Ketika Istriku Tak Lagi Meminta Uang

Ketika Istriku Tak Lagi Meminta Uang
Bu Sekar di tangkap


__ADS_3

Semua sudah mulai membaik, kini Silvi sudah menjadi istri dari Fadli dan ibu tidak lagi mengkhawatirkan Silvi, tapi saat ini ibu Sekar belum juga di temukan sedangkan preman bayaran Bu Sekar sudah di tangkap polisi.


Ternyata Bu Sekar dan Riko tidak jera atas apa yang terjadi dengan mereka, Kini Ratih kembali ke kantor untuk bekerja sedangkan mas Afnan masih bekerja di kantor pak Brata.


Sementara Rania putri ku tinggal bersama ibu mertua, aku berangkat ke kantor karena tidak ingin terlambat sedangkan Mas Afnan sudah duluan berangkat karena ada meeting pagi-pagi sekali.


"Sayang, Mama berangkat ke kantor dulu. Kamu baik-baik di rumah ya,"


Aku mengecup pipi gembul putriku yang kini sudah semakin besar.


"Iya, Ma." ujar Rania dengan suara cadelnya.


Aku berangkat ke kantor setelah semua terjadi, aku berharap tidak akan ada lagi orang yang akan menyakiti keluarga ku.


🍁


🍁


🍁

__ADS_1


Di sebuah rumah, seseorang wanita berumur 45 tahun sedang bersembunyi di dalam rumah, ia menutup seluruh jendela agar orang mengira jika rumah itu tidak berpenghuni sehingga polisi tidak akan datang lagi tapi sampai kapan, karena ia juga harus makan seperti yang lain.


Siapa lagi kalau bukan Sekar, ia sedang di cari polisi atas kasus percobaan pembunuhan.


"Duh, perut ku lapar lagi? mana makanan gak ada, aku gak bisa keluar dari rumah. Apa aku pesan online aja kali ya," kata Bu Sekar mengambil gawainya lalu memesan makanan di aplikasi.


"Sudah, tinggal tunggu makanan yang datang," kata Bu Sekar kembali meletakkan gawainya di atas meja.


Sungguh ia merasa sangat lapar, semenjak polisi mengendus kasusnya ia tidak lagi keluar dan bersembunyi di dalam. Setiap kali ada yang mengetuk pintu pasti ia akan melihat dulu dari jendela.


Tak lama kemudian, pintu rumah Bu Sekar di ketuk oleh seseorang. Bu Sekar melihatnya dari jendela dan ternyata seorang kurir yang menentang pesanannya, ia keluar secara mengendap-endap.


"Jangan bergerak, ibu kami tangkap atas percobaan pembunuhan terhadap bapak Rahman. Kalian tanggap dia," kata seorang polisi pada anak buahnya, Bu Sekar mencoba untuk berlari tapi tidak bisa.


Rumahnya sudah di kepung oleh polisi dan kurir tadi hanya diam melihat itu semua.


"Terimakasih, sudah bekerja dengan kami," kata pak polisi berterima kasih.


"Sama-sama, Pak. kalau begitu saya permisi dulu," kata kurir tersebut.

__ADS_1


"Kurang hajar, kamu menjebak saya," kata Bu Sekar berteriak histeris mencoba untuk melarikan diri.


🍁


🍁


🍁


"Pak, tolong lepaskan saya pak? saya tidak bersalah," kata Bu Sekar terus berteriak.


"Ibu bisa menjelaskan di persidangan nanti," kata polisi tersebut, ia di masuk ke dalam sel tahanan. Riko yang melihat ibunya sangat kaget, Selnya berhadapan dengan Riko karena sebentar lagi dia akan terbebas dari penjara.


"Kenapa ibu bisa tertangkap?" tanya Riko.


"Semua ini karena mereka, Nak. Jika kamu keluar nanti balasan dendam ibu dan ingat, hancurkan keluarga mereka," kata Bu Sekar dengan mata menyala, ia sangat dendam pada keluarga Ratih juga Arman.


Padahal hasil tuai tanam itu pasti terjadi karena mereka yang memulainya tapi bukannya mereka sadar dengan perbuatan mereka tapi masalah menjadi-jadi.


"Sudah cukup, tidak perlu lagi balas dendam. Semua ini memang salah kita, lihatlah karena kamu aku harus kehilangan Sonya dan Anggara," kata pak Sanjaya angkat bicara.

__ADS_1


"Diam, aku tidak perlu nasihat mu karena aku akan tetap membalaskan dendam sampai ke anak cucunya.


__ADS_2