
Aku merebahkan tubuh ku ke atas tempat tidur, perasaan aku benar-benar tidak enak. Entah apa yang akan terjadi tapi aku sangat merindukan putriku, aku menjenguknya ke kamar Silvi.
Ceklek....
Pintu kamar terbuka terlihat Rania masih tidur dan Stefani kemana dia, terdengar suara guyuran air dari kamar mandi mungkin Stefani ada disana.
Ting....
Ponsel Stefani tergeletak begitu saja di atas tempat tidur, aku ingin melihatnya tapi Stefani keburu keluar dari kamar mandi.
"Kenapa, mbak!" tanya Stefani.
"Ah, tidak tadi ponsel kamu berbunyi," kataku memberikan ponselnya, aku menggendong Rania membawanya keluar dari kamar. Sementara Stefani sedang Menganti pakaian, aku memesan makanan melalui go food untuk memesan makanan dan minuman agar bisa memakai bersama-sama.
"Mau kemana, Stef?"tanya ku melihat ia sudah siap dan rapi.
"Aku mau pulang ke rumah sebentar," kata Stefani berjalan keluar dari villa yang di tempati.
Aku hanya mengangguk lalu membiarkan Stefani pergi ke rumah orang tuanya, aku berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Ting tong...
__ADS_1
Suara bel berbunyi, aku berjalan menuju pintu terlihat seorang laki-laki mengantarkan pesanan ku. Aku mengambilnya lalu melakukan pembayarannya.
Selesai membayar, aku menutup pintu kembali. Melihat makanan ini membuat aku selera untuk memakannya sekarang.
"Anggara, ayo makan dulu?" Kata ku melihat ia turun dari atas dalam keadaan sudah rapi.
"Wah, kebetulan aku lapar banget!" Anggara turun menghampiri aku yang sedang menatanya di atas meja.
"Ayo, makan !" Kata Ku.
Anggara mengangguk lalu mengambil satu piring nasi untuk mereka berdua, suapan demi suapan sudah masuk ke dalam tapi mata ku mulai mengantuk.
"Hoam, kenapa aku ngantuk banget?" Kata ku. Mataku hanya tinggal beberapa wat lagi dan semua seakan gelap.
"Apa yang sedang kalian lakukan disini?"
Aku terbangun kala mendengar suara seseorang ternyata Stefani pulang, aku bangun dan sangat terkejut di samping ku sudah ada Anggara.
Aku terbangun dalam keadaan pusing, apa yang sudah aku lakukan dan kenapa aku bisa bersama Anggara di atas Ranjang.
Syurr...
__ADS_1
Stefani mengambil air lalu menyiram ke atas wajah Anggara. Anggara yang baru terjaga dari kesadaran melihat sekeliling.
"Apa, bapak puas sudah tidur bersama mbak Ratih?" kata Stefani.
Anggara tidak sadar di kamar siapa dan ia tidak melihat kalau ia tidak memakai baju.
"Ratih, kenapa kamu...?"
"Kenapa, apa kamu tidak tahu kalau kamu sudah tidur bareng sama mbak Ratih?" kata Stefani.
Hah, tidur bareng? aku menatap ke arah Anggara artinya aku satu ranjang dengan Anggara. Ada apa ini aku tidak bisa ingat apa-apa.
"Tapi aku tidak melakukannya?" kata Anggara.
"Kalau tidak melakukan semua ini, kenapa kalian bisa satu ranjang di kamar Mbak Ratih," kata Stefani berteriak hatinya sakit melihat pemandangan yang membuat hati hancur.
Anggara turun berlari mengejar Stefani yang sudah berlari keluar, aku berjalan ke kamar mengguyur tubuh merasa malu atas perbuatan ku. Apa yang harus aku lakukan, siapa yang tega melakukan ini.
"Stefani, tunggu! aku tidak melakukanya," kata Anggara berlari. Stefani terus berjalan tanpa peduli dengan teriakkan Anggara.
"Tunggu, kenapa kamu pergi," Anggara berhasil menarik tangan Stefani lalu membawanya ke pelukan..
__ADS_1
"Kenapa bapak menghentikan aku, aku ingin pergi?" kata Stefani dengan mata memerah menahan ras cemburu melihat Anggara satu kamar dengan wanita lain.
"Jangan pergi dariku, aku mencintai kamu?*