LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 6 : Eagel Hotel


__ADS_3

Di hotel EAGEL lantai 15, Seorang pria sedang sibuk membersihkan karpet dengan alat penghisap debu.



"Clint.!" Terdengar nada dering Hp menandakan sebuah pesan


Rian lalu mengambil hpnya dan memeriksa pesan yang baru saja masuk.


"Kamu lagi di mana bro,?" tanya Albert di dalam pesan Wa.


"Aku lagi di tempat kerja bro,!" jawab Rian


"Jam berapa kamu selesai bro.?"


"Biasanya sih jam 1 malam.!"


"Bentar aku kabari kamu sebelum jam okey.... !?"


"Okey.... !"


Baru beberapa saat saja Rian memasukkan Hpnya ke kanton celananya, kemudian terdengar lagi bunyi dari Hpnya.


"Krink... ! Krink... ! Krink.... !" Suara panggilan telepon.


"Ada apa Farhan,? aku lagi kerja bro." Jawab Rian.


"Jam berapa kamu selesai... ?"


"Jam 1... !"


"Bentar aku telpon kamu lagi."


"Okey.... !"


"Tut...! Tut... ! Tut... ! Sambungan telepon terputus.


"Ada apasih dengan mereka berdua,!? kompak amat menghubungi aku.!" Gumanya.


Di ruangan lain tepat di lantai 10 , seorang pria menatap kaget pada saat melihat wanita di samping kananya yang berjarak 5 meter darinya, Kemudian ia menghampiri wanita tersebut.


"Sungguh kebetulan kita bertemu di sini Nona Renata.!"


Renata terkejut mendengar suara pria yang menyebut namanya, lalu ia menoleh ke sebelah kiri mencari sumber suara itu.


"Rupanya anda, Tuan Arya Ramadhan !"


"Kok bisa berada di sini,!? kata mereka secara bersamaan dan saling menatap.


Merekapun berdua langsung tertawa terbahak-bahak karena di sebabkan perkataan yang serupa, mereka lalu berhenti, mereka saling tukar senyum.


"Anda dulu yang menjawab pertanyaanku, Pak."


"Jangan terlalu formal ngomongnya , santai ajah.! Panggil Arya tanpa Pak, okey.! Aku lagi minum dan beli rokok, kamu sendiri ngapain di sini,?" dia menatap wajah Renata.


"Aku baru bertemu dengan Pak Dahlan Alexander manajer di sini, kami membahas masalah perkembangan bisnis hotel."


Arya lalu duduk di sebelah Renata dan berkat :"Ngak apa-apa kan aku duduk di sini.?"


"Ngak apa-apa silahkan," dia memalingkan sejenak wajahnya ke arah Arya.

__ADS_1


"Kebutalan... ! Tadi aku membaca website tentang perkembangan perusahan lalu teringat kamu, jadi. Aku mengambil inisiatif untuk menelpon "


"Apakah kita mau membahas bisnis Arya.?"


"Aku rasa waktu dan tempat kurang tepat untuk membahas bisnis.?"


"Betul yang kamu katakan.... !"


"Kamu uda nikah.?"


"Belum ketemu jodoh ... !! Kamu sendiri.... !?" Ucap Renata sambil menatap Arya


"Belum juga.... ! Jawab Arya yang matanya tertujuh kepada Renata.


Mereka saling memandang sehingga mata mereka saling bertemu, lalu tersenyum kecil secara bersamaan, Kemudian mereka meminta bartender untuk menambah minuman mereka.


Mereka berdua begitu menikmati suasana bincang-bincang, terkadang mereka tertawa karena lelucon yang di buat oleh Arya sambil mrnikmati segelas minuman beralkohol hingga mereka terasa pusing.


Arya segera menuju ke toilet dengan maksud untuk membuang air kecil tanpa di sadari oleh Renata yang sedang membaringkan kepalanya di meja bartender tersebut akibat pusing.



"Kemana Arya,!? Apa dia sudah pulang," gumamnya sambil memalingkan wajahnya ke tempat di mana Arya duduk sebumnya.


Renata kemudian beranjak dari tempatnya, dia berjalan menuju ke arah toilet sebab ia merasa mual dan ingin muntah


...*************...


Di tempat yang lain, seorang gadis sedang begitu gelisah di tempat tidurnya, gadis itu tak mampu memejamkan matanya di sebabkan pikiranya terganggu oleh sesuatu.



Gadis itu kemudian membalikkan tubuhnya ke arah kanan.


"Kenapa aku makin mikirin kak Rian sih,!! jangan-jangan aku benar-benar jatuh cinta denganya.!! Kok, bisa secepat Ini,!!padahal baru sekali bertemu.!! Pusing - pusing,!!!" gumamnya


Gadis itu kembali membalikkan tubuhnya di tempat tidurnya.


"Besok aku ujian, kalau gini terus ! Bisa -bisa aku terlambat, Mampus aku,!!" ucap Resky dalam hati.


Gadis itu lalu memaksa menutup matanya dengan paksa. Baru beberaa saat saja ia memejamkan matanya kemudian ia membuka kembali matanya lebar-lebar.


"Aku harus olaraga malam kalau gini, agar lelah," gumnya.


Kemudia ia keluar dari kamarnya menuju ruangan olahraga di mansion tersebut.


Setelah dia tiba ditempat itu kemudian berolaraga menggunakan Alat Bodymax Running Machine Treadmill untuk berlari di tempat.


Beberapa waktu kemudian, Gadis cantik itu sudah merasa kekelahan, lalu melangkahkan kakinya kembali ke dalam kamarnya menuju ke tempat tidur. Tidak butuh waktu yang lama akhirnya Resky tertidur pulas.


...****************...


Di tempat lain, seorang gadis cantik sedang tertidur pulas di dalam kamar hotel, ia sangat kelelahan akibat aktifitas panas yang telah di lalukanya bersama Arya.


"Krink... ! Krink... ! Krink.... !!"


"Krink... ! Krink... ! Kring.... !!"


"Krink... ! Krink... ! Krink.... !!" Bunyi Hp Raisa.

__ADS_1


Gadis yang tadinya tertidur pulas tiba- tiba terbangun oleh suara Hpnya, diapun mencari sumber suara dalam keadaan setengah sadar.


"Haloo," jawab Raisa dengam nada ngantuk dan setengah sadar.


"Hikk... ! Hik... ! Hik.... !" Terdengar suara tangis dalam telepon genggam milik Raisa. Rasa ngantuk gadis itu tiba- tiba hilang begitu saja lalu memperhatikan layar Hpnya untuk mengetahui siapa yang menelponya.


"Ada apa....!!?? Kamu kenapa nangis....!!?? Tanya Raisa penasaran.


"Hik...! Hik... ! Hik.... !! Tolong aku Ra," kata Irma dari balik telephone sambil menangis.


Mata Raisa tiba-tiba terbuka lebar mendwngar suara sahabatnya, dia berkata."Kamu Kenapa,!? Jawab dong,!??" kata Raisa yang begitu bingung dengan apa yang terjadi.


"Aku di rampok, Ra,! Pada saat aku pulang dari rumah nenek."


"Dimana kamu di rampok dan apa yang di rampok,!?" Tanya Raisa yang begitu penasaran sambil berjalan mondar-mandir.


"Dompet dan mobil aku di rampok Ra.!"


"Kamu di mana sekarang...!? Kata Raisa yang begitu panik.


"Aku nggak tahu. Pikiranku kacau.!" Dia pelan-pelan terhenti dari tangisnya.


"Kalau gitu, kirim lokasi kamu dengan geogle map.!"


"Baik Ra',Tolong aku Ra',! Aku takut Ra.!"


"Okey... ! Tunggu aku...!! Jangan lupa kirim lokasi kamu... !"


"Iya Ra.!"


"Bentar kita ngobrol dan jelaskan dengan lengap "


"Okey, Ra.!"


"Tut... ! Tut... ! Tut.... !" Sambungan telepon terputus.


Irma kemudian mengirim lokasi tempat ia berada kepada Raisa


"Eehhh.... ! Di mana kak Arya .. !! Kok nggak ada sih... ! Jangan-jangan dia ninggalin aku... !!" Ucapnya sangat kesal.


"Tapi itu nggak mungkin, dia nggak ninggalin aku, mungkin dia lagi mencari sesuatu. Kenapa di saat darurat gini kak Arya nggak ada sih.. !" Ucap Raisa kesal.


"Ya ampun ! Hpnya nggak aktif lagi, bikin kesal aja...Arggg... !"


"Akhh.... !! Sudahlah... ! Aku harus nyusul Irma ada atau tidak adanya kak Arya...!!!"


Raisa lalu memakai kembali pakaianya yang sebelumya di lucuti oleh Arya, ia pun bergegas keluar dari kamar hotel menuju ke lif.



Rian telah menyelesaikan tugasnya malam ini dari lantai 14 - 18. Ia bergegas turun ke bawah, lebih tepatnya di lantai dasar dengan menggunakan lif, karena pada saat tengah malam sudah sangat jarang orang-orang menggunakan lif itu.


Raisa menekan Tombol lif, ia menunggu lif tersebut yang menuju ke arah tempat di mana dia berdiri.


"Clint " Bunyi pintu lif yang terbuka.


Di dalam lif tersebut, seorang pria sedang berdiri sambil menatap ke depan pintu lif yang terbuka.


Raisa melangkahkan kakinya dengan begitu terburu-buru masuk ke dalam lif.

__ADS_1


Di dalam lif itu, mereka bersampingan tanpa saling mempedulikan. Raisa kemudian mengarahkan tanganya ke depan menekan angka satu dengan jari telunjuknya.


__ADS_2