
Di acara pesta ulang tahun itu, Rian hanya berdiri dan melihat-lihat di area sekitar tempat ia berdiri. Irina dan marcela lalu menghampiri Rian. Gadis-gadis yang berada di acara itu menatap ke arah Rian.
"Pria tampan itu siapa ya ! Sebaiknya kita kesana yuk ? Kebetulan Irina dan Marcela sedang bersama pria itu," tanya Violet
"Okey ! Kita kesana,!" jawab Fany
Kedua gadis cantik itu kemudian berjalan menuju ke arah Irina dan Marcela.
"Hay Irina... ! Hay Marcela... ! Boleh gabung nggak nih.?"
"Boleh,!" jawab Irina dan marcela secara bersamaan
"Kenalin dong dengan cowok itu ?" Tanya Violet yang sedang memandang sejenak wajah tampan Rian.
"Iya nih,! kenalin dong,!?" kata Fany sambil memberi isyarat ke pada Irina dengan mengedipkan matanya.
Irina lalu memalingkan wajahnya ke arah Rian kemudian meraih tangan pemudah tampan itu dengan cepat dengan maksud membuat Rian berada di sampingnya.
"Kenalkan, ini pacarku... ! Namanya Rian " Ucap Irina yang merangkul tangan Rian.
"Jadi dia pacarku kamu Irina !" Kata Fany.
"Bukankah barusan kamu sudah tau itu ! Dia cowok barunya Irina... ! Bahkan jauh lebih ganteng dari Oscar... !" Jawab Marcela.
"Ngomong-ngomong nih Violet ! kamu datang sama Fany ke acara ini ?" Tanya Irina
"Kami datang bersama-sama... !" Jawab Violet.
"Aku lihat Oscar dan Lucia juga hadir di acara ini !" Ucap Violet.
"Tadi aku melihat mereka kok.!" Jawab Irina.
"Sepertinya mereka menuju ke sini tuh !" Ucap Marcela sambil memberi isyarat dengan matanya.
Oscar dan Lucia melangkahkan kaki mereka ke arah Irina dan teman-temanya.
"Kita ketemu lagi Irina... !" ucap Lucia sambil tersenyum licik dan sambil merangkul tangan Oscar.
"Hay semuanya bagaimana kabar kalian,?" tanya Oscar.
"Seperti yang kamu lihat sendiri, Aku baik-baik saja.!" Jawab Violet
"Aku juga baik baik-baik saja, Oscar... !" Jawab Fany
"Sepertinya kita perna bertemu bro ?" Tanya Oscar yang memalingkan pandangan ke arah Rian.
"Kita bertemu di toko perhiasan beberapa waktu yang lalu.!" Jawab Rian.
Lucia yang sedari tadi memperhatika Rian kemudian memperkenalkan diri.
"Hay... ! Aku, lucia." Ucapnya kemudian menjulurkan tanganya ke arah Rian.
"Aku, Rian !" Jawabnya sambil menyambut uluran tangan Lucia.
"Pria ini sungguh menggoda.. !" Ucap Lucia dalam hati sambil tersenyum licik.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, dia kekasihku sekaligus tunanganku.!" Ucap Irina tersenyum kecil.
"Jadi ini pacar Irina.!" Ucap Oscar dalam hati.
"Aku akan merebut pria ini dari Irina, Lagian Oscar sudah membosankan.!" Ucap Lucia dalam hati.
"Oh ya guys ! Kami kesana dulu yah... !" Ucap Violet
"Bilang-bilang yah Irina jika kamu sudah putus dengan pacarmu.!" Ucap Fany sedang bercanda.
Kedua wanita tersebut lalu beranjak dari tempat itu menuju ke arah kerumunan. Tiba-tiba terdengar suara
"Para hadirin yang terhormat acara pemotongan kue akan segera di mulai setelah pemotongan kue maka di lankutkan dengan acara dansa.!" Kata presenter acara tersebut.
Pada saat acara pemotongan kue yang berukuran jumbo para tamu undangan menyanyikan lagu ulang tahun bersama -sama. Setelah acara pemotongan kue para tamu undangan lalu memberikan kado kepada wanita yang sedang berulang tahun. selanjutnya para tamu mulai berdansa dengan pasangan mereka masing-masing.
"Bagaimana kalu kita berdansa,?" tanya lucia
"Ide yang bagus,!" jawab Oscar.
Irina yang tidak mau kalah dengan lucia lalu mengambil pergelangan tangan Rian kemudian menuju ke tempat para tamu yang sedang berdansa.
"Aku nggak tau cara berdansa Nona Irina... !"
"Aku akan mengajarimu ! Ikuti gerakanku, cepat.!"
Mereka berduapun lalu berdansa
"Arahkan tangan kirimu ke pinggulku dan jari-jari tangan kanan kita menyatu.!"
Irina lalu merapatkan tubuhnya ke tubuh Rian dan wajah mereka mendekat lalu saling menatap.
"Dag...Dig..Dug "
"Mata pria ini sangat indah, wajahnya sungguh sangat tampan, bibirnya begitu indah dan terlihat manis ! ingin rasanya aku mincium bibir pria ini, Ya ampun jantungku berdetak sangat cepat" Ucap Irina dalam hati sambil menatap wajah tanpan Rian.
"Aduh... ! Gadis ini membuatku tidak leluasa bergerak, Aku ikuti saja rencananya supaya semua sandiwara ini berakhir... !" Ucap Rian dalam hati sambil menatap Irina.
Para tamu sontak memperhatikan Irina dan Rian yang berdansa romantis, Lucia dan Oscar turut memperhatikan mereka berdua. Lalu, Lucia berdialog dengan Oscar.
"Aku tidak ingin pesta ini jadi milik Irina ! Kita harus berdansa lebih romantis lagi... !!"
"Aku tidak mengerti apa yang kamu pikirkan Lucia akan tetapi jika itu yang kamu inginkan maka baiklah.!
Lucia dan Oscar berdansa sangat seksi dan hot lalu mereka menjadi pusat perhatian di acara itu. Para tamu dan Penyelengara acara ulang tahun tersebut bertepuk tangan.
Irina yang sempat memperhatikan dansa Lucia dan Oscar merasa tidak ingin kalah.
"Apakah kamu perna berciuman.. ?" Tanya Irina.
"Iya Nona ! Emang kenapa Nona Irina... ?"
Sontak Irina lalu mencium bibir Rian.kemudian ia melepas ciuman tersebut.
__ADS_1
"Kamu harus membalas ciumanaku ! Anggap aku adalah kekasihmu malam ini ! Aku tidak ingin kalah dengan mereka. Jadi, jangan protes.!"
Irina kemudian kembali menempelkan bibirnya ke bibir Rian.
"Busyet... ! Irina benar-benar sudah gila... !" Gumam Marcela.
Para tamu undangan lalu mengalihkan pandangan mereka ke arah Irina dan Rian "Waowwww... !" Ucap para tamu yang menikmati adegan romantis itu.
Lucia lalu merasa kesal dan mengakhiri dansanya dengan oscar. begitupun dengan Oscar yang merasa kesal
"Sejak aku berpacaran dengan Irna, belum perna aku berciuman seperti ini denganya.!" Ucap Oscar dalam hati dan merasa kesal.
Irina lalu tersadar akibat sorak-sorak tamu undangan ulang tahun itu.
"Malam ini aku sunguh sangat gila.!" Gumam Irina yang mengkahiri dansa itu.
Rian hanya mengaruk kepalanya yang tidak gatal lalu menyusul Irina yang berjalan ke arah Marcela.
"Aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu Irina.. !" Ucap Marcela.
"Aku sendiri tidak mengerti dengan diriku sendiri.!"
"Apa Nona Baik-baik saja... !" Tanya Rian
"Aku tidak baik-baik saja, sebaiknya kita pulang... !" Ucap Irina lalu melangkahkan kakinya meninggalkan hotel itu.
"Aku permisi dulu Nona Marcela.!" Ucap Rian.
"Okey ! Jaga baik-baik Irina.!"
"Tentu saja.!" Jawab Rian yang sedang berjalan menyusul Irina.
Tidak lama kemudian Irina dan Rian telah tiba di parkiran. Rian lalu membuka pintu belakan mobil tersebut selanjutnya Irina masuk ke dalam mobil itu. setelah itu Rian menuju ke pintu depan untuk mengemudikan mobil mewah tersebut.
"Brummm.... !" Suara mobil yang meninggalkan tempat parkir tersebut.
Di dalam kendaraan tersebut yang sedang melaju, Irina hanya terdiam membisu sesekali ia menatap Rian.
"Ya ampun ! sunguh gila dan ini betul-betul gila, aku mencium supirku dan aku menikmati ciuman itu.. Sial... !" Ucap Irina dalam hati.
"Bunsyet... ! Jika Irina benar-benar adalah adikku, maka ini merupakan hal tergila yang perna aku lakukan.!" Ucap Rian dalam hati.
Beberapa waktu kemudian akhirnya merekapun tiba di mansioƱ keluarga Arashavin. Setelah irina turun dari mobil, Rian kemudian menghampiri Irina.
"Apa aku sudah bisa pulang Nona.?"
"Silahkan dan terimah kasih sudah berpura-pura menjadi pacarku.!"
Baru saja ia melangkahkan kakinya hendak masuk kedalam rumah besar itu kemudian ia membalikan tubuhnya.
"Beri aku nomormu, cepat... ?"
"Ini nomorku Nona Irina.!" Jawab Rian sambil memberikan Hpnya ke pada Irina.
Kemudian Irina kembali melanjutkan langkahnya menuju ke dalam rumah itu. Setelah memarkir mobil itu di dalam garasi, Rian kemudian berjalan sambil membawa bungkusan pakaian yang ia kenakan sebelumnya sambil mencari Taxi untuk kembali ke rumah yang ia sewa.
__ADS_1