
Di lantai 10 tepatnya di dalam toilet. Seorang laki-laki yang lagi buang air kecil sambil tersenyum kecil, dia adalah Arya Ramadhan.
Di saat itu, seorang wanita yang mengalami euforia berjalan masuk ke dalam toilet, dia tidaklah sadar jika memasuki toilet pria, wanita itu kemudian menuju ke arah westafel yang tak lain adalah Renata.
"Uwwwkh.... !!" Suara seseorang yang lagi muntah.
Arya yang mengalami typsi baru saja telah selesai dari aktivitasnya lalu berbalik berjalan menuju ke arah sumber suara.
"Kamu nggak apa-apa,!?" kata Arya yang dalam kondisi setengah mabuk(Typsi)
"Aku tidak baik-baik saja.!"
Renata kemudian membersihkan mulutnya dengan berkumur-kumur. Di saat itu, Arya sedang memandagi Renata dengan maksud tertentu dari dalam cermin yang berada di depan westafel.
Setelah berkumur-kumur, Renata mengangkat kepalanya lalu ia melihat ke dalam cermin yang berada tepat di hadapannya, ia melihat Arya sedang memperhatikan dirinya.
Di saat yang sama, Arya yang masih dalam keadaan mabuk menantap Renata dari dalam cermin yang berada di depanya dengan penuh maksud tertentu begitupun dengan Renata yang masih mengalami euforia menatap Arya dari dalam cermin tersebut dengan maksud yang sama.
Mereka saling memperhatikan dan saling menatap tajam dari dalam cermin. Hingga akhirnya, gelora nafsu yang ada dalam diri mereka memuncak seketika seakan tak terkendalikan lagi.
Arya berjalan pelan menuju ke arah Renata sambil menatapnya begitupun dengan Renata, dia lalu mebalikkan tubuhnya sambil berjalan pelan menuju ke arah pemuda tampan itu, mereka kemudian mempercepat langkah kakinya hingga berhadapan tanpa berhenti, mereka lalu berciuman dengan ganasnya di dalam toilet tersebut dalam keadaan mabuk hingga membuat mereka sangat bernafsu dan sulit untuk di hentikan.
Arya meraih pinggul Renata, mencium bibir bagian bawah wanita itu. Kedua tangan Renata melingkari leher Arya sambil mencium bibir atasnya.
Arya berjalan maju dan Renata berjalan mundur hingga tiba tepat di ujung westafel. Pemuda itu lalu mengangkat Renata di atas westafel hingga ia duduk di atasnya, mereka sambil berciuman dengan ganasnya. Renata mendorong pemuda itu dengan maksud tertentu, dia lalu turun dari westafel tersebut dan langsung mencium bibir pemuda itu tanpa ada keraguan sedikitpun, jiwa Arya yang sudah semakin bergejolak memutuskan untuk mengenggam pergelangan tangan wanita cantik itu kemudian membawanya masuk ke dalam powder room yang di dalamnya terdapat kloset bagian dari toilet tepat di depan westafel, Arya lalu membuka pintu sambil menarik gadis cantik itu ke dalam.
Di ruangan kecil tersebut terjadi kegaduhan dan tidak lama kemudian terdengar suara erangan dari dalam ruangan tersebut menandakan bahwa permainan telah usai.
Di tempat lain di dalam lif yang melaju ke lantai dasar.
"Krink... ! Krink... ! Krink... !!" Bunyi panggilan telepon.
Seorang pria tampan lalu mengangkat Hp miliknya.
"Kamu di mana.?" Tanya Farhan
"Dalam lif menuju lantai dasar.!" Jawab Rian.
Searang wanita di samping Rian sedang menyimak percakapan itu, yang tak lain adalah Raisa.
"Okey... ! Aku tunggu kamu di tempat Parkir ! Aku bareng Albert nih !" Ucap Farhan.
"Okey.!"
"Tut... ! Tut... ! Tut... !!" Bunyi Hp Rian menandakan Panggilan berakhir.
"Kenapa yah... ! Sepertinya aku mengenal cowok ini.! Ucap Raisa dalam hati.
"Sepertinya wanita ini perna aku lihat sebelumnya. !! Tapi, di mana aku perna melihat dia.. !!" Ucap Rian dalam hati sambil mengingat-ingat.
Raisa berbalik ke arah kanan untuk memastikan dugaanya sambil tersenyum. Begitu juga dengan Rian berbalik ke kiri tanpa senyum. merekapun kembali ke posisi semula
"Dugaanku sepertinya benar.!" Kata hati dan pikiran gadis itu tanpa ia ucapkan.
Keheningan terjadi di dalam ruangan lif tersebut hingga tiba-tiba mati lampu. Lif tersebut mau tidak mau lalu berhenti.
"Auhh... !!" Raisa menjerit kaget, karena mati lampu.
Seketika ia tanpa sadar merapat ke arah Rian dan memegang pergelangan tangan Rian dengan ke dua tanganya. Rianpun sedikit terkejut dengan apa yang di lakukan gadis itu.
Rian lalu mengambil Hp miliknya dan menyelakan senter, Kemudia Raisa tersadar juga sedikit malu karena memegang pergelangan tangan Rian. Mereka saling memandang sejenak.
"Maaf ...! Aku nggak sengaja.,Tadi, aku sedikit kaget. Maaf yah... !! Maaf.. !!" kata wanita itu
"Nggak apa-apa.!"
"Ikh.... !! Dingin amat nih cowok, Pelit kata lagi !" Ucap Raisa dalam hati.
"Sial... ! Sial... ! Kenapa harus sekarang sih mati lampunya... ! Bentar kek, jika aku sudah di luar lif..!" Ucap Raisa kesal.
Rian Hanya terdiam dan tersenyum mendengarkan perkataan Raisa.
"Kayaknya aku perna melihat kamu, deh.... !!? Tapi, di mana yah.. !!!"
"Aku juga.!"
"Di mana ?"
"Nggak tau.!"
__ADS_1
"Ikh ... ! Ini cowok, bikin jengkel ajah... !" Gumamnya.
Raisa mengambil Hp miliknya dan mencoba menelpon.
"Akh... ! Nggak ada jaringan lagi...!!" Ucap Raisa mendongkol
Ruangan lif tersebut kembali sunyi senyap seolah-olah tidak ada mahluk hidup di dalamnya.
Untuk memecah keheningan dalam rungan itu, Raisa membuka obrolan basa-basi. Itu yang terlintas dalam benaknya.
"Kamu ngapain di Hotel ini.?"
"Kerja.!"
"Kerja Apa,?"dia memperhatikan pakaian yang di gunakan pria yang berada di dekatnya.
"Kamu sudah tau apa yang aku kerjakan !" Ucap Rian.
"Hmmmmmm... !! Pintar juga nih cowok bisa tahu apa yang aku pikirkan !" Ucap gadis cantik itu dalam hati.
"Ngomong-ngomong nih.. ! Kenalkan, aku Raisa !" Ucap gadis itu sambil mengarahkan tanganya ke Rian.
Rian lalu menyambut uluran tangan Raisa sehingga tangan mereka saling menjabat.
"Rian.!" Ucapnya.
Beberapa waktu kemudian lampu akhirnya menyalah kembali.
"Akhirnya aku terbebas dari gurung es,!" umpat Raisa
Lif akhirnya beroperasi kembali menuju ke lantai dasar.
Setelah tiba di lantai dasar, Raisa berjalan keluar menuju ke arah depan pintu hotel, Rian berjalan dengan arah yang berlawanan dengan gadis itu menuju loker untuk mengganti seragamnya.
"Clint.!" Bunyi Hp milik Rian menandakan pesan masuk
"Kamu di mana ? lama amat sih !" Tanya Farhan.
"Aku di loker.. ! bentar lagi aku tiba di situ.!"
Setelah Farhan memutuskan sambungan telepon, dia kemudian duduk di tepi area hotel itu tepat di samping mobilnya sambil merekok.
"Bagaimana hasilnya," kata Farhan yang sedang berbicara dengan seseorang dari balik telephone.
"Beres, Tuan Muda."
"Okey,!" kata Farhan Crow Seven lalu mengakhiri panggilan telephone.
"Semoga saja apa yang aku inginkan ada pada dia dan semoga saja cara ini tak berlebihan," gumamnya lalu kembali mengisap rokonya.
Di tempat yang berbeda dengan Farhan Crow Seven, Rian kemudian berjalan keluar dari hotel Eagel melalui pintu belakang selanjutnya menuju ke tempat parkir di mana kedua sahabatnya menunggunya.
"Buruan naik ke mobil Rian,!" Ucap Albert
"Motor aku bagaimana,?"
"Bentar kita kesini lagi.!"
"Mau ke mana sih.?"
"Sudah naik ajah.. !! Bentar juga kamu akan tau,!" Ucap Farhan.
Rian kemudia masuk kedalam mobil sport milik Farhan.
"Ini mobil kamu juga,?" tanya Rian.
"Iya brorher.! Mana muat mobil yang satunya kalau bertiga,!" jawab Farhan.
Di waktu yang sam, Raisa yang berada di luar hotel, melirik ke kiri dan ke kanan lalu melangkahkan kakinya menuju ke mobil yang ia kenali.
"Ini kan mobil kak Arya !! Di mana sih dia keluyuran tengah malam begini !" Ucap Raisa
Raisa lalu mengambil Hp miliknya lalu menelpon Arya
"Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.!" Suara terdengar dari Hp milik Raisa.
"Akhh... ! Nggak aktif lagi.... !!" Ucapnya kesal.
__ADS_1
"Clint.!" Terdengar bunyi Hp miliknya, Ia melihat isi Wa tersebut yang ternyata berasal dari Irma.
"Ini lokasi aku Ra.!"
Lalu Raisa berjalan ke arah gerbang hotel dengan terburu-buru, kemudian, dia bertanya ke pada security.
"Pak... ! Kok nggak ada taksi yang lewat ?"
Security menjawab : " Taxi biasanya akan muncul apa bila membawa penumpang ke hotel ini aja Non, nggak markir ! Kebanyakan orang yang datang ke hotel ini membawa kendaraan sendiri. Makanya sangat sulit mendapatkan Taxi di wilayah hotel ini Non !"
"Oh gitu ya Pak, Makasih, Pak.!" Ucap Raisa
Dia kemudian melihat-lihat sekitar area hotel.
"Aduuuuu...Uh... ! Bagaimana nih... !!" Ucap Raisa kesal.
Farhan dan kedua sahabatnya kemudian melajukan mobilnya keluar dari hotel itu, pada saat dia hampir mencapai gerbang hotel itu, Albert sedang memperhatikan seorang gadis dari kaca jendela mobil milik Farhan.
"Bukanya itu Raisa !!" Ucap Albert
"Yang Mana ?" Tanya Farhan.
"Itu tuh... !! Yang berdiri di pojokan dekat posko security.!"
"Benar juga... ! Itu Raisa... ! Tapi, ngapain dia ada di hotel ini yah..?"
"Mana aku tau... ! Ada -ada aja kamu kalau ngomong... !" Ucap Albert
Rian hanya terdiam dan menyimak pembicaraan sahabatnya.
"Mungkin dia mencari seseorang, sebab dari tadi dia gelisah waktu aku bertemu denganya di Lantai 15.!" Ucap Rian.
"Bisa jadi...! Bisa nggak..!" Ucap Albert.
Mobil Farhan telah tiba di gerbang hotel lalu berhenti.
Albert menurunkan kaca pintu sebelah kiri lalu bertanya.
"Raisa kamu lagi ngapain mondar-mandir gitu..? Kamu lagi nunggu seseorang ?"
Raisa lalu berbalik dan mendekati sumber suara.
"Bukanya kamu itu orang yang berisik di kampus pada saat orang-orang mau ujian tutup.?" Tanya Raisa
"Iya, itu aku.!" Ucap Albert membenarkan perkataan Raisa lalu mengarahkan telunjuknya ke arah Farhan Crow Seven.
"Kamu lagi nunggu apan, Raisa,?" ucap Farhan.
"Kamu yang waktu itu juga kan,?" kata Raisa dengan mengarahkan telunjuknya ke arah Farhan setelah memperhatikan arah telunjuk Albert.
"Iya, itu aku dan Albert. Tapi, nggak usah teriak-teriak segala juga. By the way, aku Farhan dan yang ini Alber serta yang berada di kursi belakang kamu suda pasti kenal sama dia," kata Farhan sambil menunjuk Albert dan selanjutnya menunjuk Rian.
Raisa lalu melihat ke dalam mobil pandangan matanya sedang mencari orang yang di maksud oleh Farhan Crow Seven.
"Ooh dia.....! Rupanya si manusia kulkas !" Ucap Raisa
Rian hanya melikik Raisa, kedua sahabat Rian tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang di katankan Raisa.
"Raisa aku nanya lagi nih untuk yang kedua kalinya... ! Kamu lagi nunggu apaan,?" ucap Farhan yang mulai merasa kesal.
"Lagi nunggu Taxi,!" Jawab Raisa.
"Gitu dong, lama amat jawabnya," kata Farhan.
"kamu mau balik ke rumah,?" kata Albert yang masuk kedalam celah-celah percakapan itu.
"Nggak ! Aku mau ke teman aku yang sudah di rampok mobil dan dompetnya ! Kamu mau ngak bantu aku,?" kata Raisa
"Ya udah...! Naik ke mobil ! Nggak mungkin kita ninggalin teman sekampus yang kesusahan, apa lagi ini sudah larut malam, cepat naik,!" Kata Farhan Crow Seven.
Raisapun naik ke dalam mobil sport bugatti centodieci itu dan duduk bersampingan dengan Rian
"Lagi-lagi manusia kutub ini di samping aku,!" gumamnya.
"Tunjukin jalannya Raisa.!" kata Farhan Crow.
"Okey.!"
__ADS_1
Tak butuh waktu yang lama, merekapun ber 4 meninggalkan hotel menuju ke lokasi di mana Irma berada.