
20 tahun kemudian
seseorang gadis cantik baru saja pulang dari negeri paman sam, Dia begitu cantik dan mempesona dia baru saja menyelesaikan kuliahnya di negeri paman sam tersebut. Dia Aira gadis cantik dan ramah baru saja menginjak kakinya di bandara salah satu di jakarta. Dia dijemput oleh supir suruhan ayahnya awalnya ia ingin pulang sendiri tapi papanya tidak membiarkan permaisuri pulang sendiri.
Tidak butuh waktu lama Aira sampai di rumah, Dia sangat rindu dengan masakan mamanya dan juga merindukan kakak tercintanya. Ia langsung masuk berlari ke dalam rumah.
"Mama, papa, aku pulang?" Teriak Aira merasa senang ia bisa kembali ke Jakarta karena sudah 2 tahun lamanya ia berada di negri Amerika serikat dan kini ia bisa menghirup udara kota Jakarta.
Ratih yang baru saja menyiapkan sarapan pagi langsung memeluk putri kecilnya yang baru pulang, ia sangat senang bisa bertemu kembali dengan mamanya.
"Aku sangat merindukan, Mama!" Ujar Aira memeluk Mamanya dengan erat, sedangkan Afnan yang baru saja turun dari tangga tersenyum melihat putrinya sudah kembali.
"Apa hanya Mama saja yang di peluk?" Ujar Afnan berdiri tidak jauh dari mereka.
"Papa....!" Teriak Aira memeluk Papanya, setelah 2 tahun di amerika serikat baru kali ini Aira pulang.
__ADS_1
"Bagaimana dengan kuliah mu disana?" Tanya Afnan.
"Baik, Pa! Oh ya, Kak Rania kemana Ma?" tanya Aira.
Ya, Aira putri kedua dari pernikahan Ratih dan Afnan sedangkan Rania kini sudah berumur 23 tahun, ia tumbuh menjadi gadis cantik yang cerdas dan kini mengelola cafe milik papanya.
" kakak kamu lagi ke cafe, nanti siang juga pulang," ujar Ratih.
"Ya, sudah aku ke kamar dulu mah, mau istirahat capek banget soalnya," ujar Aira menaiki tangga menuju lantai atas, ia berjalan menuju kamarnya yang berada di samping kamar kakaknya Rania.
Tak lama kemudian, Rania sampai ke rumah lalu menuju langsung ke kamarnya. Ia menekan handle pintu dan membulatkan mata saat melihat Aira berada di dalam kamarnya dia langsung berlari Aira dan mereka saling berpelukan rindu.
"Ya ampun, Dek! 2 tahun tidak bertemu kamu makin cantik aja!" Puji Rania pada adik semata wayang nya.
"Kakak bisa aja! kakak makin cantik juga loh! kak udah punya pacar belum," tanya Aira penasaran.
__ADS_1
Selama ini yang dia tahu kakaknya hanya berteman dengan dilon lelaki yang sejak kecil mencintai kakaknya itu.
"Kamu pengen tahu aja! sudah sana mandi dulu, bau tahu! ujar Rania menutup hidung, dengan polos nya Aira mencium ketiaknya.
"Wangi, Kok! siapa bilang bau, kakak ngerjain aku ya!" ujar Aira melihat kakaknya hanya tertawa membuat Aira ingin menjahili kakaknya mereka bermain kejar-kejaran sambil melempar bantal ke arah satu sama lain.
"Ampun, dek! udah kakak capek" Aira pun berhenti memukul kakaknya, Ratih yang mendengar suara bising di kamar membuat dia berjalan ke kamar mandinya dan melihat kamar anaknya yang sudah berantakan.
"Ya ampun! Apa yang kalian lakukan, kamar berantakan seperti ini?" tanya Ratih melihat bantal kapasnya sudah keluar.
"Maaf, Ma!" Ujar mereka serentak.
"Kalian bereskan ini semua dan setelah itu kalian turun ke bawah, kita makan siang bersama," ujar Ratih menggeleng kepala melihat tingkah kedua putrinya.
"Oke, mama ku sayang?" Ujar Aira.
__ADS_1
Mereka berdua pun turun dari ranjang dengan nafas ngos-ngosan, lalu tertawa sembari membereskan kamar yang sudah berantakan.