LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 128 : Firasat Buruk


__ADS_3

Setelah Princes Blade meninggalkan tempat itu, lebih tepatnya di atas jembatan kecil dengan perasaan yang tidak menentu tanpa di sadari oleh kelompok Seven bersama dengan Albert, Irma dan Resky begitupun dengan kelompok Irina yang bersama dengan King, Marcela, Violet dan Fany.


Seven yang berpapasan dengan Albert kemudian menatap King dari jarak yang tidak jauh dan tidak dekat dari mereka.


"Aku harap keputusan yang kamu ambil nggak membuatmu menyesal di kemudian hari, kamu sendiri yang memutuskan ikatan persahabatan di antara kita,!" teriak Albert sambil menatap lurus ke arah King.


"Aku nggak akan menyesali keputusanku, bahkan aku nggak menyesal meninggalkan indonesia demi mencari kebenaran, aku hanya buang-buang waktu bersama dengan kalian berdua,!" Teriak King ke arah Albert.


Farhan kemudian menatap Albert lalu berkata."Sudahlah.... !! Nggak ada gunanya kamu membujuk dia, kamu sudah tau betul wataknya yang keras kepala.


"Sebaiknya kita pergi,!" kata King yang masih mengenggam pergelangan tangan Irina.


"Okey,! jawab Irina sambil menatap wajah King, dia menatap Marcela, Violet dan Fany secara bergantian kemudian melanjutkan perkataannya."Guys,!! kita berangkat.!"

__ADS_1


"Okey,!" jawab Marcela, Fany dan Violet secara bersamaan.


Mereka berlima lalu meninggalkan kelompok Seven. Di saat mereka berjalan menjauh dari tempat itu, Marcela kemudian memalingkan sejenak wajahnya ke arah Seven lalu berkata dengan mengeraskan volume suaranya."Kita akam bertemu lagi Farhan Crow Seven, aku nggak akan menjauh darimu,!" gadis cantik itu tersenyum manis ke arah Seven.


Sontak Violet, Fany dan Irina begitupun dengan King terkejut.


"Marcela benar-benar menyukai Seven, aku nggak tau, apakah aku mampu bersaing denganya. Tapi, cinta itu butuh pengorbanan, aku harus memenangkan hati Seven apapun yang terjadi, walaupun aku harus berbuat licik,!" ucap Violet dalam hati sambil menatap Marcela.


"Kita menyukai pria yang sama, kali ini aku tak akan melepaskan pria yang aku sukai, perang dalam cinta itu adil bagiku,!" kata Fany dalam hati.


"Sejak kapan Marcela dekat dengan Farhan, jika Marcela dan Farhan saling menyukai, ini bisa mengagalkan salah satu rencana Mrs Park Ae-Ri.!! Tapi, aku yakin itu nggak akan terjadi,!" ucap King dalam hati.


Marcela kemudian kembali memalingkan wajahnya ke depan lalu berkata

__ADS_1


"Kita pergi guys.!"


Mereka berlima kemudian melanjutkan langkahnya yang terhenti sejenak dengan maksud menuju kediaman Mr Arashavin.


Setelah mereka keluar dari taman itu, Fany kemudian mengeluarkan suaranya.


"Maaf Guys,!! sepertinya aku nggak jadi ikut, aku harus menemui kakek dan pamanku,!" dia menatap Irina dan King.


"Okey, emang kakek kamu ada di sini,!?" ucap Irina.


"Iya,!! Kakek menemani paman Bagas Erlangga untuk menghadiri acara pemakaman Mr Sudirman Sinaga, bahkan aku dan Violet berada di lokasi kejadian sebelum Mr Sudirman Sinaga terbunuh oleh seorang Sniper.!"


King dan Marcela sangat terkejut hebat mendengarkan sebagian perkataan Fany, King menatap gadis cantik berdarah campuran itu dengan sangat serius."Gadis ini ternyata kerabat Mr Bagas Erlangga, kebetulan yang menarik,!" ucapnya dalam hati.

__ADS_1


"Ternyata Fany keponakan Mr Bagas Erlangga yang aku dengar di Rs Thumder, sungguh banyak kejadian yang tak terduga selama ini, ternyata orang-orang yang aku dengar dari Dokter Yunus waktu itu, berada di sekelilingku tanpa aku sadari,!" ucapnya dalam hati, dia menatap King, Irina dan Fany secara bergantian." Ya ampuuuun.... ! Firasatku nggak baik,!" ucapnya dalam hati.


Tidak lama kemudian, mereka terbagi menjadi dua kelompok.


__ADS_2