
Seven dan Resky menatap Mr sudirman Sinaga yang berjalan dengan tujuan masuk ke dalam hotel. Ayah dari Raisa Wulandari lalu memalingkan wajahnya kearah kiri dan kanan, tanpa di sengaja dia melihat sosok yang ia kenali.
"Wanita dewasa itu kok mirip putri Ramadhan,!! nggak mungkin itu Resky, diakan masih remaja.!!" Gumamnya.
Mr sudirman Sinaga lalu masuk kedalam hotel di ikuti oleh Ernest.
Beberapa waktu kemudian, 25 mobil mewah muncul, sebuah mobil limoushine berwarna putih lalu berhenti di depan pintu hotel tersebut. kemudian seorang pria paruh baya keluat dari mobil itu sambil melambaikan tanganya.
Dia sambil berjalan menuju pintu masuk hotel di susul oleh beberapa pria di belakanya, salah satu pria paru baya lalu menghampirinya
"Mr Sudirman baru saja tiba di tempat ini brother, aku baru mendapatkan informasi jika salah satu anak buah Mr Arashavin tertangkap di jerman.!"
"Siapa nama orang itu.?"
"Arman, dia berasal dari indonesia.!"
"Apa yang di dapatkan orang suruhan Ivan Petrov Arashavin.?"
"Kami belum tau itu, Brother.!"
"Nanti kita bahas masalah itu, sebaiknya kita kedalam dulu, brother.!"
"Okey brother.!"
__ADS_1
Mereka berdua lalu masuk kedalam di susul beberapa pengawal, kedua pria paruh baya itu adalah Mr Bagas Erlangga dan Mr Xavier Purnama.
Seven dan Resky hanya memperhatikan beberapa pengusaha besar berdatangan satu persatu.
Resky sedang serius memperhatikan salah satu pria paru baya yang sepertinya ia kenali.
"Bukankah itu Ayah kak Irma, apa aku nggak salah lihat.!" Gumamnya.
Seven dengan serius memperhatikan para pria paru baya itu memasuki hotel tersebut.
"Sebaiknya kita menyusul ke dalam, kita sudah memiliki kartu undangan yang aku ambil dari Fany,!" dia memalingkan pandanganya ke arah Resky.
"Ya ampun.... !!! Jika kak Farhan terus menatapku seperti ini bisa-bisa aku menyukainya atau mungkin aku sudah menyukainya.!" Ucapnya dalam hati.
"Arg.... !!! Kenapa aku malah memikirnya di saat seperti ini sih.... !" Ucapnya spontan.
"Kamu memikirkan apa.?"
"Nggak mikir apa-apa kak.!"
"Kamu pendusta yang buruk.!"
Resky tersenyum malu akibat ketahuan berbohong.
__ADS_1
"Okey kak.! Jadi nama wanita yang aku tabrak tadi adalah Fany, sepertinya kak seven mengenalnya dengan baik,?" kata Resky sambil memperhatikan pria yang ada di sampingnya.
"Ini pertemuanku yang kedua dengan dia, bagaimana bisa aku mengenalnya dengan baik,!" kata Seven yang sedang berjalan lurus kedepan tanpa menoleh sedikitpun.
Setelah mereka tiba dan menyerahkan kartu undangan yang beratas namakan Fany itu, mereka kemudian masuk ke dalam acara pelelangan di dalam hotel yang sebentar lagi akan di laksanakan.
Di gedung yang berada di sebelah hotel itu, seorang wanita cantik sedang mengarahkan senjata laras panjang bermodel sniper ke arah acara pelelangan barang antik, dia sepertinya menunggu waktu yang tepat untuk menarik pelatuk senjata itu.
Di saat yang sama Mr David Nasution Brodryck sedang berada di aula acara pelelangan barang antik, dia melangkahkan kakinya menuju ke sebuah kursi sofa, pada saat ia duduk di di kursi sofa kemudian dia mengambil Hp dari saku calananya dengan niat untuk menghubungi seseorang.
"Kamu di mana, Nak.?"
"Aku di indonesia, Ayah.!"
"Apa semuanya baik-baik saja.?"
"Aku masih mengendalikan permainan, Ayah.!"
"Okey, itu berita bagus, nanti kita bicara lagi.!"
Mr David lalu mengakhiri pangilan telephone sambil duduk dan tersenyum ke arah seseorang yang berjalan ke arahnya.
__ADS_1