LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 16 : Mencari Kebenaran


__ADS_3

Di sebuah rumah sederhana tepatnya di ruang tamu keluarga kecil pasangan suami istri pak Harto dan Ibu Dwi. beberapa orang sedang berkumpul sambil memikirkan sesuatu.


"Nggak usah cemas Pak... ! Aku yakin Rian akan kembali jika sudah dalam keadaan tenang.!" Ucap Farhan percaya diri


"Semoga yang kamu katakan itu benar, Nak.!" Ibu Dwi


"Semoga saja tante.!"


"Aku tidak yakin dengan itu, sebab Rian berpendirian teguh dan tidak menarik setiap kata-katanya apapun yang terjadi " Jawab pak Harto


"Jadi Bapak tidak ingin Rian kembali ke pada kita Hiikk... ! Hikk... ! Hiikk... !" Kata ibu dwi yang langsung meneteskan Air mata dengan wajah suram menatap suaminya.


"Bukan begitu maksud aku Ma.! Bukankah kamu tau karakter Rian bagaimana !! Apa bila anak itu sudah mengambil keputusan" Ucap Pak Harto yang langsung menatap istrinya.


Ibu Dwi terdiam mendengar penuturan suaminya sebab yang di katakanya memang benar.


"Aku sependapat dengan Om Harto.!" Ucap Alber


"Kita akan membantu Om dan Tante untuk mencar Rian, iyakan Raisa... !" Ucap Irma yang menatap Raisa.


"Iya Om... ! Tente... ! kami akan membantu sesuai dengan kapasitas kami." Ucap Raisa


"Bapak mengadopsi Rian di mana.?" Tanya Renata


Hampir saja Pak harto mengatakan yang sebenarnya akan tetapi dia teringat tentang ucapan dokter Yunus, sahabatnya. Kemudian, pak harto dan ibu Dwi saling memandang.


"Kami mengadopsinya dari panti asuhan Non.!" Jawab Pak harto menatap ke arah Renata.


"Panti asuhan yang mana Om... ? Supaya kita bisa membantu mencari orang tua, Rian.. ?" kata Farhan yang langsung bersemangat, dia memalingkan wajahnya ke arah Pak Harto.


"Iya Om... ! Katakan di mana letaknya.?" Tanya Albert menatap dengan serius ke arah Pak Harto.


"Betul Pak... ?" Ucap Irma sambil melirik Raisa


"Iya Om... ?" Ucap Raisa


Pak Harto merasa tersudut dengan pertanyaan yang bertubi-tubi, Kemudian ia menatap istrinya


"Katakan saja Pak yang sebenarnya ini sudah 22 tahun yang lalu antara Bapak dengan sahabatmu itu.!" Ucap Ibu Dwi


Setelah pak Harto berpikir panjang kemudian ia menceritakan yang sebenarnya.


"Sebenarnya kami tidak mengadopsi Rian dari panti asuhan melainkan kami mengadopsinya dari rumah sakit THUNDER... !" Jawab Pak Harto


"Apaaa... ! RS THUNDER " !!!..Ucap Farhan,Albert dan Irma secara bersamaan sangat terkejut.


"Rian ternyata anak milyader besar, lebih tajir dari aku.!" Ucap Farhan.

__ADS_1


"Bahkan lebih tajir dari aku.!" Jawab Albert.


"Bahkan Ayah dan mami kamu nggak bisa masuk kesana, ehh lupa...! Raisa lahir di Rumah sakit itu." Ucap Irma menoleh ke arah Raisa


"Apaaaa... ! Raisa lahir di RS THUNDER.!" Ucap Farhan dan Albert bersamaan.


"kalian kenapa sih... ! Berisik amat, santai ajah kali.! Emang aku yang minta di lahirin di situ.!!" Ucap Raisa kesal sambil memanyungkan bibirnya.


"Raisa adalah anak tunggal dan Ayahnya adalah pengusaha terkaya di ASIA Tenggara.!" Ucap Iŕma dengan membanggakan sahabatnya


"Apaaa... !! Orang terkaya di ASIA Tenggara...? berarti keluarga Sinaga dong.!" Ucap Farhan


"Pantas saja kamu bisa lahir di RS THUNDER Ternyata anak seorang milyader terkemukah" Ucap Farhan.


"Berisik amat sih ! gara-gara kamu nih Irma.!" Ucap Raisa kesal


Pak Harto hanya menyimak bersama dengan Istrinya begitupun dengan Renata hanya menyimak sambil memikirkan sesuatu.


"Rian di kelilingi anak mudah yang baik hati " Ucap ibu Dwi dalam hati dalam hati sedangkan pak harta hanya tersenyum kecil dengan maksud tertentu.


"Lalu bagaimana bisa bapak membawa keluar Rian dari Rumah sakit itu "? Tanya Renata penasaran


"Sahabatku adalah dokter di rumah sakit itu " Jawab Pak Harto


"Siapa namanya pak ?" Tanya Renata penasaran


"Kalau begitu aku pamit dulu pak, dan besok bapak sudah bisa masuk sebagai karyawan tetap " Ucap Renata sambil tersenyum kecil


Renata lalu tersenyum ke arah ke 4 pemuda-pemudi tersebut lalu berdiri dan melangkahkan kakinya meninggalkan rumah itu menuju ke arah dimana ia memarkir mobil marcedes benz sportnya.


Ibu Dwi lalu berbalik ke samping menatap suaminya lalu mengajukan beberapa kata.


"Kok bisa, Pa.. ! kamu tiba-tiba bekerja di perkantoran ?" Tanya ibu Dwi.


"Wanita tadi itu adalah Nona Renata CEO perusahaan di mana aku jadi satpam dan sekarang aku di angkat menjadi karyawan tetap."


"Jadi wanita muda itu adalah bos besar tempat bapak bekerja !" Ucap ibu Dwi yangterkagum-kagum dengan sosok Renata.


Kemudian perhatian Farhan tertuju dengan percakap Ibu Dwi dan suaminya.


"Semalam wanita itu pergi bersama Rian, emang Rian pualng jam berapa "? Ucap Farhan.


"Yang benar "? Ucap Pak Harto.


"Aku serius Om dan itu betul, Aku juga ada di sana tadi malam " Jawab Albert.


"Bahkan kedua gadis cantik dan mengerikan ini ada di sana, Om !" Ucap Farhan.

__ADS_1


"Maksud kamu apaan Farhan mengatakan mengerikan... ! Kalau cantik sih ia, aku terima, awas kamu bucing sama aku Farhan." Ucap Irma Kesal.


"Awas... ! Jika kamu bucing sama aku Farhan. " Ucap Raisa kesal.


"Ngapain aku bucing sama kalian berdua ! Masih banyak wanita cantik di luar sana, itupun aku cuekin.!" Jawab Farhan sambil bersikap dingin.


"Sudah-Sudah...! Kalian itu berisik amat sih !! Bikin pusing ajah.!" Ucap Albert.


"Kalau tidak salah ingat,.Tadi, Rian pulang jam 7 pagi..!" Ucap Ibu Dwi yang mencoba mengingat-ingat.


"Kenapa otak aku tiba-tiba kotor ya albert !" Ucap Farhan


"Aku juga.!"


"Mungkin itu pacar Rian.! Soalnya, dia datang ke sini untuk mencari Rian.! Topik yang ia bahas, semuanya terkait tentang Rian." Ucap Irma


Raisa hanya terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Raisa kok kamu menghayal sih ?" Tanya Irma.


"Kalian ingat nggak... ! Pada saat Om menyebut dokter Yunus. Tiba-tiba, dia langsung permisi. Kemungkinan besar, dia pergi mencari dokter Yunus." Jawab Raisa


"Kalian berdua kok tidak menyadari itu sih.! Sahabat aku otaknya memang jenius.!" Ucap Irma


"Apa mungkin dia bisa masuk ke dalam rumah sakit itu walaupun di CEO perusahan besar " Ucap Albert Ragu.


"Aku punya ide cemerlang nih ! Simpelnya kita kesana membawa Raisa, pastinya 100% kita bisa masuk.!" Ucap Farhan


"Enak saja main bawa-bawa emang aku barang !" Jawab Raisa kesal


"Berisiik amat sih kalian, ayo kita seret Raisa bareng-bareng yuk" Ucap Irma terkekeh sambil bercanda


"Om...! Tante...! Kita pamit dulu, kami akan mencari informasi dan kami juga akan berusaha mencari keberadaan Rian.! Ucap Farhan.


"Makasih banyak Om dan Tante.!" Ucap irma


"Om... ! Tante... ! Aku permisi dulu." Ucap Raisa.


"Kami jalan dulu Om... ! Tante... !" Ucap Albert.


"Hati-hati di jalan !" Ucap ibu Dwi


"Iya Tante.!" Jawab ke empat Anak mudah tersebut secara bersamaan .


Mereka lalu melangkahkan kaki meninggalkan rung tamu tersebut menuju ke arah mobil.


Tak butuh waktu yang lama, kedua mobil mewah melaju cepat meninggalkan kediaman Pak harto dan Ibu Dwi.

__ADS_1


__ADS_2