
Di RS Thunder tepatnya di ruangan Dokter Yunus sedang terjadi dialog yang cukup berat.
"Bayi siapa yang di adopsi Pak Harto.?" Tanya Raisa
"Beritahu kami yang sebenarnya Pak Dokter supaya masalah ini cepat selesai.!" Ucap Irma
Dokter Yunus yang merasa tersudutkan oleh ke empat anak muda itu, mau tidak mau harus menjelaskan kepada mereka.
"Seorang pria menyuruhku membawa keluar bayi itu, dia mengunakan masker dan kacamata hitam sehingga aku tidak mengenalinya, aku harus menuruti kemauanya kerena istri dan anakku di sandera. Sampai saat ini orang tua bayi itu seolah-olah tidak peduli karena tidak ada tanda-tanda pencarian.Seandainya mereka melakukan pencarian maka kita akan tau siapa ayah dan ibu anak itu.!" Jawab. Dokter yunus.
"Maksudnya Ayah dan Ibu anak itu menghilang tanpa jejak... !?" Tanya Raisa penasaran.
"Tepat sekali Nona Muda... !" Jawab Dokter Yunus.
"Ribet juga kalau gini.!" Ucap Farhan.
"Maaf ya tuan dan Nona muda, kebetulan aku akan berangkat ke jerman malam ini dan ada beberapa hal yang aku harus siapkan sebelum berangkat.!" Kata Dokter Yunus sambil tersenyum kecil ke arah empat orang tersebut.
"Okey Dokter... ! Maaf kalau menyita waktunya, kalau begitu kami undur diri dulu.!" Ucap Raisa
"Salam sama pak harto !" Ucap dokter Yunus.
"Okey Pak Dokter... ! Bentar aku sampaikan." Ucap Farhan.
Jam 18 : 00
Mereka 4 Akhirnya meninggalkan rumah sakit itu.
"Pip... ! Pip... !" Suara mobil Raisa
Aku jalan duluan Farhan... ! Albert... !" Ucap Raisa
"Okey... !" Ucap Farhan dan Albert secara bersamaan.
"Brummm... ! Brummmmmm... !" Suara mobil Raisa yang melaju kencang .
"Benar-benar kelakuan gadis bar-bar itu...!! Ucap Albert
"Sudahlah... ! Kita balik sudah malam... !" Jawab Farhan.
Di dalam perjalanan menuju ke mansion Irma, lebih tepatnya di dalam mobil ferrarri Raisa. Kedua gadis itu berdialog.
"Aku merasa ada yang aneh deh... ! Sepertinya Dokter Yunus menyembunyikan beberapa informasi penting... !" Ucap Raisa.
"Mungkin itu hanya perasaan kamu saja.!" Jawab Irma.
"Ngomong-ngomong, apa perampok mobil kamu sudah di tangkap atau belum... ?"
"Aku juga nggak tau nih... ! Soalnya, seharian kita ngurusin identitas orang hilang.!"
"Betul juga kata kamu.!"
__ADS_1
Jam18 : 30
Sebuah mobil ferrari merah 458 melaju ke dalam pekarangan mansion setelah tiba di depan pintu Irma lalu turun dari mobil tersebut.
"Kamu nggak ikut turun, Ra'.! Nginap di sini ajah malam ini.?"
"Nggak bisa Irma kamu tahukan jika mansion aku lagi sepi !Kamu saja yang nginap di mansionku"
"Okey ! Kalau begitu masuk dulu deh, kita mandi terus ganti pakaian. Lalu, kita ķe mansionmu.!"
Raisa kemudian turun dari mobilnya dan bejalan ke arah irma, mereka berdua melangkahkan kakinya menuju kedalam mansion.
"Gadis-gadis cantik ini dari mana ajah.?" Tanya ibu Lidya
"Dari Rumah teman kampus tante.!" Ucap Raisa
"Aku dan Raisa ke atas dulu. Mom.!" Kata Irma.
"Aku ke atas dulu Tante.!" Ucap Raisa
"Iya... ! Iya... ! Anak-anak yang cantik-cantik.!" Jawab ibu Lidya
Irma dan Raisa kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamar Irma sedangkan ibu Lidya berjalan ke arah dapur.
"Buatkan minuman dingin untuk mereka dan bawa ke kamar Nona Muda.!" Ucap Ibu Lidya.
"Baik Nyonya Besar... !" Jawab Pelayan itu.
Setelah mereka masuk ke dalam kamar, Irma lalu melepas pakaianya dan menyisahkan CD dan Bra berwarna putih lalu ia mengambil jubah mandi berbentuk kimono.
"Jubah mandi, ambil sendiri di lemari.!" Jawab Irma
"Krink... ! Krink... ! Krink... !!" Bunyi telephone Raisa
"Halo... ! Ada yang bisa saya bantu Tuan Muda Arya Ramadhan..?" Ucap Raisa
"Kamu di mana sayang dan sama siapa..?"
"Aku lagi di mansion Irma.!"
"Sudah makan malam belum.?"
"Belum... ! Rencana, nanti di perjalanan pulang baru nyari restoran bareng irma."
"Sebenarnya aku mau ikut bareng sama kalian. Tapi, badanku pegel di sebabkan seharian penuh aku melakukan survei lapangan.!"
"Istirahat saja kak dan jaga kondisi tubuh.!"
" Tut...! Tut...! Tut... !!"
" Yaaa... ! Malah di matiin." Ucap Arya Kesal
__ADS_1
Raisa kemudian berjalan menuju ke lemari untuk mengammbil jubah mandi, ia kemudian melepas seluruh pakaian dan jeansnya tanpa sehelai benangpun yang tersisa di tubuh putihnya yang mulus, kemudian ia memakai jubah mandi tersebut sambil menunggu Irma.
...****************...
Di Kediaman Ramadhan seorang gadis remaja 17 tahun yang masih menggunakan seragam sekolah melangkahkan kakinya masuk kedalam mansion.
"Kamu mandi... ! Dan ganti baju dulu, Mama tunggu di meja makan." Ucap Ibu Erika
Resky lalu berjalan menuju ke kamarya. Setelah tiba di kamarnya lalu ia melepas seragam sekolahnya. Sehingga, menyisahkan Bra dan Cd. Dia kemudian berjalan ke lemari khusus perlengkapan mandi.
"Kok jubah mandinya nggak ada.! Sudahlah itu nggak penting... !" Gumamnya.
Resky kemudian mengambil handuk putih, lalu ia melepas Bra dan Cdnya, kemudian ia memakai handuk putih tersebut untuk menutupi dua bagian tubuhnya yang menonjol ke luar dan bagian tubuhnya yang di gunakan untuk membuang air seni. Setelah itu ia bergegas menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Resky telah menyelesaikan ritual mandinya, ia kemudian melangkahkan kakinya menuju ke lemari pakaian untuk mengambil baju kaos berwarna putih dan celana jeans ketat berwarna abu-abu, dia lalu melepas handuk putih tersebut sehingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun. Dia kemudian menggunakan Bra dan Cdnya. Lalu, disusul dengan baju kaos dan celana jeans.
Beberapa waktu kemudian Resky berjalan keluar dari kamarnya menuju ruang makan keluarga.
"Tumben, kak Arya ngumpul bareng untuk makan malam.!"
"Memang kenapa kalau aku makam malam di rumah... ! Ada yang salah... ?"
"Nggak ada yang salah kok ! Cuman heran ajah, memang kak Arya nggak keluar makan bareng sama kak Raisa... ?"
"Nggak....! Aku sangat lelah habis survei. jadi, aku nggak kuat keluar rumah malam ini. Tubuhku remuk.!"
"Oh... ! Begitu rupanya.!"
"Ayah... ! Tadi, aku melakukan survei langsung ke proyek pembangunan bernilai 6,3 kuadrillun lebih.!" Ucap Arya mengarahkan pandaganya ke arah Ayahnya.
"Itu dana sungguh sangat besar Arya.! Kamu harus behati-hati. Dan di butuhkan ketelitian tinggi dalam hal itu. Serta, kenali siapa kawanmu dan musuhmu. Apa kamu mengerti.?" Kata Pak Ramadhan.
"Benar yang di katakan Ayahmu,Nak.!" Ucap Ibu Erika.
" Aku mengerti Ayah...! Ibu... !" Jawab Arya.
"Kalau sukses belikan aku mobil kak.?" Tanya Resky
"Okey... ! Aku akan belikan lamborgini.!" Jawab Arya
"Cuman bercanda kak... !Tapi, boleh juga tuh.! Kakak aku memang super baik deh...!" Ucap Resky terkekeh.
"Kalau ada maunya baru ngomong seperti itu , dasar penjilat.!" Jawab Arya
Di ruangan meja makan tersebut terdengar tawa dari Pak Ramadhan dan Ibu Erika.
...****************...
Di tempat lain.
"Apa kamu membawa informasi penting untukku.!"
__ADS_1
"Iya Boss... ! Arya Ramadhan sedang mengelolah proyek pembangunan yang bernilai besar.!"
"Kalau begitu, aku akan terlibat di dalamnya. Dengan begitu kita akan membuat kekacauan besar dan waktunya sudah dekat untuk mengekspos video itu.. !"