" Ya ampun sayang! Ini benar-benar amazing banget! Di dalam perutmu kini ada anak kita, dia adalh bukti cinta kita berdua!" ucap Stanley yang mencium dan mengelus perut Sakinah yang masih bergelombang.
" Dia pasti rindu dengan ayahnya. Tolong maafkan mama ya sayang, karena Mama sudah membuat kalian terpisah begitu lama." ucap Sakinah yang merasa bersalah dengan kebodohannya sendiri yang tidak percaya dengan kemampuan suami nya dalam melindungi dirinya.
Selama ini Sakinah bukannya tidak mengetahui bahwa banyak anak buah Stanley yang berkeliaran di sekitarnya untuk mengawasi dan melindungi dirinya.
Akan tetapi Sakinah selalu menyembunyikan fakta bahwa dirinya sudah tahu, seakan-akan tidak mengetahui hal tersebut.
" Anakku, jangan membenci mama kamu sayang. Dia melakukan itu semua adalah karena cintanya terhadapmu yang terlalu besar. Melebihi cinta mamamu kepada papamu ini," ucap Stanley sambil melirik sekilas ke arah Sakinah yang tersipu.
" Cintaku sama kamu lebih besar. Karena itu aku melakukan ini. Aku tidak mau kalau keturunan harus mati lagi gara-gara kejahatan musuh-musuhmu!" ucap Sakinah.
" Ya sayang. Aku tahu kalau kau memang sangat mencintaiku. Aku juga berharap agar kau dan anak kita selalu sehat dan selamat." ucap Stanley sambil mencium perut istri nya yang terbuka.
Ya, Sakinah sengaja membuka perutnya agar kulit perutnya dan tangan Stanley bisa menyatu. Sehingga anaknya bisa merasakan kehadiran ayahnya sekarang.
Ketika melihat tangan anaknya menyembul di kulit tipis perut Sakinah, Stanley seketika meringis sendiri. Merasa ngeri kalau sampai perut Sakinah meledak karenanya.
" Ya ampun sayang! Kau sangat luar biasa sekali! Aku sungguh kagum dan exited sekali dengan kegigihanmu dan juga perjuangan!" ucap Stanley sambil mencium kening Stanley.
__ADS_1
Akhirnya malam itu terjadi juga acara tengok dede bayi. Karena Stanley takut Sakinah kelelahan karena ulahnya, Stanley melakukan hal itu dengan pelan sekali dan hati-hati. Sungguh bukan style Stanley selama ini sehingga membuat hati Sakinah menghangat dibuatnya.
" Terimakasih sayang atas cinta kasih kamu untuk aku! Selamat malam!" ucap Stanley sambil mencium kening Sakinah dengan lembut. Akhirnya kerinduan itu terbayar lunas dengan penyatuan mereka malam ini.