
Sebuah mobil Ferrari berwarna merah sedang melaju dengan kecepatan di atas rata-rata menuju ke bandara internasional.
Di dalam mobil itu, seorang gadis sedang melamun dan memirkan sesuatu.
"Segala sesuatu yang aku sukai tentangmu adalah yang paling aku benci tentangmu saat ini.Aku bangga dengan hatiku. Sudah dimainkan, dibakar, dan dipatahkan, tetapi entah bagaimana masih tetap berfungsi. Mungkin aku tidak akan mampu membencimu, karena rasa cintaku yang begitu polos seperti halnya kertas putih.Semakin besar rasa sayangku semakin aku harus melepaskanmu kerena aku percaya akan adanya masa depan yang baru." Gumamnya sambil tersenyum kecil.
Raisa lalu berdiri di atas mobil yang sedang melaju cepat di jalan, dia memperhatikan sejenak pemadangan pantai yang begitu indah terlihat begitu jelas di jalan itu kemudian memejamkan matanya dan membentangkan tangan nya.
"Selamat tinggal masa lalu ,selamat datang lembaran baru, selamat tinggal cinta lalu, selamat datang cinta baru... !!!!" Ucap Raisa dengan nada suara yang begitu keras.
Raisa kemudian berhenti dari teriakanya, gadis itu mengambil nafas dalam-dalam lalu menghempaskanya.
"Selamat tingal masa lalu, selamat tingal cinta yang lalu, selamat tinggal lembaran lalu,!!!!" teriak Raisa.
Di saat yang sama, Irma yang sedang menyetir kemudian memalingkan sejenak wajahnya ke arah Raisa yang berdiri di sampingnya, gadis cantik itu lalu menekan tombol menyetir otomatis. Setelah itu, dia berdiri seperti apa yang di lakukan Raisa.
"Selamat datang mimpi baru, selamat datang cinta baru, selamat datang lembar baru,!!!" teriak Irma. Setelah itu, diakembali duduk dengan maksud mengambil kontrol kendali mobil itu seperti sebelumnya.
Kedua gadis itu saling bertukar pandang dan tersenyum hangat. Setelah itu, Raisa kemudian kembali duduk seperti sebelumnya.
Di tempat yang lain, lebih tepatnya di bandara internasional, seorang wanita cantik sedang menelpon.
"kamu lagi di mana Irina ?" Tanya Marcela.
"Aku lagi di kantin kampus ! Dari tadi aku nyari kamu,Hp milikmu juga ngak bisa di hubungi, Kamu di mana sih ?" Tanya Irina
"Aku lagi di hatimu sayang ! Kamu rindu sama aku yah ?" Tanya Marcela
"Aku merindukan teraktiranmu sayang ! Aku lagi serius nih, kamu di mana sih ? Cepat kesini Marcela !" Jawab Irina lalu balik bertanya.
"Makan sendiri dan bayar sendiri, ribet amat sih ! Aku ngak bisa ke kampus beberapa hari ini." Jawab Marcela.
"Kenapa kamu ngak bisa kekampus beberapa hari ini ?Masalahnya dompetku ada di dalam tas yang lain, bukan tas yang sekarang aku gunakan ! Aku habis makan nih !" Tanya Irina sambil menjelaskan.
"Cari atau hubungi Leon, susah amat ! Aku lagi di negara kelahiranku." Jawab Marcela sambil memberikan solusi.
"Leon lagi sakit kata teman kelasnya ! Aku bisa malu di kampus ini, Mana mungkin seorang Irina berhutang, muka aku mau di simpan kemana ! Bagaimana nih ?" Tanya Irina.
"Kamu suruh ajah supir tampan yang sudah kamu cium itu untuk bayarin, atau pinjam uangnya dulu,Mrs Arrogant.!Aku nggak bisa ngomong lebih lama lagi, Hp aku sedang sekarat butuh energi, udah dulu yah,!" Jawab Marcela.
"Tut... ! Tut... ! Tut... !" Bunyi Hp milik Irina.
"Oh My God ! Dia mengingatkan aku lagi dengan ciuman itu, dasar Marcela,! bodoh amat deh,! sebaiknya aku telpon ajah kemudian aku akan menyuruhnya ke tempat ini," gumamnya.
Irina lalu mencari nomor kontak Rian di dalam Hp miliknya, setelah ia menemukan nomor Hp Rian, dia kemudian menelponya.
"Krink.. ! Krink... ! Krink.... !" Suara Hp milik Rian.
"Kamu ke kantin sekarang, aku tunggu,!" ucap Irina.
"Tut... ! Tut... ! Tut... !" Bunyi Hp milik Rian.
"Gadis ini," gumamnya
Rian kemudian melangkahkan kakinya ke dalam kampus lalu mengambil headset di dalam saku celanya sambil berjalan, selanjutnya ia memakai headset itu untuk menderkan lagu kesukaanya. Di saat itu, dia menjadi pusat perhatian para mahasiswi yang ia lalui di lorong kampus itu.
"Waow... ! Si tampan ini mau kemana !" Ucap salah satu gadis yang ia lalui.
Beberapa waktu kemudian, Rian telah tiba di pintu masuk kantin, dia lalu melepas headsetnya kemudian meyimpanya ke dalam saku celananya.
"Duduk sini,!" kata Irina sambil memandang wajah Rian.
Rian kemudian duduk di kursi yang berada di hadapan Irina.
"Kamu bayar makanan aku, soalnya aku lupa membawa dompet," ucap Irina.
Rian kemudia kembali berdiri dan selanjutnya melangkahkan kakinya menuju kasir kantin itu. Setelah dia telah menyelesaikan transaksi, dia kemudian berjalan kembali ke tempat di mana Irina berada.
"Ada lagi yang Nona butuhkan.?"
"Aku permisi, Nona Irina."
Rian melangkahkan kakinya menuju pintu keluar kantin itu.
"Tunggu dulu ! Temani aku ke taman kampus , Aku bosan berada di ruangan ini !" Ucap Irina.
"Baik Nona Irina.!"
Irina lalu berdiri dari tempat duduknya, dia kemudian berjalan keluar dari kantin itu di ikuti oleh Rian yang berada tepat di belakanya. Rian kemudian kembali mengambil headset di dalam saku celananya sambil berjalan mengikuti Irina.
Beberapa waktu kemudian, mereka pun tiba di taman kampus itu. Di saat itu, Irina kemudian duduk di kursi yang berukuran persegi panjang milik kampusnya sambil memperhatikan Rian yang sedang memakai headset.
"Pria ini sibuk dengan dunianya sendiri , dia tampan, cuek, hemat kata -kata , dan misterius, pria ini sepertinya baik ! Ngapain juga aku mikirin dia !" Ucap Irina dalam hati.
Irina kemudian melambaikan tanganya dengan maksud memangilnya. Di saat itu, Rian yang secara tak sengaja melihat lambaian tangan Irina, dia kemudian berjalan ke arah gadis itu berada sambil melepas headsetnya.
"Kamu duduk di sini ! Sepertinya kamu menyukai lagu ?" Tanya Irina.
"Aku menyukai lagu Nona Irina.!" Jawab Rian sambil duduk di samping Irina.
"Aku juga menyukai lagu sebagai pengisi waktu ! gendre lagu apa yang kamu dengarkan ?" Tanya Irina.
__ADS_1
"Klasic moderen Nona Irina.!" Jawab Rian.
"Sama dong dengan aku ! Aku mau dengar lagu yang kamu dengarkan barusan,!" ucap Irina sambil menoleh sejenak ke arah Rian.
Rian kemudian menyerahkan Hp bersama dengan headset miliknya.
"Pria ini cukup peka rupanya, dia pasti pintar.!" Ucal Irina dalam hati sambil mengambil Hp dan headset milik Rian.
"Kita dengarkan sama-sama.!" Ucap Irina sambil menyerahkan headset kanan kepada Rian.
Mereka pun menikmati alunan-alunan musik sambil memejamkan mata.
...****************...
Di Negara yang berbeda dengan Rian dan Irina, sebuah mobil merah sedang berhenti di tempat parkir bandara internasional. Setelah itu, Raisa dan Irma lalu keluar dari mobil itu selanjutnya melangkahkan kakinya menuju ke dalam airport dengan maksud menjemput Marcela.Di saat mereka berjalan, Raisa lalu mengambil Hpnya dan menempelkan Hp miliknya di telinganya.
"Kamu di mana ? Aku sudah berada di airport !" Tanya Raisa.
"Masuk ajah ke dalam ! Kamu akan melihatku !" Jawab Marcela.
"Jangan matikan Hp kamu.!"
"Okey sepupu.!"
Kedua wanita cantik itu lalu masuk melewati pintu airport sambil melihat-lihat di sekitarnya.
"Kamu di mana sih ? aku nggak melihatmu,!" kata Raisa yang sedang memperhatikan setiap orang yang berada di dalam aula airport itu.
"Aku melihatmu ! kamu melihat ke arah kanan sekarang !" Jawab Marcela sambil mengarahkan.
Raisa lalu mengikuti intruksi Marcela, Ia kemudian melihat marcela yang berjalan ke arah mereka berdua sambil tersenyum manis.
Setelah mereka bertemu dengan marcela, kemudian Raisa memeluk Marcela di susul oleh irma.
"Kenalkan... ! Ini sahabat terbaik aku" Ucal Raisa.
"Aku, Irma... ! Selamat datang di negara ini."
"Aku, Marcela... ! Terimah kasih atas sambutanya."
"kita berangkat sekarng, nggak pake lama, ngobrolnya nanti di jalan ajah,!" ucap Raisa.
Ketiga gadis cantik itu melangkahkan kakinya keluar menuju ke mobil Raisa , setelah mereka bertiga berada di dalam mobil, Irma kemudian melajukan mobil berwarna merah itu meninggalkan bandara internasional.
"Brummmm... ! Brummmmmmmmm... !!!" Suara mobil Ferrari merah berjalan dengan kecepatan di atas rata-rata.
Sebuah mobil Ferrari berwarna merah sedang melaju dengan kecepatan di atas rata-rata menuju ke bandara internasional.
Di dalam mobil itu, seorang gadis sedang melamun dan memirkan sesuatu.
"Segala sesuatu yang aku sukai tentangmu adalah yang paling aku benci tentangmu saat ini.Aku bangga dengan hatiku. Sudah dimainkan, dibakar, dan dipatahkan, tetapi entah bagaimana masih tetap berfungsi. Mungkin aku tidak akan mampu membencimu, karena rasa cintaku yang begitu polos seperti halnya kertas putih.Semakin besar rasa sayangku semakin aku harus melepaskanmu kerena aku percaya akan adanya masa depan yang baru." Gumamnya sambil tersenyum kecil.
Raisa lalu berdiri di atas mobil yang sedang melaju cepat di jalan, dia memperhatikan sejenak pemadangan pantai yang begitu indah terlihat begitu jelas di jalan itu kemudian memejamkan matanya dan membentangkan tangan nya.
"Selamat tinggal masa lalu ,selamat datang lembaran baru, selamat tinggal cinta lalu, selamat datang cinta baru... !!!!" Ucap Raisa dengan nada suara yang begitu keras.
Raisa kemudian berhenti dari teriakanya, gadis itu mengambil nafas dalam-dalam lalu menghempaskanya.
"Selamat tingal masa lalu, selamat tingal cinta yang lalu, selamat tinggal lembaran lalu,!!!!" teriak Raisa.
Di saat yang sama, Irma yang sedang menyetir kemudian memalingkan sejenak wajahnya ke arah Raisa yang berdiri di sampingnya, gadis cantik itu lalu menekan tombol menyetir otomatis. Setelah itu, dia berdiri seperti apa yang di lakukan Raisa.
"Selamat datang mimpi baru, selamat datang cinta baru, selamat datang lembar baru,!!!" teriak Irma. Setelah itu, diakembali duduk dengan maksud mengambil kontrol kendali mobil itu seperti sebelumnya.
Kedua gadis itu saling bertukar pandang dan tersenyum hangat. Setelah itu, Raisa kemudian kembali duduk seperti sebelumnya.
Di tempat yang lain, lebih tepatnya di bandara internasional, seorang wanita cantik sedang menelpon.
"kamu lagi di mana Irina ?" Tanya Marcela.
"Aku lagi di kantin kampus ! Dari tadi aku nyari kamu,Hp milikmu juga ngak bisa di hubungi, Kamu di mana sih ?" Tanya Irina
"Aku lagi di hatimu sayang ! Kamu rindu sama aku yah ?" Tanya Marcela
"Aku merindukan teraktiranmu sayang ! Aku lagi serius nih, kamu di mana sih ? Cepat kesini Marcela !" Jawab Irina lalu balik bertanya.
"Makan sendiri dan bayar sendiri, ribet amat sih ! Aku ngak bisa ke kampus beberapa hari ini." Jawab Marcela.
"Kenapa kamu ngak bisa kekampus beberapa hari ini ?Masalahnya dompetku ada di dalam tas yang lain, bukan tas yang sekarang aku gunakan ! Aku habis makan nih !" Tanya Irina sambil menjelaskan.
"Cari atau hubungi Leon, susah amat ! Aku lagi di negara kelahiranku." Jawab Marcela sambil memberikan solusi.
"Leon lagi sakit kata teman kelasnya ! Aku bisa malu di kampus ini, Mana mungkin seorang Irina berhutang, muka aku mau di simpan kemana ! Bagaimana nih ?" Tanya Irina.
"Kamu suruh ajah supir tampan yang sudah kamu cium itu untuk bayarin, atau pinjam uangnya dulu,Mrs Arrogant.!Aku nggak bisa ngomong lebih lama lagi, Hp aku sedang sekarat butuh energi, udah dulu yah,!" Jawab Marcela.
"Tut... ! Tut... ! Tut... !" Bunyi Hp milik Irina.
"Oh My God ! Dia mengingatkan aku lagi dengan ciuman itu, dasar Marcela,! bodoh amat deh,! sebaiknya aku telpon ajah kemudian aku akan menyuruhnya ke tempat ini," gumamnya.
Irina lalu mencari nomor kontak Rian di dalam Hp miliknya, setelah ia menemukan nomor Hp Rian, dia kemudian menelponya.
__ADS_1
"Krink.. ! Krink... ! Krink.... !" Suara Hp milik Rian.
"Kamu ke kantin sekarang, aku tunggu,!" ucap Irina.
"Tut... ! Tut... ! Tut... !" Bunyi Hp milik Rian.
"Gadis ini," gumamnya
Rian kemudian melangkahkan kakinya ke dalam kampus lalu mengambil headset di dalam saku celanya sambil berjalan, selanjutnya ia memakai headset itu untuk menderkan lagu kesukaanya. Di saat itu, dia menjadi pusat perhatian para mahasiswi yang ia lalui di lorong kampus itu.
"Waow... ! Si tampan ini mau kemana !" Ucap salah satu gadis yang ia lalui.
Beberapa waktu kemudian, Rian telah tiba di pintu masuk kantin, dia lalu melepas headsetnya kemudian meyimpanya ke dalam saku celananya.
"Duduk sini,!" kata Irina sambil memandang wajah Rian.
Rian kemudian duduk di kursi yang berada di hadapan Irina.
"Kamu bayar makanan aku, soalnya aku lupa membawa dompet," ucap Irina.
Rian kemudia kembali berdiri dan selanjutnya melangkahkan kakinya menuju kasir kantin itu. Setelah dia telah menyelesaikan transaksi, dia kemudian berjalan kembali ke tempat di mana Irina berada.
"Ada lagi yang Nona butuhkan.?"
"Aku permisi, Nona Irina."
Rian melangkahkan kakinya menuju pintu keluar kantin itu.
"Tunggu dulu ! Temani aku ke taman kampus , Aku bosan berada di ruangan ini !" Ucap Irina.
"Baik Nona Irina.!"
Irina lalu berdiri dari tempat duduknya, dia kemudian berjalan keluar dari kantin itu di ikuti oleh Rian yang berada tepat di belakanya. Rian kemudian kembali mengambil headset di dalam saku celananya sambil berjalan mengikuti Irina.
Beberapa waktu kemudian, mereka pun tiba di taman kampus itu. Di saat itu, Irina kemudian duduk di kursi yang berukuran persegi panjang milik kampusnya sambil memperhatikan Rian yang sedang memakai headset.
"Pria ini sibuk dengan dunianya sendiri , dia tampan, cuek, hemat kata -kata , dan misterius, pria ini sepertinya baik ! Ngapain juga aku mikirin dia !" Ucap Irina dalam hati.
Irina kemudian melambaikan tanganya dengan maksud memangilnya. Di saat itu, Rian yang secara tak sengaja melihat lambaian tangan Irina, dia kemudian berjalan ke arah gadis itu berada sambil melepas headsetnya.
"Kamu duduk di sini ! Sepertinya kamu menyukai lagu ?" Tanya Irina.
"Aku menyukai lagu Nona Irina.!" Jawab Rian sambil duduk di samping Irina.
"Aku juga menyukai lagu sebagai pengisi waktu ! gendre lagu apa yang kamu dengarkan ?" Tanya Irina.
"Klasic moderen Nona Irina.!" Jawab Rian.
"Sama dong dengan aku ! Aku mau dengar lagu yang kamu dengarkan barusan,!" ucap Irina sambil menoleh sejenak ke arah Rian.
Rian kemudian menyerahkan Hp bersama dengan headset miliknya.
"Pria ini cukup peka rupanya, dia pasti pintar.!" Ucal Irina dalam hati sambil mengambil Hp dan headset milik Rian.
"Kita dengarkan sama-sama.!" Ucap Irina sambil menyerahkan headset kanan kepada Rian.
Mereka pun menikmati alunan-alunan musik sambil memejamkan mata.
...****************...
Di Negara yang berbeda dengan Rian dan Irina, sebuah mobil merah sedang berhenti di tempat parkir bandara internasional. Setelah itu, Raisa dan Irma lalu keluar dari mobil itu selanjutnya melangkahkan kakinya menuju ke dalam airport dengan maksud menjemput Marcela.Di saat mereka berjalan, Raisa lalu mengambil Hpnya dan menempelkan Hp miliknya di telinganya.
"Kamu di mana ? Aku sudah berada di airport !" Tanya Raisa.
"Masuk ajah ke dalam ! Kamu akan melihatku !" Jawab Marcela.
"Jangan matikan Hp kamu.!"
"Okey sepupu.!"
Kedua wanita cantik itu lalu masuk melewati pintu airport sambil melihat-lihat di sekitarnya.
"Kamu di mana sih ? aku nggak melihatmu,!" kata Raisa yang sedang memperhatikan setiap orang yang berada di dalam aula airport itu.
"Aku melihatmu ! kamu melihat ke arah kanan sekarang !" Jawab Marcela sambil mengarahkan.
Raisa lalu mengikuti intruksi Marcela, Ia kemudian melihat marcela yang berjalan ke arah mereka berdua sambil tersenyum manis.
Setelah mereka bertemu dengan marcela, kemudian Raisa memeluk Marcela di susul oleh irma.
"Kenalkan... ! Ini sahabat terbaik aku" Ucal Raisa.
"Aku, Irma... ! Selamat datang di negara ini."
"Aku, Marcela... ! Terimah kasih atas sambutanya."
"kita berangkat sekarng, nggak pake lama, ngobrolnya nanti di jalan ajah,!" ucap Raisa.
Ketiga gadis cantik itu melangkahkan kakinya keluar menuju ke mobil Raisa , setelah mereka bertiga berada di dalam mobil, Irma kemudian melajukan mobil berwarna merah itu meninggalkan bandara internasional.
"Brummmm... ! Brummmmmmmmm... !!!" Suara mobil Ferrari merah berjalan dengan kecepatan di atas rata-rata.
__ADS_1