Ketika Istriku Tak Lagi Meminta Uang

Ketika Istriku Tak Lagi Meminta Uang
Ketika istriku tak lagi meminta uang 72


__ADS_3

Aku berlari ke arah Stefani yang sudah pingsan dengan kaki dan tangannya di ikat dengan tali.


Aku dan Anggara mencoba mengangkat Stefani ke mobil sebelum Riko datang kembali, Aku melihat ke segala arah agar Riko tidak datang. Kami melangkah dengan cepat agar bisa sampai di dalam mobil, tapi langkah ku terhenti di saat melihat pintu belakang mobil Anggara sudah terbuka.


"Rania....!" Teriakku ketika melihat pintu terbuka dan ternyata putriku hilang bersama Silvi.


Siapa yang melakukan semua ini, dimana Rania ku berada. Kemana aku harus mencarinya, aku melihat Anggara menggendong Stefani menuju pintu mobil.


"Ada apa?" tanya Anggara.


"Putriku hilang dan sekarang kita tidak tahu siapa yang menculiknya," kata ku.


Lagi-lagi aku harus kehilangan putriku demi untuk menyelamatkan orang lain, kapan masalah ini akan selesai dan aku bisa hidup tenang, belum lagi mas Rahman hilang bagaikan di telan bumi.


"Apa, ya sudah kamu bantu aku masukkan Stefani dan setelah itu kita akan mencari Rania, tenang saja kita pasti menemukan Rania," kata Anggara tenang.


Aku hanya mengangguk lalu membantu Anggara membuka pintu mobil agar mudah meletakkan Stefani. Aku duduk dengan memangku Stefani untuk di bawa ke rumah sakit.


Aku mencoba mengoles minyak kayu putih di hidungnya, ia terlihat lelah dan kucel mungkin karena ia di sekap di dalam gudang tanpa kaca jendela.

__ADS_1


"Apa Stefani sudah sadar," tanya Anggara di perjalanan menuju rumah sakit.


"Belum, kita bawakan saja dia ke rumah sakit," kata ku.


Aku masih mencoba untuk menyadarkan Stefani sehingga aku melihat Stefani menggerakkan tangannya.


"Alhamdulillah, kamu sudah sadar,"


"Aku dimana," kata Stefani mencoba bangun dari tidurnya.


"Kamu ada bersama kami, boleh aku tanya? Kenapa kami bisa di sekap sama Riko," tanyaku tak sabar untuk mendengarkan informasi pada Stefani.


Apa, jadi benar kalau Riko dalang dari semua ini. Apa motif dia melakukan semua ini padahal aku tidak punya masalah.


"Apa kamu tahu alasan dia melakukan ini?" Tanya ku.


"Aku tidak tahu, mbak." Kata Silvi.


Bagaimana aku tahu alasan dia melakukan ini semua, bagaimana dengan putriku dan Silvi, apakah mereka sudah makan.

__ADS_1


🍁🍁🍁


"Lepaskan aku, siapa kamu?" Teriak Silvi di saat tangannya di tarik oleh Riko dan Rania ada dalam pangkuan seseorang perempuan yang tak lain adalah Bu Sekar.


"Diam atau aku akan memukulmu," kata Riko, ia terus menarik tangan Silvi sehingga membuat Silvi ketakutan.


"Kenapa kamu bawa mereka kesini, siapa mereka berdua Rik," tanya Bu Sekar.


"Mereka berdua keluarga Ratih, aku akan meminta bayaran yang setimpal atas apa yang telah mereka lakukan pada papa." Kata Riko dengan wajah memerah.


"Riko, semua ini akan membahayakan kamu?" Kata Bu Sekar memperingati Riko.


"Aku tidak peduli, aku hanya ingin melihat mereka menderita," kata Riko menarik Silvi dan melemparkannya ke atas tempat tidur, begitu dengan Rania yang sudah menangis.


Silvi mencoba mengambil ponsel ingin menghubungi Ratih tapi sayang niatnya di ketahui oleh Bu Sekar.


"Jangan coba-coba untuk menghubungi siapa pun kalau kamu ingin selamat dari sini," kata Bu Sekar mengambil ponsel yang ada di tangan Silvi.


Hallo semuanya, ketika istriku tak lagi meminta uang gak lama lagi tamat ya!

__ADS_1


__ADS_2