
"Apa, siapa dalang semua ini pak?" tanya Silvi tat kala di berada di depan pintu, kami semua mata mengarah padanya. Pak polisi belum memberi tahu pada kami, dia langsung bertanya.
Ya, polisi mendatangi ku kerumah dan berkata jika lelaki yang ada di Cctv tersebut sudah di tangkap oleh polisi dan ternyata dia di suruh oleh orang lain untuk mencelakai mas Rahman.
"Iya, Pak? apa lelaki itu memberitahu siapa yang menyuruhnya mbak," tanya ku penasaran.
Siapapun orangnya, aku tidak akan memaafkannya dan aku ingin dia di hukum seberat-beratnya.
"Lelaki tersebut memberitahu kalau menyuruh mereka adalah Tania," kata Pak polisi tersebut.
Aku kaget mendengarkan nama yang dia di sebutkan oleh polisi, dugaan aku benar dialah dalang dari semua ini. Aku tidak menyangka keinginannya untuk mendapatkan Fadli membuat nyawa mas Rahman melayang.
"Apa, Tania? jadi benar dia dalang dari semuanya mbak," kata Tania menoleh ke arahku. Aku hanya mengangguk lalu kembali berbicara dengan polisi.
"Segera tangkap dia, Pak! saya tidak ingin dia kabur," kata ku pada polisi, aku lega ternyata orang yang mencelakai mas Rahman sudah di tangkap tapi jasad mas Rahman juga belum di temukan.
__ADS_1
"Baik, Bu! kami akan segera ke sana untuk menangkap Bu Tania sebagai tersangka." kata polisi.
Setelah polisi tersebut pamit, aku berjalan ke belakang untuk mencuci piring yang aku tinggalkan saat polisi tadi datang. Silvi mengekor dari belakang.
"Bagaimana, apa masalahmu dan Fadli sudah selesai," tanya ku.
"Sudah mbak, semua itu ternyata kerjaan Tania mungkin dia merasa cemburu karena mas Fadli lebih memilih aku dari pada dirinya.
"Mungkin, sudah kamu bantuin cuci piring," kata ku mencuci piring belum lagi perabotan rumah sedikit berdebu.
*** ****
Tok....tok...tok....
Dua orang polisi datang ke apartemen milik Tania setelah mencari informasi, mereka mengetuk pintu hingga tiga kali baru pintu apartemen tersebut tersebut. Mata Tania membulat saat yang melihat polisi berada di apartemen miliknya.
__ADS_1
"Benarkah saudara atas nama Tania?" tanya polisi tersebut.
"Benar, memangnya ada apa, Pak?" tanya Tania dengan wajah pucat.
"Saudara harus ikut kami ke kantor polisi karena anda menjadi tersangka percobaan pembunuhan atas Pak Rahman," kata Polisi tersebut, bola mata Tania semakin membulat saat dia mendengarkan ia harus ikut ke kantor pak.
"Tapi pak, saya tidak bersalah bukan saya melakukannya pak," teriak Tania histeris mungkin dia tidak menyangka jika ia akan di tangkap oleh polisi.
Tania terus menjerit meminta tolong untuk di lepaskan tapi polisi terus membawanya, wartawan yang tak sengaja berada disana merekam semua kejadian Tania yang di tangkap oleh polisi.
Karirnya menjadi model majalah dewasa hancur berantakan, semua media televisi menayangkan dirinya yang sedang di tangkap oleh polisi. Semua kontrak di batalkan saja oleh produsen.
Kami yang baru saja selesai mencuci piring dan makan siang menghidupkan siaran TV, ternyata tentang dialah yang muncul di televisi.
"Awak media begitu cepat menyebar Videonya, mbak," kata Silvi langsung duduk.
__ADS_1
"Kamus benar sil, namanya juga media semua serba cepat," kataku duduk di sampingnya, kami terus menonton tentang Tania seakan masalah pencarian Rahman belum ada kabar.