
Kedua wanita cantik sedang berlari kecil menghampiri Raisa di susul oleh Albert yang juga menghampiri Raisa yang sedang berjalan menelusuri tepi pantai konoha.
"Maafkan aku, Ra.! Aku hanya melakukan apa yang terbaik untukmu," ucap Irma.
"Sudah, lupakan itu ! Justru aku yang berterima kasih kepadamu, karena aku bisa melepaskan semua bebanku di hadapan kak Arya.
"Aku tetap akan melanjutkan misi balas dendam untuk sepupuku tersayang, kalian setuju atau tidak, itu tidak penting bagiku. Ngomong-ngomong, besok aku akan ke wales untuk pemotretan majalah selanjutnya aku akan ke inggris untuk shooting film romantic,!" ucap Marcela.
"Berapa hari kamu di sana,?" tanya Irma.
"Berapa lama kamu akan tinggal di negara ini sepupu ?" Tanya Raisa yang masuk ke dalam cela-cela percakapan.
"Dua hari, aku di indonesia selama sebulan dan itubpun aku akan bolak-balik ke rusia-indonesia sebab aku juga sedang kuliah," kata Marcela sambil memandang wajah Irma dan Raisa secara bergantian.
Di saat itu, Albert yang sedari awal menyimak dialog mereka bertiga kemudian masuk ke dalam percakapan ketiga wanita cantik itu.
"Kamu kuliah di mana di rusia,?" kata Albert.
"Di universitas lomonosov moskow,!" Jawab Marcela.
"Waow kebetulan ! Adik aku, juga kuliah di kampus itu. " Ucap Albert.
"Siapa nama adik kamu ? Mungkin aku mengenalnya !" Tanya Marcela.
"Violet ! Itu nama adik aku." Jawab Albert.
"Amazing ! Aku mengenal dia, terakhir kali aku bertemu denganya di pesta ulan tahun teman kami," ucap Marcela.
"Sebaiknya kita pulang guys ! Sudah mau malam nih,!" ucap Raisa.
"Okey,!" jawab serantak ketiga anak muda-mudi itu.
Mereka berempat meninggalkan tempat itu tanpa menyadari jika seorang pria masih tetap mengawasi mereka. Arya masih tetap berada di tempatnya dan ia merasa putus asah.
"Aku akan menjalankan rencana ke dua opsi B !" Ucap Arya dalam hati sambil memandang Raisa dan teman-temanya yang sedang menuju ke mobil.
...****************...
Di waktu yang sama dan di tempat yang berbeda lebih tepatnya di kediaman milik keluarga Ramadhan. Dan, lebih tepatnya lagi di ruangan perpustakaan keluarga. Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik sedang membuka file yang di kirim oleh Mr david satu minggu yang lalu di Hp miliknya.
"Jadi nama putraku dengan david adalah Indra Purnama Nasution, di mana keberadaan putraku sekarang ini, sebaiknya aku menghubungi David ! Profile yang di kirim oleh David tidaklah lengkap !" Ucap Erika sambil mengambil Hp miliknya.
"Krink... ! Krink... ! Krink... !" Bunyi Hp milik David.
"Rupanya Erika !" Ucap David sambil melihat Hp miliknya
Kemudian pria yang sedang berjalan keluar dari perusahaanya yang berniat menuju ke kampus di mana dia mengajar, kemudian mengangkat telpon itu.
"Halo nyonya Ramadhan Pratama,!" ucap Mr David sambil tersenyum dengan maksud tertentu.
"Di mana putraku Indra Purnama Nasutian saat ini.?"
__ADS_1
"Aku tidak tahu di mana putra kita beradaa saat ini, dia sudah dewasa dan aku tidak berhak untuk mengatur hidupnya,!" jawab David.
"Aku tidak percaya dengan perkataanmu David ! Katakan yang sebenarnya,?" tanya Mrs Erika yang lagi kesal.
"Aku sudah mengatakan yang sebenarnya,!" Jawab Mr David.
Mrs Erika kemudian memutuskan panggilan telephone secara sepihak, sedangkan Mr David tersenyum dengan maksud tertentu.
Di saat yang sama, Mr Ramdhan Pratama secara tiba-tiba muncul di ruang baca itu.
"Siapa yang kamu hubungi sayang, Ma,! kata Mr Ramadhan
Mrs Erika sontak terkejut hebat mendengarkan suara suaminya yang berada di perpustakaan tanpa ia sadari sehingga Hp miliknya terjatuh ke lantai.
"Brukkk.!"
"Kamu membuatku kaget saja Pa...! Hampir saja jantungku copot, aku sedang berbicara dengan teman lama." Jawab Erika sambil menoleh ke arah suaminya itu.
"Buatkan aku kopi, selanjutnya temani aku membaca di ruangan ini Ma...!" Ucap Ramadhan Pratama.
Erika kemudian menuruti titah suaminya itu dan melangkahkan kakinya meninggalkan ruang baca itu.
"Hampi saja !" Ucap Erika dalam hati sambil berjalan.
...****************...
Di waktu yang sama.
Di mansion keluarga Sinaga, seoaran pria paruh baya sedang bersiap-siap meninggalkan rumah megah itu.
"Sebaiknya kamu pertimbangkan untuk pensiun dari dunia bisnis Pa....! Serahkan urusan bisnis keluarga ke pada Raisa Pa...?" Tanya Erlita.
"Aku sudah memikirkan itu darling ! Setelah aku membereskan beberapa urusan perusahaan di seluruh asia tenggara, aku akan pensiun dari dunia bisnis dan menyerahkan perusahaan pusat ke pada putri kita. Raisa wajib melanjutkan kuliahnya dan itu tugas kamu sebagai seorang ibu untuk membujuknya.!"
"Aku akan mengusahakan apa yang kamu minta Pa... !"
Sudirman kemudian mengecup kening istrinya lalu bergegas meninggalkan mansion itu.
...****************...
Di waktu yang sama dan di tempat yang lain, Seoarang pria paru baya yang masih terlihat sangat tampan sedang memasuki kediaman sederhana miliknya.
"Ma..... ! Aku pulang,!" ucap Harto.
Pak Harto kemudian mencari istrinya di dalam rumahnya.
"Ke mana Dwi, Kok nggak ada, ini kan sudah hampir malam,!" gumamnya sambil mencari istrinya di dalam kamar mereka.
"Nggak ada juga di kamar ini, Dwi kemana sih !" Ucap Harto dalam hati sambil mengambil Hpnya di dalam saku celananya.
Baru saja pria paruh baya itu mengambil Hpnya, tiba-tiba terdengar suaara ketukan pintu.
"Tok... ! Tok... ! Tok... !" Bunyi pintu.
__ADS_1
"Kamu dari mana saja Ma...? Aku lapar nih !" Tanya Harto.
"Aku dari membeli beberapa barang kebutuhan kita untuk sehari-hari, apa kamu ngak lihat apa yang aku bawa ! Tunggu, aku siapkan, bantu aku dong Pa... ! Ini berat... !" Jawab Dwi tersenyum manis kepada suaminya.
Ibu Dwi kemudian melangkahkan kakinya ke dalam rumah sederhana itu dengan membawa barang belanjaan.
Pak Harto kemudian membantu istrinya untuk membawa barang belanja itu.
...****************...
...Indonesia jam 17 : 30 Dan 15 : 30 Waktu Jepang - Tokyo....
Seoran wanita cantik sedang berhias dengan tradisi formal jepang, wanita cantik itu adalah Renata.
Setelah Renata menyelesaikan segala jenis tata cara berpakain formal klasic ala jepang, dia kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya, Renata kemudian berjalan di dalam kawasan mansion clasik di kota tokyo sambil memakai payung khas negeri bunga sakura itu.
Wanita cantik itu kemudian memasuki lorong-lorong mansion itu untuk menuju ke ruangan keluarga yang tepat berada di ujung lorong itu
Renata menuju ke tempat di mana ibunya berada di kawasan mansion megah clasik jepang.
Setelah wanita cantik itu tiba, kemudian ia masuk kedalam ruangan itu di mana ibunya sedang duduk seiza sambil membuat secangkir teh.
Renata kemudian duduk seiza seperti ibunya sambil menunggu ibunya menyelesaikan pekerjaanya.
Seteh ibunya telah selesai dengan kegiatanya, kemudian wanita cantik itu membuka percakapan dengan bahasa jepang.
"Ibu... ! Aku sudah berada di kota ini selama 4 hari dan saatnya aku ingin berbicara serius. Sepertinya seseorang menargetkan aku ? dan untuk saat ini, aku belum mengetahui apa alasan orang itu."
"Coba ceritakan detail apa yang kamu alami agar aku bisa menganalisa kejadian yang menimpa kamu, putriku ?"
"Sebelum itu, maafkan aku ibu !"
"Mengapa kamu meminta maaf ?"
"Sebenarnya aku tidak sengaja terlibat scandal *** dengan parner bisnisku, dan video itu, di manfaatkan oleh seseorang. Apakah ibu mengetahui sesuatu, katakan ibu ?"
"Aku akan mendiskusikan ini dengan ayahmu, apa kamu yakin jika tidak ada seseorang yang memgikuti kamu ke negara ini ?"
"Aku sangat yakin ibu, sejak kejadian yang menimpa aku, kini aku semakin berhati-hati !"
"Untuk saat ini, kembalilah ke kamarmu, aku akan menyuruh pengawal untuk memanggilmu jika aku sudah berdiskusi dengan ayahmu.!"
"Baikla ibu ! Kalau begitu, aku kembali ke kamar dulu." Jawab Renata sambil membungkuk hormat.
Renata kemudian bergegas meninggalkan tempat itu, beberapa waktu kemudian, wanita cantik itu tiba di kamarnya lalu melepas kimono berwarna cerah hingga menyisahkan kimono tipis berwarna putih di tubuhnya.
"Jika aku tidak mendapatkan jawaban dari ibuku, maka aku akan menemui ayahku " Ucap Renata dalam hati.
__ADS_1