Ketika Istriku Tak Lagi Meminta Uang

Ketika Istriku Tak Lagi Meminta Uang
ketika istriku tak lagi meminta uang 120


__ADS_3

"Semalam malam, Tante," seseorang berdiri tidak jauh dari mereka berdiri, Afnan dan Amelia menoleh ke asal suara. Terlihat wanita cantik dengan dress di atas lutut dengan rambut terurai begitu saja senyum ke arah Afnan.


"Widuri ya? anak jeng Mira," tebak Bu Lydia walaupun jeng Mira sudah memberitahu tentang kedatangan anaknya.


"Iya, Tante. Pasti mas Afnan ya?" kata Widuri sok akrab, melihatnya Widuri seperti itu membuat Amelia menatap wanita tersebut dengan mata malas.


"Mas jadi pergi gak sih," kata Amelia kesal.


"Jadi, sebentar Mas mau bicara sama Mama dulu," kata Afnan berjalan ke arah Bu Lidya yang sedang berdiri di sofa lalu membawanya sedikit menjauh dari Amelia.


"Apa semua ini, Ma? harus berapa kali lagi Afnan bilang kalau Afnan tidak mau menikah, aku punya istri Ma," kata Afnan kesal menahan amarah di dadanya.


"Sayang, Mama tidak bisa menolaknya. Kalau tidak menyukainya kamu bisa katakan langsung padanya, Mama benar tidak menyuruhnya kesini," kata Bu Lydia merasa bersalah, dia tidak mungkin memaksa Afnan menikah karena ia sudah memiliki istri.


"Ya sudah, aku keluar dulu Ma?" kata Afnan lalu kembali ke arah Amelia dan Widuri.


"Ayo, kita pergi," kata Afnan mengajak Amelia.


"Tunggu, kalian mau kemana?" tanya Widuri tersenyum.


"Kami mau makan di luar, memangnya Kenapa?" kata Amelia ketus.


"Tante, apa aku boleh ikut mereka?" tanya Widuri masih dengan senyuman di bibirnya, tak henti-hentinya ia tersenyum ke arah Afnan membuat Afnan merasa jengkel.

__ADS_1


"Boleh, ikut saja mereka," kata Bu Lidya tidak enak hati jika menolak Widuri untuk tidak ikut dengan mereka.


Dengan penuh semangat 45, Widuri berjalan di samping Afnan. ia berjalan dengan gemulai membuat Afnan semakin ilfil dengannya, sedangkan Amelia merasa tidak suka dengan perempuan yang mendekati Afnan.


Mereka menaiki mobil untuk keluar, Amelia duduk di belakang sedangkan Amelia duduk di samping Afnan membuat Widuri tidak bisa dekat-dekat dengan Afnan, padahal ia ingin merayu Afnan untuk menjadi kekasihnya.


"Afnan, apa kau tahu saat mama ku memperlihatkan foto kamu dan ingin menjodohkan kita membuat aku sangat senang, aku langsung bersedia jika kalau menjadi suami," kata Widuri dengan sangat antusias, Amelia merasa geram melihat Widuri yang terus berbicara.


"Apa kau tidak bisa diam, dari tadi ngerocos melulu," kata Amelia sedikit mengeraskan suaranya.


"Memangnya kenapa, aku ini akan menjadi kakak ipar mu," kata Widuri lagi dengan penuh percaya diri seakan dia bisa menggaet Afnan dengan pesonanya.


"Kakak ipar, mana mau mas Afnan sama wanita seperti mu," kata Amelia berterus terang, ia sedikit bar-bar jika dia tidak menyukai seseorang langsung bilang tanpa harus berpura-pura.


"Sudah, diam!" kata Afnan, ia kembali fokus menyetir mobil yang sebentar lagi akan sampai di Restoran Rania.


Mobil memasuki pelataran restoran tersebut, sudah dua kali dia kemari untuk melihat restoran miliknya dan tentu ia ingin melihat adik kesayangannya Silvi.


"Kita makan disini, Mas?" tanya Amelia belum pernah datang ke restoran tersebut sebelumnya.


"Iya, memangnya kenapa? Ayo turun," kata Afnan melepaskan self bet di badannya, begitu juga dengan Amelia dan tentunya Widuri juga ikut.


"Tidak apa-apa sih, soalnya aku belum pernah kesini," kata Amelia tersenyum.

__ADS_1


Mereka berjalan memasuki restoran dan memilih tempat duduk di pojokan agar bisa melihat orang-orang yang lalu lalang.


"Kamu pesan apa?" tanya Afnan pada Amelia.


"Sebentar Mas, aku lihat dulu menu makanan disini?" kata Amelia mengambil buku menu yang ada di atas meja lalu membukanya.


"Mbak," panggil Amelia pada pelayan restoran.


Pelayan tersebut pun menghampiri Amelia.


"Mau pesan apa, Mbak?" tanya pelayan tersebut .


"Aku pesan Teriyaki salmon, lobster saus tiram sama sate kambing mbak. Minumnya jus jeruk aja," kata Amelia tersenyum sedangkan Pelayan tersebut mencatatkan.


"Mas mau pesan apa?" tanya Amelia.


"Samain aja sama kamu," kata Afnan asik dengan ponselnya.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Amelia pada Widuri yang asik dengan ponselnya.


"Berikan, aku lihat menunya dulu," kata Widuri mengambil menu di tangan Amelia dengan kasar.


"Mbak, aku pesan sate kambing sama ikan gurame bakar ya," kata Widuri kembali memberikan buku menu pada pelayan tersebut, setelah selesai mencatat pelayan tersebut kembali ke belakang untuk memberikan menu pada chef.

__ADS_1


"Hai, Sayang!"


__ADS_2