
Sebuah kendaraan roda dua bermesin Ducati sedang melaju sangat cepat di jalan raya. Di saat itu, Resky sedang memeluk erat Seven sambil menyandarkan kepalanya yang tertutp helem.
Beberapa waktu kemudian, mereka akhirnya tiba di tempat yang mereka inginkan, Seven lalu menghentikan sepeda motornya tepat di samping anak tangga dan pintu masuk cafe tempat Resky bekerja dengan tujuan memarkir motor miliknya.
Setelah itu, Resky kemudian turun dari motor itu lalu segera mengambil Hp dari tas miliknya.
"Kak... ! Aku ingin memperlihatkan sesuatu.!" Kata gadis itu sambil tersenyum manis.
"Bentar ajah... ! Kita kedalam dulu mencari tempat yang tepat untuk berbicara.!"
"Okey kak... !"
Mereka berdua lalu melangka masuk ke dalam cafe mencari tempat duduk.
Beberapa waktu kemudian, mereka berdua lalu duduk di kursi cafe yang terdapat meja di hadapan mereka.
"Gadis cantik itu lalu mengeluarkan leptop dari dalam tasnya kemudian menyimpanya di atas meja, selanjutnya ia membuka leptopnya dan mengaktifkanya.
Di saat itu, Seven memalingkan sejenak wajahnya di mana Resky berada.
"Apa yang kamu ingin katakan dan ingin kamu perlihatkan ke padaku,? kata Seven
__ADS_1
"Tunggu ya kak... ! Aku menyalingnya dulu di dalam leptopku." Jawab gadis cantik itu sambil mengambil kabel USB dari tasnya.
Dia kemudian memasukkan foto salinan yang sebelumnya ia ambil di dalam ruangan Mr David.
"Coba kak perhatikan foto ini..!" sambil menunjuk layar leptopnya.
Seven kemudian memalingkan wajahnya ke arah layar leptop itu sambil menopang wajahnya degan tangan kirinya di atas meja.
"Awalnya aku ingin mencari tau tentang foto ini seorang diri. Tapi, aku pikir akan sangat sulit sebab foto ini berkaitan dengan dosen pembimbingku. Maka, aku mengambil inisiatif untuk minta bantuan kepada kakak."
"Itu foto seoarang wanita yang sedang hamil, terus apa yang akan kamu jelaskankan tentang ini, agar aku bisa menganalisa pokok permasalahanya.!"
"Foto ini sangat mirip dengan ibuku, kak... ! Itu masalah utamanya. Seharusnya aku tidak memberi tau kakak sebab ini adalah masalah keluarga aku. Tapi, aku tidak punya siapa-siapa di sini dan aku tidak inggin mengganggu kak Arya di saat seperti ini sebab dia sedang menghadapi urusanya dan aku tidak ingin membebaninya, jika aku memberi tahu tentang ibuku, aku takut jika masalah ini merembes dan aku takut jika jawaban yang di berikan oleh ibuku bertolak belakang dari yang aku pikirkan.!"
"Apa bisa kakak menyelidiki foto ini dan Pak David... ?" Gadis cantik itu lalu memalingkan wajahnya ke arah Seven sehingga mereka saling menatap tanpa berkedip.
"Dag... ! Dig... Dug... !" Denyut jantung gadis itu.
"Ya ampun... ! Ini sudah ke tiga kalinya perasaanku seperti ini, Arg... ! Tidak...! Ini salah... ! Aku mencintai kak Rian TITIK.!!!" Begitulah pemikiran dan perasaan gadis itu yang berdebat dengan dirinya sendiri.
Seven yang menatap gadis itu tanpa berkedip lalu mengeluarkan suaranya dengan berkata
__ADS_1
"Baiklah... ! Aku akan membantumu. Ngomong-ngomong, siapa nama lengkap dosen kamu.?"
Resky yang tak mampu bertatapan dengan Seven kemudian memalingkan wajahnya ke arah leptop.
"David Nasution Brodryck." Kata gadis itu yang sedikit gelisa sebab denyut jantungnya terpacu begitu cepat.
Seven kemudian memalingkan wajahnya ke depan.
"Brodryck... ! Brodryk... ! Sepertinya aku perna mendengar nama itu di sebutkan... !" Dia berpikir keras.
"Di mana kak... ?"
"Aku ingat sekarang... ! Pada saat Raisa, Irma dan Albert berada di rumah sakit thunder, aku mendengar percakapan mereka melalui telephone dan kini aku semakin ingat bahwa nama gadis yang aku temui di bandara sebelum kita ke london bernama sama dengan sepupu Raisa.
"Ngapain kak Raisa di rumah sakit Thunder kak...!? Siapa nama sepupu kak Raisa...!?" Tanya gadis cantik itu yang kembali menatap Seven dengan wajah yang sangat serius.
"Marcela Aprilia Brodryck itu nama sepupu Raisa dan aku yakin wanita itu juga yang aku jumpai tanpa di sengaja di bandara. Raisa serta teman-teman kami mencari tau identitas orang tua kandung Rian di rumah sakit itu. Kamu pasti mengenal Rian, sebab kalian perna bertemu waktu kamu masih berstatus sebagai siswa sekolah menegah atas..!"
Resky kemudian terdiam mendengar Seven menyebut Rian, dia tetap menatap pria tampan itu.
"Apa aku beri tau kak Seven jika kak Rian berada di Rusia yah... ! Tapi, aku sudah berjanji kepada kak Rian... ! Aduuuh... uh... !" Resky berbicara dalam hati dan pikiranya.
__ADS_1
"Ada apa... ? Sepertinya kamu ingin mengatakan sesuatu.