LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 90 : Kesedihan Ibu Dan Anak


__ADS_3

Farhan Crow Seven baru saja tiba di parkiran sebuah restoran. Setelah memarkir motorya, dia lalu melangkahkan kakinya menuju ke restoran yang sebelumnya dia dan kedua wanita cantik sedang menikmati makan malam. Setelah pemuda tampan dengan rambut wig emas itu berada di dalam restoran, dia tidak melihat Marcela dan Resky di meja makan.


"Kemana mereka berdua, mungkin mereka telah menuju ke rumah sakit, sebaiknya aku menyusul,!" gumamnya.


Pemuda tampan itu lalu membalikkan tubuhnya sambil berjalan meningalkan restoran itu.


Pada saat dia menuju ke rumah sakit, dia melihat beberapa mobil mewah berhenti di depan pintu rumah sakit, Mrs Erlita, Raisa, Irma dan Albert keluar dari salah satu mobil mewah itu.



Seven menghentikan langkahnya sambil menatap teman-temanya yang masuk ke dalam rumah sakit itu."Akhirnya mereka tiba,!" dia memperhatikan satu persatu teman-temanya."Sungguh kasihan kamu, Raisa,!" gumamnya.


Dia kemudian mengambil Hp miliknya lalu mengirim pesan Wa ke pada Albert.


"Tik... ! Tik... ! Tik... !!"


"Aku ada di luar rumah sakit." dia mengirim pesan itu.


"Clint.!" Bunyi Hp milik Albert menandakan bahwa sebuah pesan telah masuk.


Albert kemudian membalas pesan sahabat baiknya itu:" Kamu masuk kedalam saja, aku menunggumu, okey brother.!" Albert kemudian mengirim pesan itu.


"Clint.!" Bunyi Hp milik Seven, dia kemudian membalas pesan Albert :"Okey.!" dia lalu mengirimnya.

__ADS_1


Seven kemudian melangkahkan kakinya ke dalam rumah sakit itu, dari kejauhan dia melihat kelompok besar, pemuda itu memilih untuk menyendiri dan menyandarkan punggungnya di dinding rumah sakit itu sambil menatap ke arah kelompok besar.



Mrs Erika lalu memeluk Mrs Erlita sedangkan Arya sedang sibuk menatap Raisa yang menghindari tatapan matanya.



Pemuda tampan itu lalu menghampiri mantan kekasihnya itu.


"Aku turut beduka cita atas wafatnya Om Sudirman, aku nggak menyangka ini akan terjadi.,!" kata Arya yang sedang menatap Raisa dengan penuh cinta dan juga tatapan sedih.


"Terimah kasih banyak atas belasungkawanya, aku sangat menghargai ketulusan kak Arya,!" dia memalingkan wajahnya sejenak kemudian kembali seperti semula.


"Aku nggak baik-baik saja, kak.!"


Beberapa waktu kemudian dokter lalu membuka pintu kamar mayat itu dari dalam.


"Hanya keluarga yang bisa masuk ke dalam untuk saat ini, harap maklum Tuan dan Nyonya sekalian,!" kata dokter itu.


Mrs Erlita yang berada dalam pelukan Nyonya Ramadhan lalu melepaskam pelukanya kemudian memalingkan wajahnya ke arah putrinya.


"Kita masuk, Nak.!"

__ADS_1


Raisa kemudian mengikuti langkaj ibunya masuk kedalam kamar mayat itu. kelompok besar yang berada di tempat itu hanya bisa menyaksikan mereka berdua.


"Sungguh kasihan kamu, Raisa,!" ucap Arya dalam hati.


"Kamu harus kuat Nyonya Sudirman,!" ucap Mrs Erika dalam hati.


"Semoga saja kalian bersabar menghadapi ujian hidup ini,!" ucap Mr Ramadhan dalam hati.


"Kamu harus bisa melewati fase-fase sulit dalam hidupmu, Ra,!" gumam Irma.


"Kamu wanita kuat, kamu harus tegar,!" gumam Albert.


Mrs Erlita dan Raisa lalu menghampiri jenasah Mr Sudirman sinaga yang sebagian tubuhnya tertutup oleh kain kafan.



Mereka berdua sangat terpukul melihat orang yang mereka sayangi kini terbaring tanpa bernafas, tanpa gerak dan tanpa senyum.


"Ayah.... !!!!!" teriak Raisa yang berlari menghampiri jasad Mr Sudirman, dia lalu memuluk tubuh ayahnya yang kakuh tak bernyawa, dia meneteskan air mata, tubuhnya begitu sakit, remuk, batinya hancur.


Mrs Erlita lalu menghampiri putrinya yang sedari tadi membendung air matanya dengan sangat kuat di pelipis matanya, dia kemudian mengeluarkan suaranya yang terbata-bata akibat sesak di dalam kalbunya.


"Kamu harus kuat sayang, ayahmu tidak akan senang dengan tagismu, dia akan merasa tersiksa,!" dia menghibur putrinya.

__ADS_1


Tak terasa air mata Mrs Erlitapun menetes kelantai tanpa adanya suara walapun dadanya begitu merintih sakit.


__ADS_2