
Di waktu yang sama dengan apa yang sedang terjadi di dalam kediaman Mrs Erlita, Seven sedang membawa Raisa yang tertidur akibat di bius olehnya, dia menggendong gadis cantik yang menggunkan pakaian berwarna merah dengan gaya bridal syle.
"Maafkan aku.!Tapi, hanya ini jalan satu-satunya," gumamnya sambil berdiri di pinggir jalan dengan maksud menunggu taksi.
Beberapa waktu kemudian, sebuah taksi melintas di jalan di mana seven sedang berdiri. Taksi itu kemudian berhenti di samping pemuda tampan itu. Tak butuh waktu yang lama, Seven yang sedang membawa Raisa lalu masuk ke dalam taksi, dia selanjutnya menyandarkan kepala gadis itu di pundaknya.
"Qu'est-ce qui ne va pas avec votre amant. Monsieur.!? Est-ce qu'il va bien?"
...ARTINYA...
"Ada apa dengan kekasih anda. Tuan.!? Apa dia baik-baik saja,?" kata Supir taksi itu yang memalingkan wajahnya ke kursi penumpang bagian belakang dengan menggunakan Bahasa prancis.
"Il est très ivre ! Emmenez-nous à l'aéroport, vite ! Et ne posez plus de questions, ce ne sont pas vos affaires."
...ARTINYA...
"Dia mabuk berat.! Bawa kami ke airport, cepat,! dan nggak usah bertanya lagi, ini bukan urusanmu," kata Seven sambil menatap supir taksi itu yang berada tepat di depannya.
"Compris, monsieur ! Désolé d'avance."
...ARTINYA...
"Dimengerti, Tuan.! Maaf sebelumnya," kata supir taksi itu lalu memalingkan wajahnya seperti semula dengan maksud ingin mengemudikan mobil itu.
Tak lama kemudian, taksi itu melaju sesuai apa yang di katakan Seven.
Di tempat yang lain dan di waktu yang sama, beberapa anak buah Mrs Erlita dan Mr Ramadhan yang di pimpin oleh Arya sedang sibuk mencari keberadaan Raisa di dalam dan di luar mansion.
Di waktu yang sama, Albert sedang berdiri di depan pintu mansion itu bersama dengan Irma, Resky, Violet dan Fany, mereka sedang sibuk memperhatikan para bodyguard yang sedang menyebar mencari keberadaan Raisa.
__ADS_1
"Ke mana dia membawa Raisa.! Sebaiknya aku hubungi dia setelah acara ini berakhir," ucap Albert dalam hati.
Di waktu yang sama, Princes Blade sedang berjalan menghampiri Arya yang raut wajahnya terlihat begitu cemas.
"Apa anda menemukan petunjuk,!?" kata Princes Blade yang sedang memandang wajah Arya.
"Nggak ada sama sekali. Aku rasa, ini penculikan berencana. Jangan-jangan, ini skema permainan Indra,!" kata Arya sambil memalingkan wajahnya ke arah Princes Blade.
"Mungkin saja dugaan anda benar."
Mereka berdua saling menatap dan sambil berpikir. Arya kemudian berkata.
"Bantu aku menemukan Raisa secepatnya, bagaimana pun caranya."
"Aku akan membantu anda, aku akan mengutus beberapa orang-orangku untuk mencarinya.
"Aku juga akan melakukan hal serupa. Kali ini, aku memiliki orang-orang yang mempunyai keterampilan khusus dalam hal melacak.
"Baiklah," kata Arya yang masih terlihat gelisah
"Jangan bertindak gegabah dalam hal ini, walaupun kita saat ini sedang mencurigai bahwa Indra mungkin saja dalang di balik hilangnya putri Mrs Erlita."
"Aku mengerti."
Princes Blade kemudian membalikkan tubuhnya dengan maksud ingin menemui Ayahnya.
Di waktu yang sama, Indra sedang sibuk mencari keberadaan Raisa di dalam mansion.
"Siapa yang melakukan ini,! siapa yang ingin mengagalkan rencanaku," ucapnya dalam hati sambil menatap setiap area di ruangan tamu seperti sedang mencari seseorang.
__ADS_1
Di waktu yang sama lebih tepatnya di dalam sebuah kamar, Mr Erlita sedang bersama dengan Mr Erika dan Mr Ramadhan, mereka bertiga begitu terpukul dengan beberapa peristiwa besar dalam waktu singkat.
"Dua hari yang lalu, aku mendepatkan informasi bahwa suamiku telah tewas dan pagi tadi kita memakamkannya dan malam ini, putriku menghilang, mengapa semua ini terjadi secara mendadak,!" kata Mrs Erlita sambil menangis, dia lalu melanjutkan perkataanya."Beberapa hari yang lalu, Raisa hampir di perkosa dan kali ini seseorang menculiknya," dia menangis terisak-isak.
Mrs Erika kemudian duduk di samping Mrs Erlita lalu memeluknya, dia berkata.
"Keluarga kami pun mengalami banyak musibah beberapa hari ini, jadi aku mengerti dan sangat memahami perasaan anda, kita harus kuat menghadapi problem ini, kita harus bersatu dan saling mendukung," ucapnya sambil ikut meneteskan air mata.
"Aku harus berbicara dengan David malam ini agar semuanya tak menjadi semakin kacau," ucapnya dalah hati.
"Aku Hanya bisa mengatakan untuk saat ini yaitu kita harus tenang dan berpikir jernih. Untuk masalah Raisa, aku yakin Arya tak akan tinggal diam walaupun mereka tak memiliki hubungan apa pun dan aku yakin bahwa putra David akan melakukan hal serupa," kata Mr Ranadhan dengan maksud untuk menenangkan perasaan Mr Erlita.
"Jujur saja, aku sendiri tak tau harus memulai dari mana untuk mrnyelesaikan masalah ini," begitulah kata yang terlintas dalam benak Mr Ramadhan.
Di tempat yang lain, Seven baru saja tiba di Airport di malam itu, dia lalu membawa Raisa ke dalam dengan maksud mencari tempat duduk, orang-orang memperhatikan pemuda tampan itu yang sedang mengendong Raisa dengan ala bridal syle.
"Wow... !! Intimate and really very sweet."
...ARTINYA...
"Wow.... !! Mesranya dan sungguh sangat manis," kata salah satu turis yang lewat berseberangan arah denganya.
Seven hanya tersenyum kecil, dia sedang berpikir.
"Aku akan membawanya ke london terlebih dahulu, selanjutnya aku akan memikirkan rencana selanjutnya, aku akan menyembuyikan Raisa di ruangan Rahasiaku agar tak ada yang mampu mendeteksi keberadaanya," ucapnya dalah hati.
Beberapa waktu kemudian, Seven telah menemukan kursi kosong, dia lalu mendudukkan Raisa lalu memperbaiki posisinya agar seseorang beranggapan bahwa gadis itu sedang tertidur pulas.
Di saat itu, Hp milik Seven berbunyi
__ADS_1
"Krink... ! Krink... ! Krink.... !!"
Pemuda tampan itu lalu mengambil Hp miliknya Selanjutnya memperhatikan layar Hpnya."Ayah,!" gumamnya.