
Jerman-Berlin.
Di suatu pemukiman seseorang berlari tergesah-gesah dengan sangat lemas pada saat hujan turun. Dia menggunakan sisa-sisa energinya untuk berlari kemudian beberapa mobil sedang melaju ke arahnya selanjutnya berhenti di hadapanya.
Beberapa orang pria sedang turun dari mobil sambil membawa payung hitam kemudian menghampiri pria berbaju putih yang sedang duduk di tanah. Pemimpin kelompok itu lalu keluar dan melangkahkan kakinya menuju seorang pria yang sudah sangat lelah berlarian akibat dikejar oleh sekumpulan pria itu.
"Sagen Sie mir, was Mr. Arshavin plant...? Ich weiß, dass er Sie geschickt hat, um wichtige Informationen von der Firma DYNAMIC zu stehlen. Wir haben Sie schon lange beobachtet.!"
...ARTINYA...
"Katakan apa yang di rencanakan Mr Arashavin... ? Aku tau jika dia mengutusmu untuk mencuri informasi penting dari perusahan DYNAMIC. Kami sudah cukup lama mengawasimu.!" Tanya Ernest dengan menggunakan bahasa jerman sambil tersenyum dengan maksud tertentu.
"Sind Sie sicher, dass Herr Arashavin mich geschickt hat, Ernest...!"
...ARTINYA...
"Apa kamu yakin jika Mr Arashavin yang mengutus aku, Ernest... !" Jawab pria itu sambil tersenyum dengan maksud mengejek.
"Ich bin mir ziemlich sicher, dass...!"
...ARTINYA...
"Aku sangat yakin itu...!" Ernes tersenyum kecil
Ernest kemudian memalingkan wajahnya ke arah anak buahnya yang berdiri di kiri dan kananya kemudian berkata dengan menggunakan bahasa perancis.
"Bring diesen Mann nach Frankreich. Schnell...!"
__ADS_1
...ARTINYA...
"Bawa pria ini ke perancis. Cepat... !"
Beberarapa orang lalu membawa paksa pria yang berbaju putih itu menuju ke mobil.
"Kamu tidak akan mendapatkan apapun, Ernest... !" Pria berbaju putih itu lalu tertawa dengan maksud mengejek.
Ernest kemudian berhenti dari langkahnya lalu memalingkan wajahnya ke arah sumber suara itu.
"Kita lihat saja nanti ! Aku hanya menjalankan perintah Mr Sudirman Sinaga untuk menangkapmu."
Ernest kemudian kembali memalingkan wajahnya seperti semula selanjutnya dia masuk ke dalam mobil dan begitupun dengan para anak buahnya yang masuk ke dalam mobil yang berbeda dari Ernest.
...****************...
Jepang-Tokyo.
" Anata wa sudeni kaizen o keiken shimashita, ojōsama.!"
...ARTINYA...
"Anda sudah mengalami peningkatan Nona Muda !" Kata seorang pria yang baru saja melepas topeng anggarnya.
Renata kemudian melepas topeng anggarnya lalu berjalan ke arah pria itu lalu mengulurkan tanganya dengan niat membantunya berdiri."
...ARTINYA...
__ADS_1
"Aku masih butuh banyak latihan, ini baru awal.Ngomong-ngomong, kita akan bertarung dengan menggunakan katana.?"
"Rikai shita wakai josei...!"
...ARTINYA...
"Dimengerti Nona Muda.!"
Mereka berdua lalu melangkahkan kakinya menuju ke loker masing-masing untuk mengganti seragam yang mereka gunakaan saat ini.
Setelah mereka telah selesai berganti costum, selanjutnya mereka berdua meninggalkan ruangan itu menuju ke tempat latihan selanjutnya.
Renata dan pengawalnya yang bernama Nakamura kini berhadapan dengan pedang katana di tangan mereka masing-masing.
"Apa kamu sudah siap ? Aku akan menyerangmu.!"
"Aku telah siap Nona muda, datanglah kapanpun yang anda inginkan
"Aku datang ! Hiaaaroakk.... !" Kata Renata sambil berjalan pelang kemudian berlari lurus ke arah Nakamura.
Mereka kemudian bertarung sangat sengit. terkadang Renata menyerang dan bertahan begitupun dengan Nakamura.
"Nona sangat luar biasa ! Aku tidak menyangka jika hanya dalam waktu singkat, anda sudah mahir.!" Kata Nakamura yang sedang dalam posisi bertahan.
" Ini masih belum cukup.! Hiakk..... !!" Kata Renata sambil mengayungkan pedangnya ke arah Nakamura.
__ADS_1
"Ting... ! Ting...! Ting... !" Bunyi benturan kedua pedang.