
"Krink... ! Krink... ! krink... !!"
"Haloo,!!! aku masih di apartemenmu, kamu kesini, cepat yah.!!"
"Okey,!! apa perasaan kakak sudah membaik,!?"
"Sudah agak mendingan, aku menuggumu, jangan lama yah,!! Ayah dan Ibu mungkin sudah berada di Rumah saki.!"
"Iya.... ! Aku mengerti kak Arya.!"
"Tut.... ! Tut.... ! Tut.... !!" Bunyi Hp milik Resky.
"Kita berangkat sekarang,!" kata Seven sambil menatap Albert dan Resky secara bergantian.
"Aku sama siapa, kak,!? ucap Resky sambil memalingkan wajahnya ke arah Seven.
"Kamu mau ikut dengan siapa,?" ucap Albert.
"Aku maunya sama kak Seven,!! dia tersenyum manis kepada Seven."Nggak masalah kan,!? dia lalu memalingkan wajahnya ke arah Albert.
"Nggak masalah,!!"
Mereka bertiga lalu meninggalkan tempat itu, Seven bersama dengan Resky sedangkan Albert naik taxi menuju ke apartemen gadis itu.
"Gadis itu sangat menyukai Farhan,!" gumam Albert yang berada di dalam taksi.
Tidak butuh waktu yang lama, mereka telah tiba di apartemen gadis cantik itu.
"Ceklek.!" Pintu terbuka lebar.
Mereka kemudian melihat Arya sedang duduk di kursi sofa.
"Kamu dari mana,!? dan mengapa mereka berdua berada di sini,!" ucap Arya
__ADS_1
"Aku dari kampusku untuk mengikuti acara seminar, mereka berdua yang membantu kakak sewaktu pingsang,!"
"Apa kamu bertemu dengan Mr David,!?"
"Aku bertemu denganya, kak,!"
"Mr David orang yang berbahaya, dia bertujuan untuk membalas dendam kepada keluarga kita, Ayah yang membuat keluarganya bagkrut sehingga kedua orang tua Mr David terkena serangan jantung.
"Jadi begitu ceritanya,!" ucap Seven dalam hati.
"Ternyata ini misi balas dendam,!" ucap albert dalam hati.
"Aku ngerti kak, untuk saat ini kita kesampingkan itu sejenak, pulihkan keadaan kakak, setelah itu, kita membahasnya lagi.!" ucap Resky yang bermaksud meringankan beban pikiran kakaknya itu.
"Sebaiknya kita bergegas ke rumah sakit,!!" kata Arya memandang wajah adiknya.
"Aku berpikir seperti itu juga, kak,!!"
"Kalau begitu kita bergegas,!" kata Seven.
Mereka berempat kemudian bergegas meninggalkan apartemen milik Resky.
Raisa, Irma dan Indra baru saja tiba di rumah sakit ST Thomast. kedua gadis itu kemudian turun dari mobil Indra.
"Kakak nggak ikut kedalam,?" Kata Raisa sambil tersenyum.
"Apa yang di katakan Raisa itu benar kak,!"
"Aku akan kembali, aku janji,!"
"Kalau begitu, terimah kasih banyak atas tumpanhanya kak,!"
"Iya, kak Indra,!"
__ADS_1
"Okey.... ! Aku berangkat dulu yah,!?"
"Iya, kak,!! hati-hati di jalan.!" ucap Raisa
"kakak harus kembali lagi yah,!? kata Irma.
"Aku janji, aku akan kembali,!" ucap Indra sambil memandang satu persati gadis cantik itu.
"Brummmm.... ! Brummmmm.... !!"
Indra melesatkan laju mobilnya meninggalkan area rumah sakit itu, di saat dia dalam perjalanan, Indra kemudian mengambil Hp miliknya lalu memghubungi seseorang.
"Krink.... ! Krink... ! Krink.... !!"
"Halo kawan,!"
"Halo joker,!
"Apa kamu baik-baik saja,!?"
"Aku baik-baik saja, kamu dan anak buahmu benar-benar menghajarku habis-habisan,!" ucap indra sambil tersenyum licik.
"Aku melakukan itu agar terlihat begitu nyata, jika kamu serius, kamu dengan mudahnya mampu melumpuhkan anak buahku, hampir saja kita gagal di sebabkan kemunculan Farhan Crow Seven, pria itulah yang telah aku ceritakan padamu."
"Dia benar-benar hebat, aku nggak tau mana di antara aku dan dia yang akan tumbang jika berhadapan.!"
"Apa rencanamu, Indra,!?"
"Tentunya aku ingin menjadi penguasa besar, aku sudah memiliki perusahaan inti keluarga ramadhan, nilai asetku kini jauh melampaui keluarga Ramadhan, aku pemilik aset terbesar saat ini, dan target selanjutnya tentu saja Raisa yang memiliki aset terbesar di asia tenggara dari peninggalan mendiang Ayahnya. Keluarga Brodryck akan kembali berjaya di bawah kepemimpinanku.
"Aku akan mendukungmu,!"
Panggilan telephone kemudian berakhir, Indra tersenyum licik sambil menambah kecepatan mobilnya.
__ADS_1