LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 10 : Kebenaran Seorang Anak Lelaki


__ADS_3

Pagi hari di rumah Pak Harto lebih tepatnya di ruangan tamu. Ibu Dwi dan Rian sedang berdialog.


"Jadi aku bukan anak kandung ibu dan ayah " Ucap Rian syok mendengarkan perkataan ibu Dwi."Jadi orang tua kandungku siapa, Bu?" Ucap Rian melanjutkan.


"Kami juga tidak tau, Nak. ! Dengarkan Ibu dulu agar kamu faham, Nak.!"


"Baik Bu.!"


"Ini kisah 22 Tahun yang lalu pada saat kami mengadopsimu.!"


...FLASH BACK ON...


Suatu ketika Harto dan Dwi ingin mempunyai anak sebab Dwi di fonis oleh dokter bahwa dia mandul.



"Ma...! Bagaimana kalau kita mengadopsi anak saja "?


"kurasa itu ide yang bagus, Pa.. !"


"Kita ke rumah sakit bersaling mencari informasi, siapa tau kita dapat mengadapsi bayi " Ucap Hartono


"kapan, Pa.?"


"Hari ini kan aku libur Bu ! Bagaimana kalau hari ini saja.?"


"Kalau begitu, aku bersiap-siap dulu, Pa.!"


"Baiklah Bu.. ! Jangan kelamaan dandanya, Bu...!"


"Iya... ! Iya... !! Cuman sebentar kok, Pa.!"


Beberapa waktu kemudian Dwi telah keluar dari kamar setelah dandan


"Ayo kita jalan ! Tapi, rumah sakit mana, Pa.?"


"Kita kerumah sakit terbaik di kota ini, Rumah sakit para orang kaya, Bu.!"


"Bagaimana caranya kita bisa masuk ke sana, Pa.!"


"Kebetulan teman sekolahku jadi dokter di sana, Bu.!"


"Baiklah kalau begitu, Pa ! Aku ngikut ajah... !"


Rumah sakit Thunder adalah rumah sakit VIP khususp untuk para pengusaha besar.


Harto dan dwi lalu berangkat dengan menggunakan sepeda motor. selalah beberapa waktu kemudian Mereka tiba d lokasi akan tetapi mereka tidak bisa masuk ke dalam gerbang rumah sakit yang di kawal ketat


Harto lalu mengambil hp nokia selanutya menelpon


"Halo... !"


"Halo ada yang bisa saya bantu." Ucap seseoarang dari balik telepone


"Ini Hartono...!"


"Hartono yang mana yah... ?"Tanya seseorang di balik telephone.


"Hartono alumni SMU 1 Tahun 88 kls D.!"


"Rupanya kamu kawan, lagi di mana... ?" Ucap dokter itu.


"Aku lagi di luar rumah sakit Thunder, Nggak bisa masuk soalnya bukan tamu VIP.!"

__ADS_1


"Tunggu aku di luar, kebetulan aku lagi istirahat dan juga lapar, skalian kita makan bersama kawan..!"


"Baiklah kawanku.!"


5 Menit Kemudian mobil BMW keluar dari gerbang rumah sakit. seoarang pria paru baya di dalam mobim mencari seseorang yang sangat dia kenal.


"Hortono.. ! Aku di sini.. !"


Harto dan Dwi berjalan menuju ke mobil tersebut.


"Sudah lama kita tidak bertemu Yunus.!"


"Bentar ceritanya, masuk dulu Harto dengan istrimu, kita nyari tempat makan."


"Motorku bagaimana yunus.?"


"Nggak usah kawatir, motormu aman kawan.!"


"Baiklah, jika kamu yang mengatakan itu.!"


Merakapun masuk ke dalam mobil tersebut , Selanjutnya Dokter Yunus melaju mencari rumah makan terdekat, Beberapa waktu kemudian merekapun tiba di sebuah restoran . lalu ketiganya keluar dari mobil dan berjalan masuk ke restoran lalu duduk dan memesan makanan dan minuman .


"Wah... ! Kita teryata sudah tua, Harto.!" Ucap Yunus yang tertawa kecil.


"Iya... ! kita sudah tua. Ngomong-ngomong nih, Yunus.! Aku mau mengadopsi anak dari rumah sakit thunder. Boleh Nggak... ?" Kata Harto yang menatap dengan serius.


"Untuk saat ini, aku belum tau apa ada orang super kaya yang mau anaknya di adopsi. Jika ada, nanti aku kabari. Okey.?" Jawab Dokter Yunus.


"Baiklah kalau begitu, Yunus.!"


"Sepertinya, aku kenal istrimu deh.. !" Ucap Yunus.


"Tentu kamu kenal dia. Tapi, dia yang nggak mengenalmu, Yunus... ! Karena, pada waktu kita sekolah, setiap aku pacaran sama dia kamu yang Berjaga-jaga... ! Sebaliknya, jika kamu yang pacaran, aku yang jaga -jaga.!" Ucap Harto sambil tertawa terbahak-bahak.


Kemudian Hp berbunyi.


"Krink.. ! krink... ! krink... " Bunyi Hp Dokter Yunus.


"Haloo... ! Ada yang bisa saya bantu... !" Ucap Dokter Yunus


" ........................" Ucap seseorang dari dalam telephone.


Seketika doktet Yunus merasa ketakutan, gemetar.


"Harto... ! Aku kembali dulu ke rumah sakit, ada sesuatu yang sangat penting , Makanlah dulu dengan istrimu."


"Baiklah kawan, aku ngerti kok.!"


Kemudian dokter yunus menuju ke kasir untuk membayar makanan tersebut setelah itu dia bergegas keluar lalu mengemudikan mobilnya kembali ke rumah sakit.


Pelayan restoran tiba untuk menghidangkan makanan di meja Harto dan Dwi.


"Ada apa dengan sahabatmu, Pa'... ?" Tanya Dwi yang penasaran.


"Mungkin ada operasi dadakan, Ma.. !"


Beberapa waktu berlalu akhirnya merekapun telah menyelesaikan makan siang


"Kita duduk-duduk dulu, Ma.! Baru habis makan kok langsung pulang !" Ucap Harto


"Terserah kamu ajah, Pa.!" Ucap Dwi


"Jika kita tidak dapat mengadopsi anak dari rumah sakit Thunder sebaiknya kita ke panti asuhan ajah, Ma.?"

__ADS_1


"Iya Pa... ! Aku rasa itu pilihan yang bagus."


Beberapa waktu kemudian.


"Krink... ! Krink... ! Krink... !" Bunyi Hp Nokia milik Harto


"Kamu masih di restoran, Harto.?"


"Baru mau keluar dari restoran, Yunus.!"


"Kita ketemu sekarang di villaku ! Tempat kita bersenang-senang waktu sekolah, aku akan membawakanmu bayi laki-laki. Kamu masih ingatkan tempatnya... ?"


"Tentu saja aku ingat... !" Jawab Harto


"Kalau begitu, kita ketemu di sana.!" Ucap Yunus


"Tut... ! Tut... ! Tut...!" Bunyi telephone yang terputus.


Harto lalu memberi tahu istrinya. Tidak lama setelah itu, mereka akhirnya meninggalkan restoran kemudian dengan segera mencari taxi menuju tempat di mana ia memarkir motornya.


Beberapa waktu kemudian, Merekapun tiba di tempat di mana motornya terparkir.


"Ma ... ! Cepat dikit, Ma...!" Ucap Harto


"Iya... Iya bawel... !" Ucap Dwi.


"Brum.. ! Brummmmm... !" Suara motor Harto


Mereka Lalu berangkat ke Villa Dokter Yunus.


20 Menit kemudian Akhirnya mereka tiba di villa itu, Ternyata dokter Yunus telah menunggu mereka


"Kita berbicara di dalam.!" Ucap Dokter Yunus


"Baiklah Kawan.!" Jawab Harto


Mereka bertiga lalu masuk ke dalam villa itu lalu


"Itu bayinya ?" Tanya Dwi spontan.


"Benar sekali Ibu Dwi.!" Ucap Yunus.


"Bayi ini sekarang menjadi anak kalian, jika ada yang bertanya di mana kamu mengadopsi bayi katakan saja dari panti asuhan " Ucap Yunus


"Memangnya kenapa Yunus.?" Tanya Harto penasaran.


Dwi hanya menyimak pembicaraan mereka.


"Sudah jangan bertanya lagi, yang jelas kalian telah mendapaatkan apa yang kalian inginkan " Ucap Yunus.


"Iya Pa... ! Jangan nanya-nanya lagi yang jelas kita sekarang punya anak laki-laki nih..!Ucap Dwi yang sangat gembira.


...FLASH BACK OFF...


"Begitulah kisahnya kami mengadopsimu, Nak...!" Ucap Ibu Dwi.


Rian hanya terdiam dan termenung seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia ketahui.


"Ma... ! Aku ke kamar dulu untuk menjernikan pikiranku... !" Ucap Rian.


"Kamu baik-baik saja kan Nak." Ucap dwi


"Iya Bu... ! Aku baik-baik saja." Ucap Rian

__ADS_1


Rian lalu melangkahkan kakinya meninggalkan ruang tamu menuju ke kamarnya. Ibu dwi hanya bisa melihat punggung putranya menjauh.


__ADS_2