LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 135 : Mansion


__ADS_3

Indra dan Raisa berjalan masuk ke dalam mansion. Setelah mereka berdua berada di dalam, Raisa lalu melangkahkan kakinya menuju ke tangga mansion dengan maksud mengganti pakaianya.


"Aku akan menunggumu, jangan lama yah sayang,!" ucap Indra sambil tersenyum manis ke arah Raisa yang berjalan menjauh.


"Aku nggak lama kak Indra sayang,!" kata Raisa sambil memalingkan sejenak wajahnya ke arah Indra.


Di saat yang sama, Arya yang berada di antara kerumununan sedang mengambil minuman di meja tak jauh dari Indra dan Raisa mendengarkan dengan seksama perkataan mereka berdua dengan begitu jelas.


"Whaaaaat.... !! Sayang.... !! Astaga, aku tak menduga secepat ini Raisa menggantikan aku. Siaaaal.... !! Arg,!!" ucapnya dalam hati dengan begitu penuh emosi.


Pada saat Arya hendak berniat menghampiri Indra, tiba-tiba seseorang memanggilnya dan menepuk pundaknya, sontak saja pemuda tampan itu memalingkan wajahnya.


"Tuan Arya, ikut denganku, kita berbicara di teras," dia lalu mengambil pergelangan tangan Arya.

__ADS_1


"Suara wanita ini yang menelphone aku tadi sore, sebaiknya aku mengikuti dia,!" ucap Arya dalam hati sambil memandang pundak wanita itu.


Di waktu yang sama, Raisa yang berada di teras lantai dua di dekat kamar secara tidak sengaja melihat Arya bersama dengan wanita itu.


"Aku rasa kamu sudah menemukan penggantiku, Kak Arya, semoga kamu bahagia, aku juga telah menemukan cinta yang baru,!" dia tersenyum manis lalu melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti menuju ke kamar.


Di waktu yang sama, Albert yang berjalan kedalam mansion bersama dengan Irma dan Resky, dia sedang sibuk memikirkan sesuatu.


"Otak Farhan kenapa yah,!! kemarin-kemarin dia cerdas, kok hari ini jadi goblok sih,! sebaiknya aku ikuti saja perkembangan terlebih dahulu,!" gumamnya.


"Kamu kenapa sih,!" ucap Irma.


"Kakak, kenapa,!?" ucap Resky.

__ADS_1


"Nggak apa-apa, aku hanya sedikit lelah,!" dia memandang kedua gadis cantik itu secara bergantian.


"Kamu, nggak usah bohong, aku melihat di wajahmu ada kecemasan,!" kata Irma.


"Kemana kak Seven yah,!? dia menatap Albert lalu melanjutkan perkataanya."Sejak kita di penginapan sampai saat ini, kak Seven nggak ada kabarnya."


Albert lalu menoleh ke arah Resky dan berkata dengan spontan."Dia ingin menculik.... !" Perkataanya terputus sebab ia tersadar."Hampir saja aku keceplosan,!" ucapnya dalam hati.


"Apaaaa.... ! Dia ingin menculik siapa,!?" kata Irma dengan wajah serius menatap Albert lalu melanjutkan perkataanya."Jawab, cepat.!?"


"Ya Ampun.... !! Mengapa kak Seven ingin menculik seseorang.!? Jawab, kak Albert,!?" kata Resky yang juga begitu penasaran.


Albert lalu menatap satu persatu gadis itu lalu berkata :"Aku nggak bilang jika ia akan menculik seseorang,!"Dia berpikir sejenak lalu kembali melanjutkan perkataanya:"Maksud aku, dia ingin mengambil, bukan menculik, dia ingin mengambil mobil terlebih dahulu. Maka dari itu, dia nggak nongol-nongol sampai saat ini,!" dia memalingkan wajahnya ke depan dengan maksud menghindari tayapan mereka berdua."Semoga ajah mereka berdua percaya dengan perkataanku," ucapnya dalam hati lalu sekilas melirik kedua gadis itu dan berkata."Nggak usah nanya-nanya lagi deh, sebaiknya kita mengambil mimuman di meja, aku haus."

__ADS_1


Pada saat mereka berjalan menuju ke meja, Resky tidak sengaja melihat Arya bersama dengan seorang wanita cantik.


"Siapa wanita yang bersama dengan kak Arya,!? sepertinya mereka membicarakan sesuatu dengan serius,!" gumnya.


__ADS_2