LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 91 : Menjadi Pusat Perhatian


__ADS_3

Di luar kamar mayat lebih tepatnya di teras, Mr Ramadhan kemudian menghampiri dokter yang mengurus jenasah Mr Sudirman.


"Aku ingin jenasah sahabatku di otopsi, dan aku ingin anda mengeluarkan peluru yang bersarang di dalam kepalanya, aku akan mendisikusikan masalah ini dengan istri sahabatku, apa anda mengerti ucapanku, Dokter,!" kata Mr Ramadhan dengan tegas sambil menatap dokter itu.


"Di mengerti Tuan,!"


Beberapa waktu kemudian Mrs Erlita dan Raisa lalu kemudian keluar dari kamar itu. kelompok besar itu lalu memandang kedua wanita cantik yang terlihat begitu lusuh. Mr Ramadhan lalu menghampiri Mrs Erlita.


"Aku ingin kita berbicara empat mata, Nyonya Sudirman.!"


"Baiklah,!" kata Mrs Erlita.


"Silahkan ikuti aku.!"


Mereka berdua lalu berpindah tempat dari kerumunan itu untuk membicarakan hal penting.


Mrs Erika, Raisa, Irma, Marcela, Resky, Arya, Albert, Ernest, seorang Dokter dan kedua kelompok pasukan elite dari pihak keluarga Ramadhan dengan pihak keluarga Mrs Erlita hanya mampu memperhatikan mereka berdua yang berjalan menjauh.


Resky dan Marcela yang melihat Seven dari kejauhan kemudian menghampiri pemuda tampan berambut wig emas itu.


"Kak Seven,!" kata Resky yang tersenyum kecil sambil berjalan.

__ADS_1


Marcela juga tersenyum kecil tanpa berkata-kata sambil berjalan cepat menuju ke arah pemuda itu, kedua wanita cantik itu saling menatap silih berganti dengan pandangan tidak menyenangkan.


Mrs Erika, Raisa, Irma, Arya dan Albert memperhatikan kedua wanita cantik itu sedang berjalan mendekati seorang pemuda berambut emas.


"Ehh...Kenapa anak gadisku bergaul dengan cowok berandalan, nggak beres nih,!" gumamnya, dia kemudian memandang Arya."Kamu bawa adikmu kesini, apa kamu nggak liat dia menemui pria berambut emas itu.Cepat Arya.!!!"


"Iya, Mom,!!! aku rasa itu teman kampusnya.!!" Dia lalu bergegas menemui Resky.


"Mana ada mahasiswa kedoktoren modelnya kayak ngitu,!!"


Albert kemudian memalingkan wajahnya ke arah sumber yang di maksud oleh Mrs Erika."Kok pria itu mirip Farhan yah,!!"


Raisa kemudian memalingkan wajahnya ke arah yang di maksud oleh kedua temanya."Nggak mirip, mata kalian yang rabun.,!" dia kemudian mengingat sesuatu." Seven...! Seven...! Seven... ! Bukankah Resky barusan memanggil pri itu dengan nama Seven.!?" ia memalingkan wajahnya ke arah Albert.


"Iya juga,!! kok aku bisa lupa.!" Albert kemudian menuju ke arah pria yang di maksud."Sudah lama juga kita nggak bertemu brother,!!" kata Albert dengan nada tinggi sambil tersenyum.


"Nggak usah teriak-teriak juga, ini rumah sakit,!!" kata Seven.


"Sorry brother... ! Sorry... !! I missed you so i made a mistake,!" dia tersenyum.


"Kamu kayak wanita ajah, dasar cassanova,!!" kata Farhan Crow Seven.

__ADS_1


Mrs Erika kemudian menatap Raisa."Apa dia teman kamu, Nak.?"


Raisa kemudian memalingkan wajahnya ke arah sumber suara." Dia temam kampus kami, dia sangkatan denganku, Tante.!"


"Dia ngapain di London.!?"


"Dia ngambil S2nya di universitas cambridge, Tante.!"


"Ya ampun.... ! Jadi dia benar-benar Farhan.!" Irma kemudian memandang Raisa.


"Dia Farhan,! apa kamu ingat waktu kita berada di restoran sebelum kita ke pantai konoha, kamu ingat nggak....!?"


"Aku ingat. Terus, hubunganya apaan,!?" tanya Irma sambil menatap Raisa.


"Waktu itu, dia ngirimin aku sebuah pesan dan dia mengatakan jika dari Seven.


"Aku ngerti sekarang, ehh...tungu dulu,!" dia menoleh ke arah Marcela." Rupanya pangeran Marcela adalah Farhan,!" ucapnya dalam hati.


"Ada Apa, Irma.! kok, kamu melotot gitu ke arah Marcela.?"


"Nggak apa-apa, kok.!"

__ADS_1


__ADS_2