
Sebuah mobil Ferrari merah baru saja tiba di bandara, kedua wanita cantik keluar dari mobil mewah itu.
"Di mana mereka berdua, kok belum tiba?" ucap Raisa.
"Kita tunggu di dalam saja, mungkin mereka membeli sesuatu, kita kehujanan nih!" jawab Marcela.
"Mungkin kamu benar! Kalau begitu, kita masuk ke dalam," ucap Raisa.
Marcela kemudian mengambil kopernya lalu menariknya sambil berjalan bersama sepupunya itu. Setelah mereka berada di dalam ruangan airport, mereka berdua lalu duduk di kursi.
"Aku check-in dulu, jangan kemana-mana? Okey?" tanya Marcela.
"Aku nggak akan kemana-mana."
Marcela kemudian meninggalkan sepupumya itu. Raisa begitu gelisah di tempat duduknya. Sudah beberapa kali dia terlalu melirik jam tangan miliknya.
"Ke mana mereka berdua sih? Sudah 15 menit telah berlalu, sebaiknya aku telepon Irma," ucap Raisa dalam hati.
Gadis cantik itu kemudian mengambi Hp miliknya dari tas kecil yang ia kenakan, lalu mencari kontak sahabatnya itu, selanjutnya ia menghubunginya.
"Arg! Angkat Irma! Angkat! Kenapa sih dia nggak angkat telponku?" Dia memutus panggilan. "Sebaiknya aku menghubungi Albert."
Raisa lalu mencari nomor kontak Albert setelah dia menghubungi Irma berkali-kali tetapi tidak ada respon.
"Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan." Suara dari operator seluler membuat Raisa mendengus kesal. Menghempas tangan dengan kesal.
"Ya ampun! Nomor Albert nggak aktif lagi, jangan-jangan mereka terkena musibah dalam perjalanan," duga Raisa dalam hati.
Raisa kemudian berdiri sambil berjalan mondar-mandir dan menggigit kuku telunjuknya, dia berpikir begitu keras tentang problem apa yang di hadapi kedua teman baiknya itu, wajahnya berkerut keheranan sebab baru pertama kali Irma mengabaikan panggilan telponya.
Beberapa waktu kemudian, Marcela sedang berjalan begitu terburu-buru ke arah Raisa.
"Tujuh menit lagi pesawatku akan lepas landas, Apa belum ada kabar dari mereka berdua ?" Tanya Marcela.
"Belum sama sekali, bahkan aku sudah menghubungi mereka berdua.Tapi, hasilnya sama saja, sebaiknya kamu masuk ke ruang tunggu penumpang, aku akan mencari mereka berdua. Cepat !" Ucap Raisa sambil berjalan cepat menjauh dari sepupunya itu.
"Okey ! Hati-hati Raisa.....! Firasatku tidaklah baik." Jawab marcela yang sedikit mengeraskan suaranya sambil berjalan berlawanan arah dengan sepupunya itu.
Raisa berlari menerobos hujan lebat menuju ke mobilnya. Tidak butuh waktu lama, wanita cantik itu lalu bergegas meninggalkan airport.
__ADS_1
"Brummmmm... !! Suara laju mobil gadis itu yang begitu cepat.
Di saat yang sama, seseorang yang sedari tadi mengawasi Raisa lalu mengambil Hpnya untuk menelphone seseorang.
"Sudah waktuntya, Tua Indra, aku akan mengirim lokasinya.!" Ucap pria itu.
"Okey !" Jawab Indra.
Pada saat Raisa melajukan mobil Ferrari merahnya dengan kencang di tegah hujan, tiba-tiba saja, sebuah mobil Ferrari berwarna silver menghalanginya. Mau tidak mau, gadis cantik itu menginjak rem secara mendadak dan melakukan rem tangan secara tiba-tiba.
"Ya ampun,! apa orang ini sudah gila.!" Ucap Raisa yang begitu kesal.
Kemudian mobil Ferrari berwarna putih juga muncul dari arah belakang mobilnya, di susul oleh dua motor trail.
Raisa lalu memperhatikan mobil yang ada di belakanya melalui kaca spion.
"Ada apa ini ! Jangan-jangan ini perampokan. !!" Gumam Raisa yang sedang panik.
Pada saat hujan semakin deras, keenam pria yang berada di belakan mobil Raisa, kemudian melangkahkan kakinya menuju ke dua temanya yang berada tepat di depan mobil wanita cantik itu.
Raisa kemudian menurunkan kaca jendela pintu mobil di sampingnya, lalu ia mengeluarkan kepalanya.
"Apa kalian sudah tidak waras,! jika kalian ingin bunuh diri massal, jangan di tempat ini. Minggir kalian.!!! Aku mau lewat.!!!" Ucap Raisa yang begitu kesal.
Delapan pria tersebut kemudian berjalan menuju pintu samping di mana Raisa berada. kemudia membuka paksa pintu mobil itu.
"Ada apa ini ! Apa yang ingin kalian lakukan padaku ?" Tanya Raisa.
Para pemuda itu tidak merespon perkataan wanita itu, mereka hanya tertawa kecil penuh maksud tersembunyi lalu mendekati gadis cantik itu.
Seorang pria lalu masuk kedalam mobil Ferrari merah itu, setelah pintu mobil di buka paksa, pria itu mendekatinya dan menarik paksa pergelangan tanganya.
"Auuuuhh...!!! Sakit, apa tujuan kalian sebenarnya, lepaskan aku.!!! Ucap Raisa yang memberontak dengan berusaha keras melepaskan tanganya dari pria itu.
__ADS_1
"Akh...!!!" Suara teriak pria itu.
"Wanita sialan.....!!! Kamu berani mengigit aku, awas kau...Aku akan membalasmu dua kali lipat dari rasa sakit yang kau berikan.!!!" Ucap Pria itu yang terlihat sangat marah dan raut wajahnya menjadi sangat garang.
Raisa yang begitu ketakutan kemudian membalikkan tubuhnya. lalu, ia berpindah tempat menuju pintu yang sejajar dengan pintu sebelumnya. Selanjutnya membuka pintu itu dengan terburu-buru. Pada saat ia keluar dari pintu itu, wanita cantik itu semakin pucat, pikiranya kacau dan kedua kakinya sangat gemetar, sehingga ia tidak sanggup untuk melangkahkan kakinya, dia terpaksa duduk jongkok, kedua tanganya bertumpuh pada dinding bagian dalam pintu yang tidak terbuka sempurna, Dia lalu menyandarkan punggungnya pada dinding luar mobilnya.
Hujan deras kemudian berhenti menjadi hujan rintik-rintik. Ketujuh pemuda kemudian berjalan menuju ke arah wanita itu sambil tersenyum licik sedangkan pemimpin kelompok yang sedari awal berurusan dengan Raisa. Lalu, menyusul teman-temanya dengan wajah menyeramkan dan luka di pundak pergelangan tanganya sambil mengangkat suaranya pada saat ia berjalan.
"Kamu mau lari ke mana sayang....!" Ucapnya.
Raisa kemudian menoleh ke arah sumber suara itu.
"Apa yang kamu inginkan dariku, uang.? Tanya Raisa dengan nada gemetar di bibirnya lalu mengembalikan pandanganya seperti sebelumnya kemudian tertunduk.
Ketujuh pria yang berdiri di hadapan gadis itu, dengan gaya angkuh dan sombong lalu tertawa terbahak-bahak bersama dengan pemimpin kelompok itu yang baru saja bergabung.
Pakaian Raisa yang berwarna putih tipis semakin basah di sebabkan oleh rintik-rintik hujan. Sehingga, kulitnya yang mulus dan BH berwarna pink yang ia kenakan terlihat sangat jelas.
"Waow...! Tubuh yang seksi, very...very hot." Ucap salah satu dari ketujuh pria itu.
Raisa kemudian menyilangkan tanganya untuk menutupi tubuhnya sambil tertunduk, tanpa berkata-kata sedikitpun.
Pemimpin kelompok tersebut kemudian melangkah sekali kedepan sambil tersenyum licik. Lalu, ia duduk jongkok seperti yang gadis itu lakukan. Selanjutnya, dia mengarahkan jari tanganya ke dagu Raisa dan mengangkatnya sehingga mau tidak mau gadis itu menatap wajah pria yang begitu dekat dengan wajahnya.
"Aku mengingankan tubuhmu indahmu sayang.! Dan, tentunya kami akan mengambil uangmu.
Ketujuh pria yang berada di belakang pemimpinya itu tertawa terbahak-bahak.
"Jangan lupakan kami boss, kami juga mau menikmati tubuhnya yang seksi itu,!" ucap salah satu pria dari ketujuh orang yang berada di belakang bossnya.
"Bawa gadis ini kedalam mobil. Cepat, !!" ucap pemimpin kelompok itu.
"Tolong aku...Tolong....!!!" Teriak Raisa dengan nada lemas.
Pada saat ketujuh pria sedang membawa paksa gadis lemas yang sudah tidak berdaya.Tiba-tiba, Mobil Lamborgini Huracan berwarna hijauh muncul.
__ADS_1