Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
113. Entahlah!!


__ADS_3

" Kau sungguh hebat!! Kau bisa menahan amarahmu setelah mengetahui hal yang demikian parah yang sudah dilakukan oleh suami kamu. Aku salut kepada kamu, Agnes!" Sakinah memuji Agnes yang bisa bersikap biasa saja di hadapan Fic. Walaupun sudah mengetahui bahwa suaminya main gila di luar sana dengan wanita lain.


" Aku tidak mau melepaskan kebahagiaan keluargaku. Demi wanita gila itu yang sudah lancang mengganggu rumah tangga kami. Alhamdulillah sejak kejadian itu rumah tangga kami sekarang semakin kuat. Nyonya lihat sendiri kan? Sekarang suamiku semakin mencintaiku dan dia semakin memperhatikan keluarganya lebih dari segalanya," Sakinah menganggukan kepalanya dan menyetujui apa yang dikatakan oleh Agnes.


" Aku senang mendengarnya dan semoga rumah tangga kalian akan tetap diberkahi untuk selamanya. Percayalah Agnes kekuatan cinta pasti akan menang. Anggaplah itu semua sebagai ujian rumah tangga untuk kalian dan kalian sudah sukses melewatinya dengan baik," Sakinah kemudian memeluk Agnes yang sedang menangis.


" Nyonya, setiap malam aku harus menangis karena memikirkan tentang perselingkuhan suamiku di belakangku. Sesungguhnya hatiku benar-benar sangat sakit ketika mengingat hal itu. Kalau tidak karena melihat Putraku, Aku tidak akan mungkin sanggup berdiri dan tersenyum di sini." Sakinah memeluk Agnes dan menghiburnya.


Para wanita itu yang saat ini sedang sibuk untuk saling menguatkan satu sama lain. Mereka tidak melihat Stanley dan Fic yang saat ini sedang menatap ke arah mereka.


" Ternyata istrimu sudah mengetahui tentang perselingkuhanmu dengan Vivian?" tanya Stanley pada Fic yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.


" Hampir setiap malam aku melihat Agnes yang menangis sendirian di balkon kamar. Tuan, Aku sebenarnya ingin selamanya berpura-pura tidak mengetahui kesedihan istriku karena kehkhilafanku saat itu. Akan tetapi itu rasanya sangat menyakitkan." Fic terlihat begitu sedih bahkan bolehlah air mata sudah lolos di kelopak matanya.


Stanley merasa prihatin melihat anak buahnya yang saat ini sedang sedih.


" Sudahlah memang paling baik adalah kau berpura-pura tidak mengetahui kalau Agnes sudah tahu tentang hubunganmu di masa lalu bersama Vivian. Bukankah Agnes juga berpura-pura kepadamu kalau dia tidak tahu tentang penghianatanmu bersama Vivian di masa lalu? Anggap saja itu sebagai seni berumah tangga dan kau nikmatilah hasil dari khilapmu di masa lalu. Supaya kau semakin belajar dan belajar agar menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dengan apa yang sudah menjadi pilihanmu!" Stanley kemudian menepuk bahu Fic dan mendekati Sakinah yang saat ini sedang berusaha untuk menghibur Agnes.


" Hayo para wanita cantik sedang apa? Kok pakai acara peluk-peluk segala?" tanya Stanley sambil mendekati Sakinah dan memberikan putranya kepada sang istri tercinta.


" Sayang, kelihatannya Sean sudah lapar. Kau berikan putra kita susu dulu. dia kelihatannya sangat kelelahan setelah belajar berenang denganku." Stanley menyerahkan putranya kepada sang istri yang menyambutnya dengan hati yang lapang.


Sakinah benar-benar merasa diberkati karena memiliki suami seperti Stanley yang selalu perhatian dan juga lebih mementingkan keluarganya di atas segalanya.


Sejak protes Sakinah dulu, saat Stanley selalu menggutamakan pekerjaan dan masalah anak buahnya, sekarang Stanley selalu menyediakan banyak waktu dan perhatiannya kepada keluarga kecilnya.

__ADS_1


Sakinah sekarang merasakan hidupnya sangat sempurna dengan sikap Stanley yang pengertian dan sayang keluarganya.


" Sayang, Mark juga kelihatannya lapar. Kau berikanlah dia susu dulu. Biar kami berdua yang akan mengurus barbeque ini," Fic berusaha dengan sangat keras untuk bisa tersenyum kepada sang istri yang saat ini matanya sembab karena tadi menangis bersama Sakinah.


Agnes kemudian menghapus air matanya dan menerima putranya dari tangan sang suami.


" Sayang, kau baik-baik saja?? Kenapa kau menangis? Apakah kau sedang ada masalah?" tanya Fic berusaha untuk bersikap wajar seakan tidak mengetahui sesuatu.


" Tidak apa-apa sayang. Tadi kami hanya bercerita tentang film perselingkuhan. Hatiku yang rapuh ini, tidak sanggup untuk membayangkan ketika berada di posisi seorang wanita yang dikhianati oleh suaminya. Oleh karena itu aku menangis. Sini sayang, sama Mama. Mark sangat tampan! Muach!" Agnes mencium putra kesayangan nya yang selama ini selalu menjadi penguat dirinya ketika dia lemah.


Fic juga mendekatkan pipinya ke wajah Agnes dan meminta untuk dicium juga seperti Agnes mencium Mark. Setidaknya Fic ingin mengetes. Bagaimana perasaan istrinya saat ini terhadap dirinya.


" Sayang, kau tidak mau mencium aku?" tanya Fic dengan wajah sedihnya.


" Ih apaan?? Malu tahu di lihat Nyonya Sakinah dan Tuan Stanley." Agnes kemudian meninggalkan Fic menuju ke tempat yang lebih teduh untuk memberikan ASI kepada anaknya yang sedang rewel.


" Sabarlah Brother! Aku yakin secara perlahan istrimu akan kembali seperti dulu," ucap Stanley sambil menepuk bahu Fic.


" Sekarang ayo pulihkanlah energimu kembali. Bantu aku untuk menyelesaikan barbeque ini supaya kita bisa segera makan dan berpesta!" Stanley tersenyum kepada Fic untuk memberikannya semangat.


Sungguh kalau orang lain melihat kebersamaan mereka, pasti tidak akan pernah menyangka kalau mereka adalah atasan dan asisten pribadi.


hubungan yang diperlihatkan dan dirasakan oleh mereka berdua lebih dari sahabat. Stanley mengatakan bahwa mereka adalah sahabat rasa saudara.


Apalagi keduanya adalah anak-anak tunggal yang tidak memiliki saudara yang lain.

__ADS_1


" Siap Tuan!" Fic kemudian mulai menjalankan tugasnya untuk melakukan barbeque sementara Stanley yang menatanya di atas meja.


Stanley melirik ke arah Sakinah dan Agnes yang saat ini sedang sibuk memberikan susu untuk anak mereka.


" Kau lihat bukan?? Kedua istri kita itu, mereka begitu akur dan saling menguatkan satu sama lain. Aku sangat senang melihatnya," ujar Stanley saat dirinya melihat ke arah Agnes dan sakinah yang terlibat pembicaraan serius kembali.


Akan tetapi pada lelaki itu tidak mau mengganggu para wanitanya yang saat ini sedang disibukkan dengan anak mereka.


" Semoga saja semua yang terjadi di masa lalu. Tidak akan pernah kembali mengganggu ataupun mengusik kehidupan kami yang bahagia sekarang." Doa Fic sambil tetap bekerja untuk memanggang barbeque di atas pemanggangan.


" Tuan Cepatlah kau panggil mereka. Nanti kalau sudah dingin tidak enak lagi," pinta Fic kepada Stanley yang tadi sedang menata meja dan makanan yang akan mereka gunakan untuk makan.


Stanley tanpa menunggu aba-aba dua kali dia langsung berlari dan mencari Agnes dan sakinah yang masih asyik mengobrol sambil bermain dengan kedua bocah tampan milik mereka.


" Sayang, ayo kita makan dulu Aku sudah lapar!" Stanley mencium bibir Sakinah dengan lembut di hadapan Agnes. Membuat ibu muda itu jadi tersipu malu melihat keromantisan mereka berdua.


Sakinah memukul bahu suaminya untuk menegurnya, akan tetapi Stanley sangat cuek dengan apapun juga. Bagi Stanley yang penting adalah hatinya dan juga pasangannya bahagia. Baginya yang lain hanya ngontrak saja di dunianya yang penuh cinta untuk Sakinah.


" Kamu itu sayang, malu sama Agnes!" protes Sakinah sambil tersipu di hadapan suaminya.


" Biarkan!! Dia bisa minta kepada suaminya sendiri kalau menginginkannya. Betul Agnes?" tanya Stanley sambil menaik turunkan alisnya untuk menggoda Sakinah yang hanya tersipu malu. Dekat dengan Stanley sampai saat ini masih sukses membuatnya berdebar sangat kencang.


" Udah sayang, Ayo kita ke sana kasihan fix sudah menunggu kita dari tadi!" Stanley kemudian mengambil putranya ke dalam pelukannya. Menciumnya dengan gemas luar biasa.


Agnes terlihat seperti merasa iri dengan semua kelakuan manis Stanley kepada Sakinah. Dulu sewaktu dirinya pernah melamar menjadi asisten pribadi Stanley. Agnes pernah jatuh hati dan terpesona dengan ketampanan seorang Stanley yang selamanya hanya bisa menjadi angan di dalam mimpinya.

__ADS_1


Sebenarnya saat ini dirinya bisa duduk semeja dan bersenda gurau dengan Stanley adalah sebuah mukjizat yang sangat luar biasa untuk Agnes yang dulu hanya merasa sebagai bebek buruk rupa yang tidak akan pernah sanggup untuk bersanding di samping seorang Stanley yang menawan.


__ADS_2