LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 79 : Tewas


__ADS_3

Seven dan Resky sedang melangkahkan kakinya menuju kursi sofa yang telah disiapkan untuk tamu yang ingin melakukan transaksi.


"Apa besok pagi kamu nggak punya kegiatan.?"


"Besok aku seminar kak, memang kenapa, kak.... ?"


"Soalnya ini sudah malam, kemungkinan acara ini berlangsung sampai subuh.!" Dia menatap lurus kedepan.


"Itu nggak jadi masalah, kak.! Dia lalu melirik ke arah Seven."Jangan cemaskan itu, kak.!"


Seven terdiam sejenak."Okey.!" Dia melirik gadis itu.


Mereka berdua lalu duduk di kursi sofa.


Mr Sudirman Sinaga sedang melangkahkan kakinya menuju seseorang pria yang tersenyum padanya.


"Apa kabar, Davids,! kata pria paru baya itu sambil tersenyum.


"Kabar baik, Sudirman,!" ucap David yang tersenyum kecil."Silahkan duduk.!"


Mr Sudirman lalu duduk di samping David, mereka saling menukar senyum.


Para panitia pelaksana lelang kemudian naik di atas podium di ikuti oleh beberapa orang yang membawa benda antik yang tertutup kain sutra.


Ketua pelaksana lelang lalu menyampaikan beberapa kata.


"Terima kasih atas kedatangan Tuan dan Nona yang hadir di acara lelang malam ini, barang yang kami lelang kali ini memiliki sejarah besar di dunia yang belum terpecahkan sampai saat ini yaitu artepak kuno yang di perkirakan berusia lima ratus ribuh tahun yang lalu yang di temukan di mesir, para ilmuan mengatakan jika benda ini adalah asal dari kata Karun yang kita kenal dengan sebutan harta karun. Hadirin para tamu yang terhormat, kami akan membuka acara pelelangan.


"Tok...! Tok...! Tok.. !" Bunyi meja yang di ketuk dengan palu pelelangan.


Di dalam aula besar itu terbagi tiga kelompok besar Mr Sudirman Sinaga bersama Ernest, Mr David Nasution Brodryck bersama dengan sahabatnya Frenky Junior dan Mr Bagas Erlangga bersama dengan Xavier

__ADS_1


"15 trilliun,!" kata Ernest.


"20 Trilliun,!" kata Frenky.


"40 Trilliun,!" Xavier


"Penawaran tertinggi ada pada Mr Bagas Erlangga, apa ada yang lebih tinggi dari itu,!" kata ketua panitia acara lelang itu.


"100 Trilliun,!" kata seven.!"


Semua peserta lalu berbalik ke arah sumber suara itu.


"Siapa anak muda berambut pirang itu,?" kata Xavier.


"Siapa dia,?" kata Ernest.


"Sepertinya wajah anak muda itu tidak asing,!" kata Frenky dalam hati.


"200 Trilliun,!" kata Ernest.


Mr Sudirman lalu berdiri dan berkata."500 Trilliun.!"


Para hadirin berpaling ke arah Mr Sudirman Sinaga dan mereka serentak bertepuk tangan. Mr sudirman lalu tersenyum manis ke arah para hadirin, tiba-tiba saja pria paru baya itu tergeletak di lantai bercucuran darah di kepalanya,matanya terbuka lebar.


Sontak para tamu histeris, berteriak ketakutan kemudian seluruh pengawal Mr Sudirman Sinaga yang di pimpin oleh Ernest lalu mengeluarkan pistol, mereka lalu menghampiri Boss besar mereka.


Seven dan Resky sangat terkejut atas kejadian yang begitu mendadak menimpa Ayah dari Raisa tersebut.



Ernest yang merupakan tangan kanan Mr Sudirman lalu menembakkan pistolnya ke atas.

__ADS_1


"Doorrr.... !'


"Maaf Tuan dan Nona, anda tidak boleh keluar dari tempat ini untuk saat ini.!"


Ernest kemudian memeriksa kondisi pemimpin mereka. dia lalu duduk di lantai dengan lemas dengan wajah lusuh.


Para pemimpin kelompok lalu mendekat ke arah Ernest yang berada tepat di samping Mr Sudirman sinaga.


"Bawa Mr sudirman kerumah sakit, sekarang... !!!!" kata David.


"Cepat panggilkan ambulans... !!!" kata Mr Bagas Erlangga.


"Cepat panggilkan Dokter... !!!!!!" Kata Seven yang berlari cepat ke tempat kejadian.


Dia lalu menghampiri Mr Sudirmam yang tergeletak di lantai, dia lalu membaringkan kepala pria paru baya itu di pangkuanya.


Resky yang beru saja tiba kemudian memompa dada pria itu dengan niat agar bisa bernafas, gadis itu meneteskan air mata.


"Om bangun.... !!! Bagun... !!! Hik... ! Hik... Hik... !!!"


Mr Erlangga Steven Lee, Fany dan Violet baru saja tiba di tempat itu.


"Mengapa kalian semua hanya berdiam diri... !!!" teriak pria tua itu." Bawa dia kerumah sakit, cepat... !!!"


Ernest kemudian mengeluarkan suaranya."Mr Sudirman Sinaga telah meninggalkan dunia ini.!"


Aula pelelangan hotel itu kemudian sunyi senyap.


Seorang wanita yang memakai gaun berwarna putih kemudian membereskan peralatan senjata laras panjangnya untuk meninggalkan gedung yang berada di gedung sebelah hotel tempat acara pelelangan.


"Mision accomplished.!" Dia tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2