
Rania dan Aira sampai di rumah jam 10 malam, Aira langsung turun dari mobil dan masuk ke rumahnya. Rania yang sudah memasuki mobil ke bagasi mobil mengejar Aira yang sudah menaiki tangga yang hampir mencapai puncaknya.
"Aira, kamu kenapa? Kok kamu gak suka lihat Niko?" tanya Rania sambil mengejar Aira, bukannya berhenti Aira semakin mempercepat langkah kakinya menuju kamarnya yang kini berada di samping kamar kakaknya.
"Aira, tolong jawab kakak?" tanya Rania belum puas jika belum mendapatkan jawaban dari Aira.
"Ya, aku tidak suka dengan teman kakak yang bernama Niko itu dan aku rasa dia bukan lelaki baik-baik," kata Aira menatap kakaknya.
Entah kenapa! Ia mempunyai firasat jika Niko bukanlah pria yang baik. Meskipun baru kali bertemu dengan Niko tapi ia merasa ada yang akan terjadi dengan kakaknya.
Ya, Aira memang berbeda dengan Aira. Aira mempunyai insting yang kuat jika apa yang dikatakan pasti akan terjadi sesuatu, sudah beberapa kali yang terjadi dan apa yang di katakan pasti terjadi.
"Ngaco kamu dek, kamu gak bisa dong menilai seseorang hanya sekali bertemu saja," Kata Rania tidak setuju dengan penilaian Aira terhadap Niko yang baru saja ia kenal beberapa bulan yang lalu.
__ADS_1
"Terserah Kakak kalau tidak mau percaya, aku mau tidur."
Aira berjalan ke kamar mandi, meninggalkan kakaknya yang masih berdiri di dalam kamarnya. Rania menghembuskan nafas dengan kasar, ia meninggal kamar adiknya lalu berjalan masuk ke kamarnya yang ada di sebelah.
Aira keluar dan melihat kakaknya tidak ada lagi di kamar, ia mengambil ponsel lalu menghubungi seseorang.
"Besok aku ingin ketemu," kata Aira ketus.
Aira merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ia rasanya sangat malas untuk menggantikan baju tapi jika mamanya tahu pasti itu akan membuat mamanya marah.
********
"Sampai kapan kamu bersembunyi dari mbak Rania, Mas?" tanya seseorang perempuan adik dari Dilon, kini terlihat wajah pucat pemilik wajah tampan itu hanya diam bahkan ia enggan berbicara.
__ADS_1
Apa Mas tahu? jika mbak Rania selalu bertanya tentang Mas, dia selalu bertanya kenapa mas tidak pernah menghubunginya selama di luar negri. Jika mas mencintai dirinya, mas jangan seperti bersembunyi dari mbak Rania.
"Aku hanya diam tidak ingin membuat dirinya sedih?" kata Dilon teman sejak kecil yang slalu mencintai Rania tanpa Rania ketahui.
"Mas, jika dia menangis melihat mas karena semua itu dia mencintai Mas tapi Mbak Rania belum menyadarinya," kata Cika adik Dilon.
Ya, selama ini dia pergi ke Singapura hanya untuk berobat penyakitnya dan baru beberapa bulan yang lalu pulang saat dokter menyatakan ia sudah sembuh tapi ia tidak boleh bekerja keras dulu. Dia harus cek up sebulan sekali ke rumah sakit.
Dilon kembali diam, selama ini dia menatap Rania dari jauh. Saat keluar dari rumah, ia hanya melihat Rania dari mobil miliknya tanpa bisa menyapa dirinya.
"Ya sudah, Mas aku antar ke kamar dan besok Aira akan kesini, dia mau ketemu sama Mas," kata Cika, Dilon hanya mengangguk lalu Cika mendorong kursi rodanya, membawanya ke kamar.
Adakala cinta itu harus di utarakan, ada juga harus memendam ketika cinta hanya takut bertepuk sebelah tangan
__ADS_1