LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 119 : Taman Menara Eiffel


__ADS_3

"krink....! Krink.... ! Krink.... !!" Bunyi Hp milik Prines Blade, dia kemudian mengangkatnya dan menempelkan Hpnya di telinga kanannya.


"Katakan.!?"


"Aku melihat mereka berdua di taman kota Paris lebih tepatnya di dekat menara Eiffel,!" jawab Nakamura.


"Aku akan segera ke sana, kirimkan lokasinya kepadaku,! dan ingat apa yang aku katakan sebelumnya.!"


"Aku mengerti.!"


Di waktu yang sama, Raisa dan kawan-kawanya telah selesai berbelanja untuk kebutuhanya selama di France, mereka kemudian meninggalkan tempat itu.


"Kita mau kemana guys,!? ini sudah siang, kita juga belum perna istirahat sejak kita berada di london dan negara ini,!" kata Irma yang memandang satu persatu teman-temanya sambil berjalan keluar dari mall.


"Apa boleh aku meminjam satu teman kalian,?" ucap Indra kemudian memandang wajah Raisa.


"Silahkan, aku nggak mau jadi obat nyamuk.!" jawab Violet


"Silahkan saja, selama yang bersangkutan nggak keberatan,!" Jawab Fany.


"Apa yang di rencakan Indra,!" ucap Albert dalam hati sambil menyimak dialog mereka.


"Aku terserah Raisa ajah,!" jawab Irma sambil tersenyum manis memandan Raisa dan Indra secara bergantian.

__ADS_1


"Apa kamu mau ikut denganku,?" ucap Indra sambil tersenyum manis kepada Raisa.


"Aku mau kak,!" jawab Raisa yang juga menatap Indra sambil tersenyum manis.


"Okey guys,!! aku rasa kita berpisah di tempat ini, kita akan bertemu sebentar malam di Mansion Ibu Raisa,!" ucap indra menatap satu persatu teman-teman Raisa.


"Kami nggak tau letak mansion Tante Erlita, kak Indra,!!" jawab Irma.


"Lebih-lebih aku,!" kata Albert.


"Apa lagi aku,!" kata Fany.


"Jangan tanya ke aku yah,! jawabanya pasti sama dengan mereka,!" ucap Violet


"Aku akan memberitahu kalian,! Tapi aku nggak bisa terlalu lama kak, soalnya itu acara keluarga kami.!" Dia memandang Indra sambil tersenyum.


"Baiklah, aku mengerti itu,!" jawab Indra.


Beberapa waktu kemudian, kelompok itu terbagi dua bagian, mereka memilih jalan masing-masing.


"Kita kemana, Kak,?" kata Raisa sambil berjalam di samping Indra yang mengenggam jari jemarinya.


"Ikut saja,! bentar kamu akan tau,!" jawab Indra sambil memandang wajah cantik Raisa.

__ADS_1


Mereka kemudian masuk ke dalam taxi yang singgah di samping mereka.


Di tempat lain, Irina sedang menyanyi di taman yang tidak jauh dari tempat berdirinya menara Eifel bersama dengan King yang beberapa waktu yang lalu menyewah gitar salah satu pengamen yang berada di tempat itu, sesekali dia memandang gadis cantik jelita yang merupakan tunangan dari Farhan Crow Seven.



Di taman itu, ribuan turis sedang menikmati suasana di siang hari yang begitu mendung, beberapa turis di antaranya adalah Seven, Rezky dan Marcela.



Kedua kelompok tersebut sibuk dengan urusan masing-masing tanpa saling menyadari keberadaan mereka. Resky berjalan bersama dengan Seven sedangkan Marcela berada di depan sambil menikmati suasana taman itu.



Marcela yang tersenyum bahagia kemudian memalingkan wajahnya ke belakang, senyum gadis cantik itu berlahan-lahan memudar.


"Bocil itu nempel terus, mod aku tiba-tiba nggak baik. Arg.... ! Biikin kesal ajah,!" gumamnya, dia kemudian meninggikan suaranya."Kita mau nyari penginapan di mana,!?"


"Sebaiknya di sekitar taman ini,!" dia memandang Marcela."Menurut kak Seven, gimana,?" ucap Resky sambil memandang wajah Farhan.


"Okey,!! sebaiknya kita bergegas,! kita menuju ke sana,!" dia menunjuk suatu bangunan.


"Aku sepakat,!" ucap Marcela sambil melihat gedung yang di tunjuk oleh Seven.

__ADS_1


__ADS_2