
King yang sedang menatap Albert di antara kerumunan orang-orang di kediaman Mrs Erlita lalu memalingkan wajahnya seperti sebelumnya, dia lalu berdialog santai dengan Mrs Arashavin, Mrs Park Ae-Ri, Irina Arashavin dan Marcela.
Beberapa waktu kemudian, Raisa keluar dari kamarnya, dia sangat terlihat anggun dan menawan, orang-orang yang berada di dalam mansion itu terbelalak melihat gadis itu, dia lalu menuruni anak tangga sambil tersenyum manis kepada para tamu.
"Sangat cantik, sungguh karya seni ciptaan Tuhan yang mengagumkan," begitulah kata yang terlintas dalam benak Indra sambil tersenyum manis ke arah Raisa.
Di waktu yang sama, Seven telah berada di sebuah taksi dengan niat menuju ke mansion Mrs Erlita, dia berpakaian sangat berbeda dari sebelumnya, dia kemudian memakai Earphone di telinganya sambil memainkan Hpnya.
"Perlengkapan telah siap," ucapnya dalam hati.
Beberapa waktu kemudian, pemuda tampan itu telah tiba di lokasi yang tidak begitu jauh dari kediaman Mr Erlita.
"Hanya ini jalan satu-satunya agar menghindari sesuatu yang tidak di harapkan," gumamnya sambil memantau situasi dengan menggunakan teropong, dia melihat Indra dari kejauhan. dia lalu memperhatikan kondisi di dalam mansion.
"Kondisi belum tepat, sedikit lagi," gumamnya.
Di saat yang sama, Indra kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah Raisa yang sedang mendekat ujung anak tangga, dia tersenyum manis begitu pun dengan Raisa, dia lalu mengulurkan tangannya ke arah Raisa, uluran tangan Indra di sambut hangat oleh gadis cantik jelita itu sambil tersenyum hangat.
"Kamu sangat cantik malam ini," kata Indra
"Aku memang sudah cantik sejak lahir," jawab Raisa sambil menatap wajah tampan Indra.
Mereka lalu bergandengan tangan sambil melangkahkan kakinya dengan niat menuju ke tempat di mana Mrs Erlita, Mr Ramadhan, Mrs Erika dan Arya Ramadhan, para tamu memperhatikan kedua pasangan kekasih itu sambil bertepuk tangan.
__ADS_1
"Itukan putra Mr David," kata salah satu CEO yang berada di tempat itu.
"Aku rasa, itu strategi bisnis yang di jalankan Mr David untuk membangun kembali kekuatan dan nama besar keluarga Brodryck," Jawab salah satu CEO yang ada di sampingnya.
Di saat Arya yang melihat kemesraan Raisa dengan Indra yang berjalan menuju ke arahnya, raut wajahnya begitu mengkerut menandakan bahwa dia sangat kesal.
"Siaaaal.... !! Aku nggak bisa berbuat apapun di saat seperti ini, aku tak tahan berada di tempat ini," ucapnya dalam hati sambil meninggalkan tempatnya.
Di saat yang sama, Princes Blade memperhatikan tingkah Arya, dia lalu mengikuti arah langkah kaki pemuda itu.
Di tempat yang sama, Mr Ramadhan dan Mrs Erika memperhatikan putra kesayangan mereka tanpa mengucapkan sepata kata pun.
Di waktu yang sama, Raisa sejenak memperhatikan Arya yang berjalan menjauh sambil melangkah ke arah ibunya.
"Kamu harus menerima semua ini dengan lapang dada, Kak Arya," ucapnya dalam hati.
Setelah mereka tiba, Raisa lalu memperkenalkan Indra kepada Ibunya, dia berkata.
Mrs Erlita hanya tersenyum sambil memikirkan sesuatu.
"Nasution,!" ucapnya dalam hati.
Sontak Mrs Erika yang berada di dekat Mrs Erlita terkejut hebat mendengarkan perkataan Raisa, dia menatap Indra dengan wajah yang tak menentu.
"Jadi ini adalah putraku, aku tak tau harus merasa bahagia atau merasa sedih, kedua putraku menyukai gadis yang sama, ini tak bisa di biarkan berlarut-larut. Setelah acara ini tuntas, aku akan mengatakan kebenaran kepada suamiku walaupun dia mungkin akan membenciku. Tapi, aku tak peduli, aku lebih mengawatirkan kedua putraku saat ini, bagaimana jika mereka saling melukai secara fisik," ucapnya dalam hati sambil menatap sejenak Mr Ramadhan lalu kembali menatao Indra.
Di saat itu, Indra lalu berjalan ketengah-tengah keramaian, dia lalu berkata.
"Para hadirin yang terhormat. Aku, Indra Permana Nasution putra David Nasution Brodryck aku akan mengumumkan bahwa aku akan melamar kekasihku malam ini juga."
Sontak para tamu yang berada di ruangan itu sebagian besar bertepuk tangan dan sebagian lagi hanya terdiam membisu.
__ADS_1
"Apa lagi yang di rencanakan David," ucap Mr Bagas Erlangga dalam hati sambil nenatap Mr David dari kejauhan.
Di saat itu, Raisa terkejut mendengarkan perkataan Indra, dia lalu melangkahkan kakinya ke arah Indra lalu berkata.
"Mengapa kak Indra tiba-tiba melamarku di tempat seperti ini.!?"
"Karena aku mencintaimu," dia lalu mengambil pergelangan tangan Raisa kemudian memeluknya sambil menatap King.
"Apa kamu nggak mau menikah denganku,?" kata Indra sambil memeluk Raisa dan tersenyum kecil ke arah King.
"Pastinya aku mau nikah. Tapi, seharusnya kakak memberitahuku terlebih dahulu dan meminta pendapatku," kata Raisa lalu memeluk tubuh Indra selanjutnya melepaskan pelukanya.
"Maka saat ini juga aku meminta pendapatmu,!" kata Indra kepada Raisa sambil menatap King sejenak dari kejauhan.
"Bukan ide yang buruk," ucap King dalam hati sambil menatap Idra dari kejauhan.
Indra lalu berlutut di hadapan Raisa sambil mengeluarkan kotak persegi empat bujur sangkar dari saku celananya lalu memperlihatkan isi kotak itu berupa cincin berlian yang sangat indah, dia kemudian mengulurkannya ke arah Raisa
"Maukah kamu menikah denganku,?" kata Indra sambil tersenyum manis ke arah Raisa.
Raisa tersenyum manis, dia melihat para tamu yang bersorak bergembira dengan berkata.
"Terima... ! Terima... Terima.... !!"
Raisa lalu kembali menatap Indra sambil tersipu malu, dia berkata.
"Aku ingin menikah dengan ...... !!" Perkataan gadis itu terputus.
Di kediaman Mrs Erlita yang tadinya bergembira ria tiba-tiba menjadi hening seketika di sebabkan mati lampu.
"Sudah waktunya untuk bergerak," kata Seven yang melangkah dalam kegelapan menggunakan kaca mata Night Vision infra merah.
__ADS_1