LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 56 : Menuju Ke Bandara


__ADS_3

Albert sedang menyimak percakapan wanita-wanita cantik itu, begitupun dengan seseorang dari balik telephone milik Albert yang tak lain adalah Seven yang sedang berada di apartemenya.


"Okey guys ! Aku rasa sudah waktunya kita meninggalkan rumah sakit ini, kita sudah mendapatkan informasi yang penting, ini sudah hampir tengah hari !" Ucap Albert.


"Terimah kasih banyak atas waktunya, Dokter Yunus,!" Ucap Raisa.


"Tank you Dokter Yunus !" Ucap Marcela.


"Maaf, sudah merepotkan, Dokter !" Ucap Irma.


"kita pulang dulu, Dokter Yunus ?" Tanya Albert.


"Iya ! Kalian hati-hati di jalan.!" Jawab dokter Yunus sambil tersenyum.


Beberapa saat setelah para anak muda itu meninggalkan rumah sakit, Hp milik dokter yunus berdering, pria tersebut lalu mengangkatnya sambil tersenyum.


"Halo Mr David !" Ucap Dokter Yunus.


"Halo Dokter Yunus ! Aku ingin kamu membawakan materi seminar kedokteran di kampusku, besok. dan aku juga ingin berbicara empat mata denganmu, secara pribadi.!" Jawab David


"Okey, Mr David ! Ngmong-ngmong, keponakanmu baru-baru ini berada di sini, di rumah sakit." Ucap Dokter Yunus.


"Apa yang di lakukan Marcela di tempatmu dan dia, bersama dengan siapa ?" Tanya David.


"Dia bersama dengan teman-temanya, bersama dengan kakak sepupunya, putri Sudirman Sinaga. Tujuan mereka adalah mencari identitas kedua orang tua kandung teman mereka !" Jawab Dokter Yunus.


"Orang tua kandung teman mereka ! Siapa nama teman mereka ?" Tanya David.


"Rian, mereka memanggilnya dengan nama itu !" Jawab Dokter Yunus.


"Besok kita akan membahas itu secara langsung ! Aku tidak bisa berlama-lama berbicara denganmu, aku punya urusan penting dan aku tidak bisa menundanya, subuh ini waktu london !" Jawab David.


"Okey Mr David ! Sampai ketemu besok.!" Ucap Dokter Yunus.


Panggilan telephone itu kemudian berakhir.


"Mengapa David menelphone aku di waktu subuh hanya karena seminar mahasiswanya, sebaiknya nanti, aku akan meminta penjelasan lengkap !" Ucap Dokter Yunus dalam hati.


Kedua kendaraan mewah baru saja tiba di mansion keluarga besar Sudirman Sinaga.


"Kamu masuk dulu ke dalam Albert ! Aku dan Irma akan membantu Marcela untuk mempersiapkan barang-barang yang ia butuhkan !" Ucap Raisa.


Pemuda tampan itu lalu turun dari kendaraanya dan ikut berjalan masuk ke dalam mansion itu.


"Memangnya Marcela mau kemana sih ?" Tanya Albert.


"Aku kira kamu sudah tahu ! Tapi, ternyata belum. Dia akan ke wales dan inggris selama dua hari untuk bekerja !" Jawab Raisa.


"Aku baru ingat, tadi diakan mengatakan itu, waktu di rumah sakit ! Apa sih pekerjaan dia ?" Tanya Albert.


" Dia seorang model dan aktris !" Jawab Raisa.

__ADS_1


Ke empat anak muda itu telah berada di dalam mansion, Albert kemudian duduk di kursi sofa ruang tamu sedangkan ketiga gadis cantik itu melangkahkan kakinya menuju ke kamar Raisa.


Albert kemudian mengambil Hp milinya lalu membaca pesan Wa dari Farhan.


" Sebentar kita berbicara, aku ngantuk brother !" Begitulah perkataan Farhan dalam pesan itu.


Pada saat Albert ingin membalas pesan Wa Farhan, Tiba-tiba saja Hp miliknya mati.


" Ya......Lowbet ! Ternyata kemarin aku nggak perna memberi makan Hp aku, pantas saja is dead. Manusia saja, Jika tidak perna di beri makan, pastinya mati, apalagi Hp.!" Gumamnya.


Seorang wanita paruh baya muncul tiba-tiba dengan membawa secangkir kopi.



"Hmmmmmm... ! Kok anak muda ini berbicara sendiri ! kemana Raisa dan Marcela ?" Tanya ibu Erlita sambil menyimpan secangkir kopi itu di atas meja.



Ibu Erlita kemudian duduk, menemani Albert untuk berbicara.


"Mereka berdua bersama Irma menuju ke kamar Raisa untuk membantu Marcela mempersiapkan perlengkapanya yang ia akan bawa ke luar negeri !" Jawab Albert.


"Kok, cepat amat keponakanku pulang ke rusia ! Apa dia punya urusan mendadak ?" Tanya ibu Erlita.


"Marcela ingin ke wales dan inggris, urusan pekerjaanTante !" Jawab Albert.


"Oooh Jadi begitu ! Kopinya di minum dulu, Nak. !" Ucap Ibu Erlita.


"Iya Tante ! Makasih banyak sebelumnya." Jawab Albert.


"Tante Erlita ! Aku berangkat dulu !" Ucap Marcela yang sedang berjalan sambil menarik kopernya.


"Kapan kamu kembali ke sin, Nak ?" Tanya Ibu Erlita.


"Rencananya, cuman dua hari berada di luar negeri. Tapi, mungkin saja lebih Tante !" Jawab Marcela.


"Mom ! Aku dan teman-temanku mengantar sepupuku dulu yah !" Ucap Raisa.


"Kamu makin cantik saja, Irma ! Kapan kamu memperkenalkan pacarmu ke pada Tante ?" Tanya ibu Erlita.


"Dia jomblo, Mom !" Jawab Raisa.


Irma kemudian memalingkan wajahnya ke arah Raisa.


"Apaan sih Ra ! Main jawab-jawab ajah, bukan kamu yang di tanya, Raisa .....! Ucap Irma yang terlihat sedikit kesal.


"Iya... ! Iya... ! Iya... ! Sorry !!" Jawab Raisa sambil tertawa kecil.


Irma kemudian memalingkan wajah cantiknya ke arah ibu Erlita.


"Nanti aku akan memperkenalkan pada Tante. Jika aku sudah menemukan pangeran impianku.!" Jawab Irma.

__ADS_1


"Dia lagi PDKT dengan seorang pria tampan yang berprofesi sebagai CEO, Pria itu sedang berada di ruangan ini, Mom.!" Ucap Raisa.


"Apaan sih Ra ! Nggak Tante, Raisa lagi mengarang bebas, jangan di percaya omongan dia !" Ucap Irma yang sedang kesal.


Ibu Erlita lalu memalingkan wajahnya ke arah Albert sejenak saja, kemudian kembali melihat ke arah Irma.


"Kalian berdua sangat serasi, cantik dan gagah !" Jawab Ibu Erlita.


Albert yang sedari tadi menyimak dialog para wanita itu sambil menghabiskan secangkir kopi, kemudian berdiri dan angkat suara.


"Kami berangkat dulu, Tante Erlita !" Ucap Albert.


"Iya...Kalian jangan ngebut, pelan-pelan saja !" Jawab ibu Erlita.


Ke empat anak muda itu melangkahkan kakinya menuju ke mobil yang tepat berada di depan pintu keluar dan anak tangga di samping kedua mobil itu.


"Aku akan menukar mobil dulu ! Sebaiknya kamu naik ke mobil lamborgini putih itu, Irma ! Kasian Albert, nggak ada yang menemani dia !" Ucap Raisa tersenyum ke arah sahabatnya itu dengan maksud tersembunyi.



"Aku sepakat !" Ucap Marcela sambil tersenyum dengan maksud tertentu.


"Iya... ! Iya... ! Nggak usah cerewet !" Jawab Irma.


Irma kemudian masuk ke dalam mobil Albert sedangkan Marcela bersama dengan Raisa dengan mobil Ferrarry merah ke sayanganya yang baru saja keluar dari garasi.



"Brummmmm... ! Brummmmmmm.... !" Kedua mobil sport elite itu melaju dengan kecepata di atas rata-rata, meninggalkan kediaman Raisa.


"Ya ampun ! Aku lupa Hpku di kamar Raisa !" Ucap Irma.


"Apa perlu kita kembali ?" Tanya Albert yang lagi mengemudi.


"Nggak usah, kita ikuti saja Raisa !"


"Okey !"


Pada saat mereka di tengah perjalanan, tiba-tiba laju mobil lamborgini aventador putih itu tersendak-sendak tepat di tempat yang sunyi.


"Kenapa denga mobil kamu, Albert ?"


"Aku lupa isi bensin !" Jawab Albert sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Oh my god ! Kita lagi di tempat sepi lagi, mana di sisi kiri dan kanan yang ada hanya hutan.


Pada saat itu juga hujan turun secara tiba-tiba.


"Ya ampun ! Hujan lagi, mobil Raisa sudah nggak terlihat lagi, Hp ketinggalan lagi. Kamu hubungi Raisa dulu agar membakan kita bensin ?" Tanya Irma.


"Hp aku lowbet !"

__ADS_1


"Ya ampun ! Ada apa dengan hari ini sih, kok sial amat !"


"Kita bersabar dulu sampai hujan redah ! kita akan minta tolong pada orang yang lewat di jalan ini."


__ADS_2