Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
72. Hidup baru?


__ADS_3

Agnes yang saat ini sedang berada di kampung halamannya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya. Ya! Agnes ingin menata kembali hidupnya yang terasa kacau balau gara-gara bertemu kembali dengan Fic.


Fic yang sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya. Karena saat ini Fic sedang mempersiapkan gugatan perceraian mereka berdua. Setelah pertemuan mereka kembali yang hampir 5 tahun lamanya berpisah.


" Mungkin akan lebih baik kami tidak pernah bertemu dia lagi. Daripada bertemu malah menciptakan huru-hara sebesar ini!" monolog Agnes yang merasa sedih dengan keputusan Fic yang akan menceraikan dirinya hanya karena keusilannya yang mengatakan sudah memiliki pacar dan ingin menikahinya.


Akan tetapi menyesali sesuatu pun sudah tidak berguna lagi. Ya benar! Ego dan juga harga dirinya lebih besar dari segalanya.


Bagi Agnes saat ini yang penting dirinya ingin menjalani hidup lebih baik tanpa banyak masalah?


" Apa ayah dan ibuku akan marah kalau aku bercerita soal masalah Fic yang ingin bercerai denganku?" tanya Agnes yang merasa bingung sendiri.


" Ah sudahlah! Biarkan saja seperti itu. Kalau memang jodoh kami sudah berakhir, maka akan lebih baik memang diikhlaskan saja. Walaupun dipaksakan juga hanya akan membawa hal yang tidak baik untuk kami!" ucap Agnes pada akhirnya.


Setelah sampai di kampung halaman kedua orang tuanya Agnes pun langsung turun dari mobil dan bertemu dengan kedua orang tuanya. Terlihat ibunya Agnes menyambut putrinya dengan begitu bahagia.


" Agnes? Ya ampun! Kenapa kau pulang ke sini tidak memberikan kabar kepada kami Agnes? Oh ya, mana suamimu? Kenapa tidak datang bersamamu?" tanya Sang ibu yang merasa sangat bahagia dengan kedatangan Agnes ke rumah mereka.


Agnes lalu mencium telapak tangan Ibunya dan memeluknya dengan begitu erat seakan ingin melepaskan kerinduan yang begitu lama ketika mereka tidak bertemu satu sama lain.


" Mama kangen sama kamu Nak!" ucap ibunya Agnes dengan mata berkaca-kaca.


Agnes pun merasakan keharuan bertemu kembali dengan sang ibu yang sudah lama tidak bertemu dengannya.


Agnes memang sudah lama pergi dari kampung halamannya untuk merantau ke ibukota. Bahkan saat pernikahannya pun dilaksanakan di sana. Karena Fic yang menginginkan pernikahan mereka berdua dilakukan secara modern di hotel bintang 5 yang sudah dia pesan dan dia persiapkan dengan matang. Kedua orang tuanya yang datang untuk menghadiri pernikahan mereka.


" Apa kabar Mamah sama Papah?" tanya Agnes kepada ibunya yang hampir 6 tahun lebih tak bertemu dengannya.

__ADS_1


" Kabar mama sama papa baik sayang. Oh ya, di mana suamimu? Kenapa kau tidak menjawab sih?" tanya ibunya Agnes yang merasa sedih saat dia melihat Agnes yang tidak menjawab pertanyaannya.


Rasa haru karena berpisah dengan putrinya dan saat ini bertemu lagi benar-benar membuat ibunya Agnes merasa sangat bahagia. Tetapi dia pun merasa penasaran. Kenapa putrinya hanya sendirian saja datang ke rumahnya? Apakah ada yang salah disini?


Hati dan insting seorang ibu sedang bekerja. dia yakin kalau ada sesuatu yang tidak benar di dalam kehidupan putrinya bersama dengan suaminya


" Mama ini kenapa sih? Aku pulang ke rumah, bukannya menyuruh Aku masuk dulu. Duduk dulu gitu. Lalu nawarin aku buat minum dulu atau gimana gitu? Ini, malah nanyain suamiku yang gak ikut ke mari!" ucap Agnes tampak misuh-misuh.


Terlihat ibunya Agnes yang tertawa melihat kelakuan putrinya yang masih kekanakan baginya. " Ya sudah sayang. Ayo sini masuk dulu. Nanti Mama buatkan dulu ya minuman untuk kamu? Kamu mau minum apa Nak?" tanya sang ibu merasa senang sekali.


" Air dingin aja Mah! Rasanya cuaca hari ini panas sekali!" ucap Agnes yang kemudian membaringkan tubuhnya di sofa. Jujur saja ya! Dia sangat lelah sekali setelah melakukan perjalanan yang begitu jauh dengan menggunakan mobilnya.


Agnes termasuk bukanlah keluarga yang kaya raya. Dia hanya keluarga biasa saja standar seperti Kebanyakan orang di Indonesia.


Apa yang dimilikinya saat ini adalah karena kerja kerasnya bekerja di ibukota selama beberapa tahun lamanya sebagai asisten dan sekretaris di beberapa perusahaan ternama.


" Apakah kamu tidak tahu kalau papamu sudah meninggal?" tanya sang ibu kepada Agnes.


Agnes benar-benar terkejut mendengarkan ucapan tersebut.


" Innalillahi wa inna ilaihi rojiun! Kenapa Mama tidak memberitahukan kepada Agnes?" tanya Agnes dengan air mata yang berderai.


" Bagaimana mama bisa memberitahukan kamu Nak? Sementara nomor teleponmu sudah tidak aktif lagi. Berkali-kali Mama mencoba untuk menghubungimu!" ucap Sang ibu dengan air mata yang mulai menetes.


Sungguh saat ini Agnes benar-benar merasa lemas luar biasa.


" Maafkan Agnes mah. Saat itu ada sesuatu yang terjadi sehingga memaksa Agnes untuk mengganti nomorku. Aku kehilangan ponsel lamaku pada saat itu. Sementara aku begitu sibuk dengan hidupku di sana sehingga tidak sempat untuk mengunjungi Mama di sini!" dusta Agnes kepada ibunya.

__ADS_1


Bagaimanapun Agnes tidak mau mengakui kepada ibunya bahwa dia telah membuang ponselnya hanya untuk membuat Fic tidak bisa menemukan jejaknya.


Waktu itu kejadiannya begitu cepat sehingga Agnes tidak memiliki waktu untuk menyalin nomor-nomor yang ada di dalam ponsel tersebut.


Alhasil Agnes pun akhirnya harus merelakan kehilangan semua kontak yang ada di dalam ponsel tersebut dan mengalami lost contact begitu lama bersama dengan kedua orang tuanya.


Agnes memeluk ibunya dengan begitu erat tanpa air mata yang mengalir di pipinya.


" Maafkan Agnes mah yang sudah membuat Mama hidup sendirian di sini! Maafkan Agnes!" ucap Agnes merasa sangat sedih sekali dengan jalan hidupnya selama ini.


Akhirnya ibu dan anak itu pun saling berpelukan dan saling menguatkan satu sama lain.


Agnes pun akhirnya berjanji kepada ibunya bahwa dia akan menetap bersama dengan ibunya Karena dia sudah bosan untuk hidup di kota.


" Mah, Apakah kalau Agnes tinggal di rumah mama, mama akan keberatan? Agnes akan mencoba untuk membuat perusahaan kecil-kecilan di sini dengan kemampuan Agnes selama bekerja di kota! Dengan uang yang sudah Agnes kumpulkan selama ini." ucap Agnes pada ibunya.


Bagaimanapun Agnes tidak ingin bertemu lagi dengan Fic ataupun siapapun juga yang pernah berhubungan dengannya di masa lalu.


Apalagi sekarang perusahaan Stanley sudah bekerja sama dengan perusahaan Sakinah. Pasti mau tidak mau mereka harus selalu berinteraksi karena urusan pekerjaan.


" Tentu saja kamu boleh tinggal di sini nak! Kau adalah anakku satu-satunya. Bagaimana mungkin Mama tidak akan mengizinkanmu untuk tinggal di sini?" tanya ibunya dengan senyum bahagia.


Agnes langsung memeluk ibunya dengan erat. Tampak begitu besar kebahagiaan di dalam wajahnya.


" Terima kasih mah Agnes berjanji sama Mama akan memulai kehidupan baru di sini dan merupakan kehidupan Agnes di kota!" ucap Agnes dengan air mata di pipi.


Ibunya Agnes tahu bahwa pasti sedang terjadi sesuatu yang buruk terhadap putrinya. Terlihat dari Agnes yang dari tadi terus menangis tanpa bisa mengendalikan dirinya dan juga emosi di dalam hatinya.

__ADS_1


" Baiklah nak. Sekarang kau beristirahatlah. Mama akan menyiapkan makan siang untuk kita berdua. Kau pasti sudah lapar kan sayang? Setelah melakukan perjalanan jauh?" ucap ibunya Agnes sumringah sekali.


__ADS_2