LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 13 : Menjadi Akrab


__ADS_3

"Brum... ! Brummmmm.... !" Suara mobil marcedes benz melaju meninggalkan mansion yang tak lain adalah Renata.


Beberapa waktu kemudian, Renata telah tiba di gerbang perusahaan PT PRIMA RAYA, ia melihat Ayah Rian seperti sedang menunggu seseorang, dia lalu turun dari mobilnya, dia berjalan menuju ke arah Ayah Rian yang nampak kurang bersemangat setelah selesai membuka gerbang.


"Pak... ! Bisa kita bicara.?" Kata Renata sambil tersenyum kecil.


"Kebetulan Non.! Aku juga ingin bicara." Jawab Pak Harto sambil tersenyum dengan maksud penuh penghormatan.


"Baiklah Pak ! Kalau begitu, masuklah ke dalam mobil dan ikuti aku " Ucap Renata


"Apa tidak masalah Non... ! Jika Bapak masuk ke dalam.?" Tanya Pak Harto


"Nggak masalah,Pa.! Masuk ajah ke mobil."


"Bagaimana dengan gerbangnya, Non.?"


"Biarkan saja terbuka, Pak.!"


"Aku khawatir Non, Nanti Aku di pecat sama bos yang punya perusahaan padahal aku baru bekerja dan Nona juga nantinya dalam masalah besar nantinya." Ucap Pak Harto.


"Nggak akan terjadi apa-apa, Pak. Percayalah.!"


Kemudian mereka berdua kemudian menuju ke dalam perusahaan dengan mengendari mobil.


Setelah tiba di pintu perusahaan, Renata melangkahkan kakinya masuk kedalam perusahaan di ikuti oleh pak harto yang menggunakan seragam satpam



Setiap orang yang di lalui mereka membungkuk hormat kepada Renata, Pak harto yang memperhatikan itu terheran- heran.


"Nona ini ternyata cukup berpengaruh di perusahan besar ini.!" Kata Pak Harto dalam hati.


Kemudian mereka menuju lif, orang- orang yang berada di dalam lif itu lalu keluar kerena melihat Renata, mereka kemudian membungkuk hormat.


"Gadis ini siapa sebenarnya.?" UcapPak Harto dalam hati.


"Masuklah Pak... ! Jangan menghayal... !" Ucap Renata sambil tersenyum.


Pak Harto lalu menyusul Renata masuk ke dalam lif selanjutnya mereka menuju ke atas.


Beberapa waktu kemudian, merekapun berjalan keluar dari lif menuju ke sebuah ruangan.


"Selamat datang Bu... !" Ucap Para karyawan sambil membungkuk hormat.


Pak Harto sontak kaget melihat Renata yang di sambut bagaikan Ratu kerajaan.


"Kita berbicara di ruanganku, Pak.!"


"Baik Non.!" Jawab Pak Harto yang tiba-tiba merasa gugup.


Merekapun masuk ke dalam ruangan kebesaran Renata kemudian wanita cantik itu menuju kursi kebesaranya.


"Silahkan duduk Pak.!"


Pak Harto yang melihat ke arah meja lalu membaca papan nama yang bertuliskan CEO Renata Dian Lestari.


Sontak Pak Harto melolototkan matanya, kaget membaca papan nama tersebut.


"Ternyata Nona Ini pemilik perusahaan besar." Ucapnya dalam hati.


Kemudian Pak Harto pun duduk di kursi tamu yang berhadapan dengan pemilik perusahaan besar itu.


Renata lalu menggambil telepone kantor yang berada di depanya.


"Buatkan kopi untuk tamu saya dan bawakan makan siang" Ucap Renata dalam telephone tersebut.


"Pak...! Bisa aku minta nomor Rian.?" Tanya Renata sambil tersenyum kecil.


"Tentu saja, boleh.Non.!"

__ADS_1


"Hari ini Bapak saya pecat... !"


"Maafkan atas kelancangan saya Non, Jangan pecat saya " Ucap Pak Harto memohon.


"Bapak besok resmi menjadi karyawan di kantor ini... ! Sebagai kepala bidang pemasaran"


Sontak Pak Harto kaget mendengar perkataan Boss besar perusahan itu.


"Makasih banyak Ibu Boss " Ucap Pak Harto senang bercampur sedih


"Pangil Renata saja Pak.!"


"Baik Nona Renata.!"


"Bisa saya minta nomon Hp Rian pak..?"


"Ini non nomornya Nona Renata.!" Ucap Pak Harto yang memberikan ponselnya pada Renata.


"Makasih Pak.!" Jawab Renata lalu mengembalikan Hp milik Pak Harto.


"Ngomong-ngomong nih Non... ! Aku ijin hari ini, soalnya ada masalah keluarga."


"Baiklah Pak ! Masalah apa Pak ? Siapa tau aku bisa bantu.?"


"Anak aku pergi meninggalkan rumah, Non.!"


"Anak gadis Bapak yah... ?"


"Bukan Non ! Tapi Anak tunggal kami Non.!"


"Apa... !!! Kok bisa Pak... ??" Tanya Renata yang begitu terkejut.


"Kerana dia tau jika dirinya Anak adopsi,Non... !" Jawab Pak Harto yang raut wajahnya menjadi murung.


"Rupanya seperti itu... !"


"Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.!"


"Hpnya nggak aktif, Pak... ! Kemana dia pergi..!" Kata Renata lalu mengusap wajahnya menandakan ia panik dan sedang berpikir keras.


"Kata istri saya, Non.! Rian meninggalkan selembar surat... !" Jawab Pak Harto sambil mengusap rambutnya di sebabkan pusing.


"Kalau begitu Pak, kita berbegas berangkat ke rumah Bapak, sekarang.!" Ucap Renata yang Panik dan Khawatir.


"Baik Non.!"


Merekapun melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tersebut dengan tergesah-gesah.


...****************...


Di dalam sebuah Restoran yang megah. Dua orang pasangan mahasiswa sedang menikmati makan siang mereka sambil berdialog.


"Makananya enak banget sumpah... !" Kata Irma.


"Tentu saja dong ! Siapa dulu yang memilih restoranya.!" Jawab Raisa.


"Kamu makan kayak kambing ajah.!" Ucap Albert.


"Aku yang kamu maksud.?" Ucap Irma Kesal.


"Bukan.! Tapi, Farhan... !" Jawab Albert.


"Sumpah... ! Aku lapar banget Bro... ! Ucap Farhan.


"Nggak usah gitu juga makanya... ! Kamu ngak malu di liatin cewek cantik di depan kita...!" Ucap Albert.


"Bodoh amat... !" Jawab Farhan sambil makan.


"Santai ajah... ! Nggak jadi masalah kok... !makan saja sepuasnya." Kata Raisa.

__ADS_1


"Albert... ! Habis makan kita ke rumah Rian untuk rayaain ulan tahunya, okey... !" Kata Farhan.


"Okey mas bro... !" Jawab Albert


"Ini ulang tahun beruang kutub itu... ?" Tanya Raisa


"Siapa sih yang kalian maksud... ?" Tanya Irma penasaran.


"Sahabat mereka tuh... !" Jawab Raisa.


"Kamu kok sensi amat sama Rian sih... ! Bentar Kamu bucing sama Rian. Tau rasa kamu... !" Ucap Farhan sambil makan.


"Amit-amit deh ! kalau aku bucing sama dia ! Aku kan punya cowok, cakep lagi... ! Lagian, bentar lagi kami mau nikah... !" Jawab Raisa.


"Jodoh mana ada yang tau, Raisa.! Yang nikah ajah masih bisa cerai... !" Kata Farhan.


"Nggak bakalan deh ! Kak Arya jodohku. Kalau aku bucing sama beruang kutub itu, Maka.! Aku akan mendaki gunung himalaya. Sumpah deh... !" Jawab Raisa dengan tegas.


"Hati-hati kamu kalau ngomong Raisa... ! Apa lagi dengan sumpah... !" Ucap Albet


"Betul dan sangat betul apa yang di katakan Albert, jangan main-main dengan sumpah Ra.!" Jawab Irma.


"Aku di sambar petir kalau aku bohong.!" Kata Raisa.


Pada saat mereka makan, langit ditutupi awan gelap tanpa mereka ketahui, peristiwa itu menandakan bahwa akan segera hujan.


"Ddueeeerrrtt... !" Bunyi petir yang mengelegar


"Anjai... ! Jantungku hampir copot.!" Ucap Farhan.


"Ya ampun... !! Sumpah aku juga sama seperti kamu, Farhan.!" Ucap Irma.


"Baru aja kita ngomong, petir sudah nyambar-nyambar tuh, di luar sana... ! Kata Albert.


Mereka bertiga lalu menatap Raisa.


"Ngapain kalian natap aku sih... !! Memang aku nggak bohong dengan sumpahku.!" Ucap Raisa yang lagi makan es krim di gelas putih sambil menatap balik ke arah tiga temanya.



Beberapa waktu kemudian, akhirnya mereka ber 4 telah selesai makan dan melahap hidangan penutup.


"Jadi bagaimana nih guys... ! Sekarang kan kita berteman nih..!! Bagaimana kalau kita bikin surprise untuk Rian... !" Kata Farhan.


"Boleh juga tuh.! Lagian aku penasaran sama Rian... ! Ucap Irma.


"Gini ya Irma... ! Jika di kampus Raisa di juluki Ratu tercantik di kampus kita. Maka, Rian adalah pangeran tertampan di kampus kita " kalau ngak percaya tanya ajah pada gadis-gadis di kampus.!" Ucap Albert yang membanggakan sahabatnya.


"Masa aku nggak tau yah... !" Ucap Irma.


"Karena mungkin kamu nggak bergaul, mungkin cuman Raisa teman kamu.!" Jawab Albert.


"Iya juga sih.! Di kampus aku cuman bareng Raisa... !" Kata Irma sambil menopang dagunya dengan tangan kananya di atas meja makan.


"Berarti kamu, anak mami... ! Bukan anak gaul...!"Jawab Farhan.


"Biarin... ! Bodo amat... !" Ucap Irma kesal.


"Bagaimana denganmu Raisa ! Kamu nggak ikut.?" Tanya Albert sambil menatap Raisa.


"Aku ikut ... ! Lagian aku mau buktikan sama kalian bahwa aku nggak bakalan bucing sama si es kimo itu... !"


"Kalau begitu.! Kita berangkat guys ! Lets goo... !" Ucap Farhan.


"Ingat... ! Kita beli kado dan kue tart dulu." Ucap Albert.


"Iya...Aku tau kok... !" Jawab Farhan


Mereka 4 lalu berdiri bersamaan kemudian berjalan meninggalkan restoran itu menuju ke mobil Farhan dan Raisa di tengah-tengah hujan cukup deras.

__ADS_1


__ADS_2