
Di negara yang terkenal akan kincir anginya, seorang wanita sedang berbicara melalui telepone di dalam butik miliknya.
"Kamu di mana.?" Tanya Erika
"Aku di belanda.!" Jawab seseorang dari balik telepone
"Aku juga di belanda ! Kapan kamu mempertemukan aku dengan putraku,? sudah 30 tahun kamu selalu menyembunyikanya dan tidak perna mempertemukan aku dengan dia, Apa yang sebenarnya yang kamu rencakan David.?"
"Aku tidak merencakan apapun ! Dia juga putraku, putra kita dari hasil hubungan cinta kita di masa lalu, Kemungkinan besar dia berada di negara tempat kamu berasal."
"Hubungan kita di masa lalu adalah kesalahan David... ! Dan aku menyesali itu. Akan tetapi, aku tidak perna menyesal melahirkan putraku lalu engkau membawanya tanpa sepengetahuanku.!"
"Itu bukanlah kesalahan karena kita saling mencintai di masa lalu sehingga engkau menghianati tunanganmu demi aku dan mungkin sampai hari ini dia tidak perna mengetahui jika kita perna berselingkuh.!"
"Itu masa lalu david dan itu adalah kesalahanku... ! Aku bersyukur karena Ramadhan adalah pria yang sabar, aku beruntung memilih dia sebagai suamiku walapun awalnya aku tidak perna mencintai dia dan berniat untuk meruntuhkan perusahaanya demi kepentingan Ayahku di masa lalu.!"
"Apa kamu tidak ingin bertemu denganku Erika.!"
"Aku akan bertemu denganmu dengan syarat kamu harus memberi tahu profile putraku, sudah 30 tahun dan aku ingin mengetahui bagaimana dia tumbuh menjadi dewasa dan tentunya ingin mengetahui wajahnya saat ini.!"
"Baiklah ! kita bertemu di tempat pertama kali kita bertemu di kota ini sambil bernostalgia dengan masa lalu, Apakah kamu masih ingat Erika.!"
"Tentu aku mengingatnya, Aku akan kesana sekarang.!"
"Baiklah Erika ! Sampai ketemu.!"
"Tut... ! Tut... ! Tut... !!"
Beberapa waktu kemudian Erika telah tiba di tempat di mana dia akan bertemu David, tidak butuh waktu lama akhirnya David telah tiba di tempat itu.
"Lama nggak bertemu Erika ? Kamu tetap cantik seperti dulu.!"
Erika kemudian berbalik ke arah sumber suara.
"Terimah kasih atas pujianmu David, kita langsung ke intinya saja, berikan aku data tentang putraku ! Aku ingin bertemu denganya apapun yang terjadi.!"
"Aku sudah mengirim profilenya di Hpmu, mengapa engkau seakan membenciku Erika... ?"
"Aku nggak membencimu David ! Aku cuman marah kepadamu sebab engkau membawa kabur putra kita tanpa sepengetahuanku.!"
"Aku punya alasan tersendiri Erika. Jadi, maafkan aku.!"
"Baiklah david ! Aku rasa, sudah tidak ada lagi alasan bagiku untuk berada di tempat ini, aku permisi dulu.! Aku akan kembali ke negara di mana anak-anakku berada."
"Aku masih mencintaimu Erika... !"
"Maaf Tuan David ! Tapi, hubungan kita sudah sangat lama berakhir dan aku mencintai suamiku, kita tidak berjodoh ! Itulah kenyataan yang harus kamu terima."
"Maafkan aku Erika.!"
"Aku sudah memaafkanmu.! Kalau begitu, aku pergi dulu"
__ADS_1
Erika lalu meninggalkan tempat itu tampa menoleh ke belakang, David hanya bisa memandangi punggung Erika yang berlahan-lahan menghilang dari pandanganya.
...****************...
Di sebuah mansion keluarga sinaga ibu erlita sedang membuat kue bersama para pelayan untuk persiapan perjamuan membahas pernikahan Raisa. Kemudia Raisa terlihat berjalan ke arah ibunya.
"Mom jadi besok pertemuan kelurga ya.?"Tanya Raisa
"Iya Nak ! Besok keluarga akan membahas tuntas pernikahan kalian, Oh ya ngomong-ngomong apa temanmu telah ditemukan " Ucap Ibu Erlita.
"Belum Mom ! Sudah dua hari sejak pembagian brosur tapi belum ada kabar sama sekali "Ucap Raisa
"Ohh begitu !! Bantu Ibu membuat kue untuk calon mertuamu.. !"
"Okey Mom.!"
Ibu dan anak tersebut lalu tersenyum sambil membuat kue.
...****************...
Di sebuah mansion seoarang gadis sedang memikirkan sesuatu di atas tempat tidurnya
"Aku nggak bersemangat hari ini, jadi malas... ! Ucap Irma
Kemudian gadis cantik itu mengambil Hp lalu melakukan panggilan telepon.
"Haloo ! Kamu di mana ? Bisa nggak temani aku ke kantor polisi sebab mobilku telah di temukan dan pelakunya sudah tertangkap."
"Raisa sedang sibuk hari ini sebab besok keluarganya akan kedatangan tamu dari calon suaminya."
"Raisa mau nikah kok nggak bilang-bilang sih... !"
"Soalnya, belum sempat aja dia ngomong ! Bukankah beberapa hari terakhir ini kita sibuk menyebarkan brosur dan melipat gandakan brosur " Ucap Irma.
"Kirimkan lokasi kamu ? Aku akan kesana sekarang... !"
Beberapa waktu kemudian Farhan akhirnya tiba dengan senyum khasnya lalu di sambut oleh Irma.
Irma dengan kedua bola matanya yang indah melihat kemunculan pria tampan itu.
Dag...Dig...Dug.."! Detak jantung Irma
" Ya ampun ! Sumpah cowok ini makin tampan jika di tatap berlama-lama, walaupun bergaya urakan tetapi tetap terlihat keren abis, bagaiman jika cowok ini merubah penampilanya ! Yang pastinya dia akan semakin tampan. Akh........Kenapa jantungku berdetak begitu cepat sih ! Jangan-jangan ! Arg...... ! Itu tidak mungkin dan tidak akan mungkin.!" Ucap Irma dalam hati
"Kamu kenapa Irma ? kok melamun.!"
"Nggak papa kok sumpah ! Kita berangkat sekarang.!"
"Okey.!"
__ADS_1
"Tumben kamu nggak bareng Albert.?"
"Albert lagi ikut ke perusahaan Ayahnya untuk memperkenalkan diri sebagai CEO baru menggantikan Ayahnya."
"Waow... ! Sungguh mengejutkan."
"Biasa saja menurut aku.!"
"Ini cowok ternyata berkarakter cuek, setia kawan, tapi kayaknya dia nggak romantis ! Akh....! Ngapain juga aku pikirin dia sih.!" Ucap Irma dalam hati.
Merekapun lalu meninggalkan Area Mansion keluarga Irma. Pada saat mobil melaju dengan tujuan ke kantor pilisi, Farhan yang sedang menyetir sejenak memalingkan wajahnya ke arah Irma.
"Maafkan aku, Maafkan aku, maafkan aku, suatu saat nanti aku akan menebus kesalahanku padamu."
Begitulah kata yang terlintas dalam benak pemuda tampan itu.
...****************...
Di tempat lain yang letaknya di sebuah mansion keluarga Ramadhan, seorang gadis remaja sedang membaca di leptop di ruang tamu.lalu seorang pria paruh baya menghampirinya.
"Kamu lagi ngapain Nak.? Aku lihat kamu sedang fokus pada sesuatu.?" Tanya Pak Ramadhan
"Aku lagi mendaftar di universitas Oxford jurusan kedokteran bedah Ayah... ! Aku menggunakan Surat keterangan lulus pengganti ijasah untuk sementara sebab ijasahku belum di ambil." Ucap Resky.
"Aku akan membeli apartement untukmu di london.!"
"Makasih Ayah... ! Ngomong-ngomong, Ibu kemana ? Dua hari ini aku nggak perna melihat ibu?"
"Ibumu ada di belanda untuk memlersiapkan pakaian pengantin kakakmu, Hari ini dia akan pulang, sebab besok kita sekeluarga akan berkunjung ke rumah calon mertua kakakmu.!"
"Oohh ngitu rupanya ! kak Arya ke mana ? soalnya 2 hari ini aku juga nggak liat dia.?"
"Arya sedang mengerjakan proyek, dia terkadang bermalam di kantornya sambil memantau proyek tersebut.!"
"Oooh..! Kak Arya sedang berjuang dengan bisnisnya.!" Ucap Resky.
"Kita Makan dulu, Nak ? Pelayan telah menyiapkan kita makan siang.!"
"Okey Dad ! Kebetulan urusanku juga sudah selesai." Dia menutup leptopnya.
Ayah dan anak itu kemudian melangkahkan kakinya menuju ke meja makan.
...****************...
Di sebuah kawasan proyek pembangunan Arya dan Renata sedang terlihat memperhatikan gambar proyek yang telah di buat oleh arsitek sambil bertukar pendapat.
"Kemungkinan membuat satu mansion ini membutuhkan waktu sekitar 9-10 Bulan lamanya di lihat dari jumlah pekerja yang kita pekerjakan untuk sebuah mansion."
"Yang Nona Renata katakan memang betul adanya, kita harus segera merampung proyek ini dalam waktu 1 tahun. Jadi, mau tidak mau kita membutuhkan 20 orang permansion sehingga total pekerja untuk 30 unit adalah 9000 orang."
"Model mansion yang kita buat bergaya peradaban di timur tengah jadi kemungkinan mansion ini kelak akan cepat terjual."
"Betul Nona Renata ! Sebab target penjualan adalah orang-orang yang berasal dari timur tengah.!"
__ADS_1
Mereka berdua sangat serius dalam membahas proyek tersebut dan tidak terasa sore haripun tiba.