
Sebuah mobil Mewah BMW Seri 8 berwarna orange memasuki pekarangan villa yang tidak lain adalah Resky Puspitasari Ramadhan.
Setelah gadis remaja itu memarkir mobilnya, ia bergegas melangkahkan kakinya menuju ke dalam villa. Sebelum itu, gadis remaja 17 tahun yang menggunakan jaket berwarna cokelat sambil memasukkan tanganya ke dalam saku jaket kemudian berbalik untuk memastikan tidak ada seorangpun yang mengikutinya dari belakang.
Setelah memastikan semuanya aman dan terkendali, iapun melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam villa milik pribadanya hadiah dari ayahnya. dan akhirnya reskypun berada di dalam villa itu lalu segera menuju ke kamar di mana Rian berada.
"Kak Rian masih tertidur tapi terlihat gelisah, demamnya meningkat dan sekujur tubuhnya mengigil suhu tubuhnya berada di 39,4 derajat celcius, seperti yang aku duga sebelumnya ini adalah gejala hipotermia, Setidaknya ini bukanlah gejala COVID-19.!" Ucap Gadis cantik jelita itu dalam hati yang sambil memeriksa suhu tubuh Rian dengan menggunakan alat pendeteksi suhu panas yang ia beli dari apotik sebelumnya.
Gadis itu kemudian mencari selimut yang lebih tebal di banding yang Rian gunakakan saat ini tepatnya di kamar sebelah, lalu ia kembali di tempat di mana Rian berada untuk memakaikan selimut itu.
Selanjutnya Resky membuka bungkusan makanan tersebut. Lalu ia melangkahkan kakinya menuju ke dapur villa untuk mengambil mangkuk,sendok besi dan sebuah gelas kaca bening. Setelah dia mengambil beberapa barang yang ia butuhkan, kemudian berjalan menuju ke arah dispenser untuk mengisi gelas kaca dengan air hangat. Setelah ia selesai, gadis remaja 17 tahun itu kembali melangkahkan kakinya menuju tempat di mana Rian berada.
"Sudah waktunya bagi kak Rian untuk makan malam dan minum obat.!" Gumamnya.
Resky lalu menghampiri Rian yang terlihat gelisah dalam tidurnya di sebabkan mengigil kedinginan. lalu, Dia membangungkan tubuhnya kemudian menyandarkan pundak Rian dengan pundaknya, selanjutnya ia mengambil makanan berupa bubur Okayu khas jepang untuk orang sakit.
Pada saat Rian bersandar di pundak Resky, kedua matanya terbuka secara teratur. Lalu, ia melihat dengan matanya sebuah benda putih yang mendekat ke arahnya, lebih tepatnya menuju ke mulutnya. Yang tak lain adalah sendok plastik berisikan bubur Okayu.
"Makan dulu kak buburnya... ! Mumpung masih hangat, Aa'..Aaaa'...Aaaaaa'... !"
Rian yang mendengar suara itu lalu membuka mulutnya, pelan-pelan tapi pasti bubur tersebut di makanya hingga suapan yang terakhir.
Resky kemudian mengambil segelas air hangat lalu meminumkanya ke Rian.
"Minum obat dulu kak... ! Kemudian kembali beristirahat...!"
Rian yang mendengarkan intruksi itu lalu kembali membuka mulutnya. Pada saat itu, Resky memasukkan obat tersebut dengan menggunakan sendok besi yang ia ambil juga sebelumnya di ruang dapur. Dia lalu meminumkan Rian segelas air putih hangat.
Resky lalu kembali membaringkan Rian seperti sedia kalah.
Beberapa waktu kemudian Resky yang duduk di samping Rian lalu beranjak untuk membereskan bekas alat makanan Rian, dia membawanya ke ke dapur untuk mencucinya.
Akhirnya gadis remaja itu telah selesai dari pekerjaan dapurnya, kemudian ia menuju ke kamar yang bersebelahan dengan kamar di mana Rian berada untuk mengambil kasur lipat, setelah itu membawanya ke kamar sebelah lalu membentangkanya di lantai di samping Rian. Selanjutnya ia kembali untuk mengambil bantal dan juga selimut.
Gadis cantik itu lalu berbaring di atas kasur lipat. Baru saja ia tertidur sesaat kemudian membuka matanya kembali.
"Ya ampun... ! Aku lupa menutup pintu rumah dan belum mengunci gerbang " Gumamnya.
__ADS_1
Kemudian ia bangkit dari tempat di mana ia berbaring lalu melangkahkan kakinya untuk mengambil kunci di ruang tamu. Setelah itu, dia melanjutkan langkahnya menuju ke gerbang untuk menguncinya. Tiba-tiba ia melihat sebuah mobil berwarna hitam terparkir di luar gerbang tersebut sekitar 50 meter dari tempat dia berdiri.
"Itu mobil siapa yah... ! Kok bisa parkirnya di situ... ! ngak ada rumah yang berdekatan dengan tempat ini... ! Ahh bodoh amat... !!" Gumamnya.
Setelah Resky mengunci gerbang itu, ia melanjutkan langkah kakinya kembali ke dalam lalu mengunci pintu villa itu. Dia Kemudian menuju tempat di mana ia akan membaringkan tubuhnya.
...****************...
Di kediaman keluarga Ramadhan.
Pasangan suami istri sedang asyik membaca beberapa buku di dalam perpustskaan keluarga.
"Besok aku berangkat ke belanda Pa, aku sudah pesan tiket." Ucap ibu Erika.
"Kenapa nggak pakai pesawat jet pribadi darling... !" Jawab Pak Ramadhan.
"Lagi butuh susana baru aja Pa... !"
"Selama itu membuatmu nyaman its okey ... !"
"Sebaiknya kita istirahat mungkin anak-sudah tertidur."
"kayaknya boleh juga tuh Pa... !" Jawab Ibu Erika yang membalas godaan suaminya.
"Ayo kita ke kamar Ma... !"
Pasangan suami istri tersebut lalu meninggalkan perpustakaan keluarga menuju ke kamar mereka di lantai dua. Setelah tiba di lantai dua.
"Kita cek dulu anak-anak soalnya selama beberapa hari aku tidak akan melihat putra dan putri kesayanganku Pa... !"
"Okey.!"
Merekapun berjalan bersama menuju ke kamar Resky
"Tok... ! Tok... ! Tok... !"
"Cklek.!" Bunyi gagang pintu yang menadakan pintu terbuka.
"Putri kita sudah tertidur Ma... ! Sebaiknya kita jangan nganggu dia... !"
"Iya Pa...! Aku ngerti kok... ! Sebaiknya kita ke kamar Arya."
__ADS_1
Merekapun beranjak dari kamar Resky.
"Cklek.!" Suara pintu tertutup.
Pasangan suami istri tersebut kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke kamar Arya.
"Tok... ! Tok... ! Tok... !"
"Cklek.!" Pintu kamar terbuka.
"Kok kamu belum tidur Nak.!"
"Nggak bisa tidur Mom... ! Kepikiran proyek ini terus. Jadi, aku melakukan kalkulasi anggaran pendanaan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan presentasi besok dengan para pemegang saham... !" Jawab Arya
"Besok Ayah akan ke perusahaan sebagai penasehat, soalnya langkah yang kamu hadapi ada dua kemungkinan. Pertama : Jika kamu gagal dalam proyek ini maka akan berdampak buruk bagi keluarga dan para investor. Yang kedua : Jika kamu berhasil. Maka, kamu termasuk salah satu CEO muda terbaik di Negara ini. Dan harapanku, tentunya kamu harus melampaui Ayah Sebagai CEO yang di segani di Asia... !" Ucap Pak Ramadhan.
"Thank you very much Dad... !"
"You're Welcome my son ... !"
" Ibu besok akan berangkat ke belanda, Nak... ! Ada beberapa hal penting yang harus aku kerjakan. Jadi, jaga adikmu baik-baik.!"
"Tentu saja Mom... ! Aku pasti akan menjaganya. Jangan kwatirkan itu.!"
"Kalau begitu, Ibu ke kamar dulu, Nak.!"
"Ayah nyusul ibumu dulu, Nak.!"
"Iya Ayah... ! Iya Ibu... !"
"Cklek.!" Suara pintu kamar tertutup.
Pasangan suami istri itu melangkahkan kakinya menuju ke kamar mereka.
...****************...
Di dalam kamar villa seoarang gadis sedang memikirkan sesuatu sambil membaca istagram.
"Semoga saja Ibu nggak memeriksa kamar aku.!" Gumam Resky.
Beberapa saat kemudian setelah ia merasa bosan bermain Hp, kemudian gadis itu memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya. Dan tidak butuh waktu lama, dia tertidur lelap.
__ADS_1