Ketika Istriku Tak Lagi Meminta Uang

Ketika Istriku Tak Lagi Meminta Uang
Ketika istriku tak lagi meminta uang 114


__ADS_3

"Mbak Ratih..!" suara teriakkan Silvi, aku yang hendak mengambil pisau Kemabli berjalan ke depan dengan tergesa-gesa, terlihat Silvi dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


Kenapa dia bukankah tadi ku tinggal dalam keadaan baik-baik saja.


"Kamu kenapa Sil, kok nangis," tanyaku.


"Lihatlah ini, Mbak?" Silvi kembali memberikan amplop tadi padaku, emang apa sih yang ada dalam amplop ini. Karena penasaran, aku membuka amplop tersebut dan melihat foto Fadli dan Tania sedang berpelukan, aku melihat semua fotonya tanpa satupun yang tertinggal.


Apa semua ini sudah di rencanakan oleh Tania, bukankah dia ingin menghancurkan hubungan Fadli dan Silvi. Sebaiknya masalah ini harus di tanyakan langsung pad Fadli.


"Mas Fadli mengkhianati aku, Mbak!" kata Silvi menangis, aku paham hatinya sakit melihat orang yang kita cinta berpelukan dengan orang lain.


"Mbak ngerti perasaan kamu tapi sebaiknya kamu tanyakan langsung pada Fadli tentang semua ini,. mungkin saja ada orang yang ingin menghancurkan hubungan kalian," kata ku, Silvi menghapus air matanya lalu menatap ke arahku.


"Ya, mungkin saja semua ini sudah di rencanakan oleh seseorang. Temui Fadli sekarang agar tidak terjadi kesalahpahaman antara kalian berdua," kata ku lagi, Silvi mengangguk lalu kembali masuk ke kamar mengambil tasnya dan langsung berangkat tanpa sarapan pagi.


****


Anggara baru saja sampai di kantor, setelah pulang dari London hubungan Stefani dan Anggara mulai membaik bahkan Anggara sering menghubungi wanita yang di cintai begitu juga dengan Stefani, ia harus menunggu Stefani kembali dua tahun lagi untuk menyelesaikan pendidikannya.


Anggara mengambil ponsel lalu menghubungi Stefani karena sudah seminggu ini mereka tidak berkomunikasi.


"Hai, bagaimana kabarmu?" tanya Anggara pada stefani melalui Video call.

__ADS_1


"Baik, kemana saja beberapa hari ini kok gak ada kabar?" tanya Stefani.


"Kenapa, apa kau merindukan aku," goda Anggara membuat Stefani malu-malu.


"Apaan sih, sudah aku mau berangkat ke kampus dulu, Daa daa," kata Stefani langsung mematikan ponselnya, Anggara yang belum selesai berbicara merasa kesal di buatnya. Setiap ingin berbicara lebih lama pasti Stefani langsung mematikan ponselnya.


****


Kini Silvi tiba di apartemen Fadli, ia langsung mengetuk pintu dan malas untuk menghubunginya. Tiga kali ketukan, tak juga di buka membuat Silvi kesal lalu menggedor pintu dengan keras.


Fadli berjalan ke arah pintu lalu terkejut melihat Silvi berada di depan apartemennya.


"Sayang, kok datang kesini gak bilang-bilang dulu?" kata Fadli tersenyum sedangkan Silvi hanya diam lalu masuk ke dalam apartemennya.


"Penjelasan, penjelasan apa." kata Fadli bingung, ia menutup pintu lalu berjalan ke arah Silvi.


"Jelaskan tentang semua ini, Mas?" pinta Silvi melempar lembaran foto tadi ke atas meja, mata Fadli membulat ketika dirinya berpelukan dengan Tania.


Fadli mengambil foto tersebut lalu melihatnya.


"Kemarin sepulang dari rumah kamu, aku pulang ke apartemen dan melihat Tania berada di depan apartemen mas dalam keadaan menangis, reflek dia langsung memeluk Mas.


Mungkin dia sudah merencanakan semua ini untuk menghancurkan hubungan kita sayang," kata Fadli duduk dekat Silvi.

__ADS_1


"Jika dia merencanakan semua ini lalu siapa yang memotret kalian berdua, di foto tersebut terlihat kalian saling berpelukan." kata Silvi tidak bisa menerima penjelasan Fadli begitu saja.


"Mas bersumpah tidak memeluk dia, apa selama ini aku membohongi mu," kata Fadli menatap mata Silvi memerah akibat menahan tangis.


Hening, Silvi hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Fadli. Selama ini, memang Fadli tidak pernah membohongi dirinya.


"Aku tidak akan mengkhianati cinta kita, kalau kamu juga tidak percaya. bagaimana kalau hari ini kita menikah," kata Fadli spontan membuat Silvi membulatkan matanya.


"Menikah, hari ini? kamu tidak salah bicarakan Mas?" kata Silvi meletakkan tangannya di dahi Fadli.


"Sayang, aku tidak salah bicara! jika kamu tidak percaya dengan ku maka aku akan mengajak kamu untuk menikah hari ini juga, bagaimana?" kata Fadli tersenyum mencubit pipi Silvi.


"Tidak Mas, aku tidak bisa menikah sekarang? belum lagi mas Rahman belum di temukan," kata Silvi menatap Fadli dengan serius.


"Iya, mas hanya becanda kok sayang! ingat, mas hanya mencintai kamu dan jangan pernah percaya dengan lembaran foto yang hanya akan menghancurkan hubungan kita," kata Fadli menangkup wajah Silvi.


"Mas Fadli tidak berbohong kan," tanya Silvi lagi.


Fadli hanya mengangguk lalu mencium kening Silvi, rencana ia akan menemui Tania dan menyuruh dia untuk menghapus foto dia dan dirinya karena ia tidak ingin Silvi pergi meninggalkannya.


*** ***


Silvi pulang di antar sama Fadli, ia tidak ingin Silvi pulang sendirian karena ia takut Tania bisa saja mencelakai Silvi. Sesampai di rumah, terlihat mobil polisi berdiri tidak jauh dari rumah Silvi dan ia langsung berjalan takut terjadi apa-apa pada Ratih, ia langsung berlari ke dalam.

__ADS_1


"Apa...!"


__ADS_2